28 C
Padang
Minggu, Oktober 24, 2021
spot_imgspot_img
Beritasumbar.com

Terkendala Akses Jalan, Seorang Ibu Melahirkan Ditengah Jalan Setapak
T

Kategori -
- Advertisement -

Kisah Pilu seorang ibu di desa Sigalabur Kab Pasaman, Melahirkan Anak di Tengah Hutan karena akses infrastruktur jalan hanya jalan setapak

Pasaman,BeritaSumbar.com,- Kejadian ibu hamil melahirkan ditengah perjalanan sebelum sampai di Rumah Sakit Umum Daerah Pasaman kembali terjadi. Yennita (41) warga Sigalabur Jorong Sei Beremas Nagari Cubadak kecamatan Duo Koto Pasaman melahirkan di tengah jalan yang dikelilingi hutan dan ladang warga.

Jalan dari jorong ini menuju pusat kabupaten memang sangat memprihatinkan. Sangat beresiko terhadap keselamatan warga saat harus mendapat perawatan di RSUD Pasaman.

Ibu Yennita merupakan warga Sigalabur Jr Sei Beremas Nagari Cubadak Kecamatan Duo Koto Kab Pasaman yang awal nya berniat melahirkan di Polindes Siagalabur yang ada di Nagari Cubadak kecamatan Duo Koto. Pasaman.

Iya betul, , karena kondisi pasien saat itu sangat lemas  dan menurut analisa saya tidak memungkinkan melahirkan di Polindes maka rencana pasiennya mau dirujuk ke RSUD Simpang Empat tapi karena kondisi desa kita yang sangat jauh, serta medan jalan yang memprihatinkan,hanya bisa dilalui kendaraan roda dua, jadi pasien waktu itu harus ditandu sejauh 7 Km oleh warga,   karena pasien kondisinya sangat lemas sudah tidak tahan lagi, pasien melahirkan di tengah perjalanan secara darurat. “ kata Nurhamida Yanti (35) bidan yang membantu proses persalinan. Saat dikonfirmasi melalui sambungan seluler pada Jumat,11/6/21.

Beberapa kali kejadian serupa di tahun 2018 dan 2019 ibu melahirkan di tengah hutan di Kabupaten Pasaman, beberapa waktu yang lalu warga Jr. Sopan, warga nagari Silayang di Kec Mapat Tunggul Selatan. lantaran sarana prasarana di Puskesmas sangat tidak memadai maka di rujuk ke RSUD lubuk Sikaping, tapi belum sampai tujuan terpksa pasien melahirkan di jalan dan juga Pernah salah seorang warga menghebuskan nafas terakhir di dalam tandu saat tengah dalam perjalanan menuju rumah sakit.  seperti diberitakan beberapa media online di Sumbar beberapa waktu lalu.

Pemerintah  daerah harus benar-benar serius membangun infrastruktur akses jalan di daerah dipelosok, agar kejadian seperti ini tak terulang lagi, satu lagi lengkapi fasilitas Polindes dan pukesmas di nagari dan kecamatan “komentar salah satu warga yang tak mau disebut namanya saat bincang bincang bersama awak media ini kemaren sore.

“Alhamdulillah bayi dan ibunya selamat, saya tak pernah setegang ini selama bekerja dikebidanan, dengan dibantu masyarakat saya bisa menyelamatkan bayi mungil ini” ucap Nurhamida Yanti

Beliau adalah bidan kontrak yang bertugas di Polindes Jr Sigalabur, sudah bekerja selama 9 bulan di daerah ini, bidan Yanti biasa  di panggil warga, asli warga Simpang Tonang Kecamatan Duo koto, Perjuangan beliau dengan warga yang membantu patut kita sebut sebagai pahlawan. Ujar bapak kepala jorong kepada beritasumbar.com

“Harapan kami yang tinggal di daerah terpencil, agar di lengkapi semua pasilitas yang memadai untuk kami tinggal di desa, masalahnya kami sulit di jangkau untuk pertolongan jika ada pasien yang gawat darurat pak. Seperti fasilitas di polindes saya, saya minta bantuan untuk dinas kesehatan, atau pemerintah mohon di lengkapi, “ Komentar bidan Yanti ketika di Tanya komentar dan harapan kedepan agar kejadian seperti ini tidak terulang

Karena kalau kita pribadi yang melengkapi, mungkin dana kami atau saya sendiri tidak memadai pak, masalahnya kami cuma kontrak, tapi Alhamdulillah kami tetap mensyukuri,cuma kalau bisa, mohon bantuan untuk fasilitas di polindes kami” tambahnya

Ia berharap Pemerintah sangat serius melakukan pembangunan ruas jalan tersebut secepatnya. Setidaknya bisa di lalui mobil,  agar warga sigalabur tidak terus menerus terisolasi.(Reza)

- Advertisement -
- Advertisement -

BERITA PILIHAN

- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -

Tulisan Terkait

- Advertisement -spot_img