spot_imgspot_img
Beritasumbar.com

Survey Lokasi Kontribusi Sosial di Nagari Pariangan oleh Mahasiswa Program Pertukaran UNAND
<

Kategori -
- Advertisement -

Tanah Datar,BeritaSumbar.com,- Perkuliahan diluar kampus adalah kegiatan pembelajaran yang dilakukan diluar program studi dengan tujuan untuk membangun lulusan yang memiliki kemampuan menyelesaikan suatu masalah di desa dengan menyelesaikan suatu proyek di desa. Saya menganggap bahwa masyarakat yang di desa atau pinggiran kota itu memerlukan suatu inovasi agar mereka bisa maju terutama dibidang pendidikan. Dengan memberikan kesempatan kepada mahasiswa dan dosen untuk berkembang ilmu yang didapat dikampus.

Mahasiswa dan dosen bisa berkolaborasi bagaimana cara memajukan pendidikan yang ada di desa atau pinggiran kota agar bisa meningkat, salah satu caranya adalah memberikan pelajaran tambahan kepada siswa baik siswa SD, SMP maupun SMA; memberikan penyuluhan kepada orang tua tentang pentingnya mendampingi putra-putrinya saat belajar di rumah walaupun pada umumnya orang tua tidak mengerti akan pelajaran yang dikerjakan anaknya; memberikan pelatihan kepada gurugurunya terutama mengembangkan pembelajaran menggunakan teknologi. Adapun pelatihan secara memikat pertempuran pada pelatihan bagi pelaku pariwisata, misalkan pembentukan desa wisata dan pelatihan bagi para pelaku UMKM.

Oleh karena Pada tanggal 26 November 2022, kelompok Tatisa dan Cadiak Pandai yang merupakan 2 dari 12 kelompok dari mahasiswa program pertukaran di UNAND, melaksanakan survey ke Nagari Pariangan yang akan menjadi tempat tujuan Kontribusi Sosial . Kontribusi sosial PMM UNAND “ merupakan bentuk nyata kontribusi universitas bagi industri, pemerintah daerah dan kelompok masyarakat yang ingin mandiri secara sosial dan ekonomi.

Desa ini dipilih karena potensi budaya dan alamnya yang Indah. Nagari Pariangan, menjadi salah satu desa yang membanggakan karena pesonanya yang luar biasa. Media pariwisata dari New York, Amerika, Travel Budget pada 2012 menjadikan Nagari Pariangan sebagai desa terindah di dunia bersama desa lainnya di dunia, seperti Niagara on The Lake di Kanada, Cresky Krumlov di Republik Ceko, Wengen di Swiss, Shirakawa-go di Jepang, dan Eze di Prancis

Desa Nagari Pariangan terletak di Lereng Gunung Marapi, tepatnya di Kecamatan Pariangan, Kabupaten Tanah Datar, Provinsi Sumatera Barat. Lokasinya sekitar 95 kilometer dari utara Kota Padang, dan 35 kilometer dari Kota Bukittinggi. Nagari Pariangan juga berada di antara Kota Batusangkar dan Padang Panjang. Nagari Pariangan memiliki luas 17,97 kilometer persegi.

Dalam kegiatan ini para mahasiswa yang akan melaksanakan kegiatan kontribusi sosial (KS) mengadakan pertemuan dengan Wali Nagari setempat untuk mendapatkan izin melaksanakan kegiatan sekaligus memaparkan beberapa rencana kegiatan yang akan dilaksanakan selama kegiatan KS. Pada pertemuan tersebut mahasiswa di dampingi oleh seorang dosen modul nusantara, yaitu Boby Febri Krisdianto, dosen modul nusantara membantu mahasiswa dalam menyampaikan maksud dan tujuan kedatangan ke daerah tersebut kepada Wali Nagari Pariangan. Bapak Boby menitipkan anak-anak bimbingnya tersebut kepadaWali Nagari yang bersangkutan agar selama kegiatan bisa berjalan dengan lancar dan tujuan yang diinginkan bisa tercapai.

Mahasiswa kemudian pecah menjadi 4 kelompok, yaitu kelompok sekolah, UMKM, kantor Nagari dan Masyarakat. Masing-masing kelompok didampingi oleh Pokdarwis dari Nagari Pariangan. Seluruh tempat yang menjadi tempat survey , menyambut dengan tangan terbuka dan memberi ijin untuk dilaksanakannya kegiatan Kontribusi sosial di tempat mereka. Wali Nagari setempat juga berharap dengan adanya kegiatan KSini, ilmu dan kegiatan yang disampaikan bisa bermanfaat bagi masyarakat sekitar dan bisa membantu mengurangi beban hidup masyarakat dalam bidang apapun. Semoga kedepannya kegiatan KS ini bisa berjalan lancar tampa halangan.

Metode pembelajaran berbasis proyek dan metode pembelajaran berbasis masalah adalah model pembelajaran yang ideal untuk memenuhi keterampilan ketercapaian abad 21, karena melibatkan prinsip 4C yaitu berpikir kritis, komunikasi, kolaborasi dan kreativitas (berpikir kritis, komunikasi, kolaborasi dan kreativitas). Hasil penelitian tentang pembelajaran berbasis proyek dan pembelajaran berbasis masalah menunjukkan bahwa pembelajaran tersebut memberikan keuntungan pembelajar secara faktual dibandingkan dengan pembelajaran di kelas yang lebih tradisional.

Woods (2014) menyatakan bahwa pembelajaran berbasis proyek dan pembelajaran berbasis masalah pada akhirnya memerlukan perubahan dalam guru dari menjadi ‘sumber pengetahuan’ menjadi pelatih dan fasilitator untuk memperoleh pengetahuan. Model pembelajaran inimemerlukan kolaborasi, kemampuan berkomunikasi secara aktif, adaptif dalam memaknai pemecahan permasalahan dan tuntutan kemampuan belajar secara mandiri (Capraro, 2013). Adapun yang dimaksud dari prinsip pembelajaran untuk ketercapaian keterampilan abad 21 pada kegiatan di luar program studi/ kampus sebagaimana terdapat dalam Buku Panduan MBKM meliputi bentuk kegiatan sebagai berikut

Membangun Desa memberikan kesempatan kepada siswa untuk memanfaatkan ilmu pengetahuan, teknologi, dan keterampilan yang bekerjasama dengan banyak pemangku kepentingan di lapangan dan membantu mempercepat pembangunan di wilayah pedesaan.

Membangun Desa memberikan kesempatan kepada siswa untuk memanfaatkan ilmu pengetahuan, teknologi, dan keterampilan yang bekerjasama dengan banyak pemangku kepentingan di lapangan dan membantu mempercepat pembangunan di wilayah pedesaan.

Kedelapan bentuk kegiatan pembelajaran yang telah dirancang dalam kurikulum MBKM merupakan upaya pemerintah melalui perguruan tinggi untuk menyiapkan mahasiswa menjadi sarjana yang tangguh, relevan dengan kebutuhan zaman yaitu keterampilan abad 21, dan siap menjadi pemimpin dengan semangat kebangsaan yang tinggi (Buku Panduan MB-KM, 2020 )

- Advertisement -

BERITA PILIHAN

- Advertisement -
- Advertisement -

Tulisan Terkait

- Advertisement -spot_img