Payakumbuh,BeritaSumbar.com,- Mendapat informasi tentang kejadian perkelahian sesama pelajar di Kota Payakumbuh, Rezka Oktoberia, Politisi Luak Limopuluah yang saat ini berada di Komisi II DPR RI dari Partai Demokrat mengecam keras kejadian berujung maut tersebut.
Dalam pesan singkatnya via aplikasi Whatsapp Rezka Oktoberia menyampaikan,ia turut berduka cita atas kejadian yang menimpa adik kita Habib Fahri, semoga almarhum husnul Khotimah dan keluarga di berikan ketabahan dan kesabaran dalam menghadapi ujian ini,”ucap Srikandi Luak 50,sambil mengaminkan.
Lebih lanjut Rezka mengatakan, dirinya sangat mengecam kasus pengeroyokan yang menimbulkan hilang nyawa seseorang, dan ini saya sangat atensi dan ia juga bakal mengawal kasus ini dan meminta di usut tuntas,”ujar Rezka, Rabu pagi (02/02).
Dikatakan Rezka, hal ini tidak bisa di diamkan. Dari data yang didapat, sebelum ini juga sudah ada indikasi dan tindakan untuk melakukan tawuran antar pelajar.
“Saya akan atensi hal ini dan juga meminta kepada Polres Payakumbuh beserta Forkompinda dan dinas pendidikan untuk bisa menindak tegas oknum serta mengantisipasi situasi ke depan dan ia berharap agar kejadian ini yang terakhir kali terjadi di dunia pendidikan Kota Payakumbuh dan sumbar secara umumnya,”kata Rezka.
Dirinya juga menyampaikan bahwa kita butuh generasi muda yang bertarung dalam prestasi bukan dengan berkelahi.
Seperti diketahui Habib Fahri siswa kelas XII di SMKN 2 Payakumbuh korban perkelahian sesama pelajar meninggal dunia di RS Ahmad Muchtar Bukittinggi pada Selasa (1/2) kemaren. Habib yang sempat mendapat perawatan medis di RSUD Adnan WD dan Achmad Muctar Bukittinggi.
Menurut informasi yang dihimpun awak media di lapangan, perkelahian terjadi pada Senin, (31/1) usai jam belajar sekolah usai.
Perkelahian 1 lawan 5 terjadi di dekat Terminal Bus Koto Nan Ampek yang juga tidak jauh dari lokasi Kampus SMKN 2 Payakumbuh. Dalius Kepala SMKN 2 Payakumbuh kepada awak media pada Selasa, (2/2) sore mengatakan bahwa kejadian terjadi usai jam sekolah habis dan lokasi kejadian tidak jauh dari sekolah.

Kasat Reskrim, AKP. Akno Pilindo mengatakan kelima orang siswa itu hingga kini diamankan sementara di Mapolres Payakumbuh Kawasan Labuah Silang untuk pemeriksaan lebih lanjut dan sembari pihak kepolisian melakukan autopsi terhadap Jenazah korban yang diduga akibat penganiayaan itu.
”Untuk sementara kami mengamankan lima orang siswa dari kelas berbeda, saya masih dirumah duka hingga saat ini, rencananya jenazah korban akan dibawa ke Padang untuk dilakukan Autopsi,” sebut Kapolres Payakumbuh, AKBP. Alex Prawira melalui Kasat Reskrim, AKP. Akno Pilindo, Selasa, (1/2) kepada awak media.
Kasat belum menyebut lebih jauh, nama maupun kelas dari kelima orang yang diamankan tersebut, maupun penyebab pasti meninggalnya korban.
“Kelimanya tidak satu kelas, namun satu sekolah. Nanti akan kami informasikan lebih lanjut,” ujarnya.
Informasi yang didapat di lapangan jenazah almarhum akan di makamkan siang ini usai di autopsi.