Limapuluh Kota,BeritaSumbar.com,-Zamhar Pasma Budhi, pelapor mantan Caleg DPR RI pada pileg 2019 silam mengaku keluarganya kerap mendapat telepon gelap dari orang tidak dikenal pasca laporannya ditindaklanjuti oleh Satreskrim Polres Limapuluh Kota.

“Anak dan istri saya sering mendapat telepon gelap dari orang tidak dikenal. Yang disampaikan oleh penelpon ini berbagai macam. Mulai dari ancaman hingga fitnah agar keutuhan rumah tangga saya terganggu,” sebut Zamhar kepada awak media, Senin (23/3/2020).

Disebutkannya, si penelpon selalu menggunakan nomor yang berbeda dan orangnya juga berbeda-beda. Penelpon gelap ini diakui Zamhar, telah membuat psikologis anak dan istrinya terganggu.

“Nomornya tukar-tukar dan orangnya juga beda-beda. Ada cowok dan ada cewek yang nelpon anak istri saya. Sepertinya ada kelompok yang mencoba mengintimidasi saya dan keluarga,” Sebutnya.

Dari beberapa hal yang disampaikan, Penelpon pernah mengancam agar Zamhar menyelesaikan persoalannya tidak melibatkan penegak hukum. Jika tidak, akan ada hal buruk yang menimpa keluarganya.

“Yang jadi tanda tanya bagi saya, kenapa penelpon minta seperti itu kepada anak dan istri saya. Kenapa tidak kepada saya saja langsung. Lagipula, persoalan saya yang melibatkan penegak hukum sekarang ini diantaranya ada kasus penipuan Mantan Caleg DPR RI yang sedang ditangani Polres Limapuluh Kota. Apakah penelpon gelap ini ada kaitannya dengan kasus ini?,” tanya Zamhar.

Selain itu, Zamhar juga mengaku istrinya pernah ditelpon oleh penelpon gelap cowok. Si Penelpon ini mengatakan bahwa ada hubungan asmara antara Zamhar dengan Mantan Caleg DPR RI perempuan yang dilaporkannya dalam kasus penipuan. Akibatnya, istrinya sempat shock dan membuat rumah tangganya sedikit terganggu.

“Awalnya sempat membuat rumah tangga saya jadi terganggu. Setelah dijelaskan baik-baik akhirnya istri saya paham,” katanya.

Teror dari penelpon gelap yang sering menghubungi keluarganya ini diakui Zamhar mulai berlangsung setelah dirinya melaporkan mantan Caleg DPR RI Partai Demokrat, RO ke Polsek Suliki dengan nomor : LP/K/67/X/2019 tanggal 22 Oktober 2019 dalam kasus penipuan. Kemudian penelpon semakin aktif disaat RO sudah berstatus tersangka hingga sampai sekarang ini.

“Kalau dibilang terganggu, pasti terganggu saya dan keluarga. Sampai sekarang masih dapat telepon gelap untuk memberi fitnah,” ungkapnya.(*)

loading...