32 C
Padang
Senin, April 15, 2024
spot_imgspot_img
Beritasumbar.com

Penggiat Kopi Robusta Gunung Sago Rintis Produksi Kopi Istimewa Untuk Penikmat Kopi
P

- Advertisement -

Limapuluh Kota,BeritaSumbar.com ,-Seduhan kopi sudah menjadi bahagian dalam kehidupan sehari hari masyarakat negeri ini dari dahulu. Baik di setiap pertemuan formal maupun non formal. Atau saat rehat bekerja. Melihat akan celah usaha ini banyak petani Limapuluh Kota mulai menggiatkan menanam kopi.
Ketika awak media ini bersama Afridel Ilham salah seorang tokoh muda dari Kecamatn Luak ini mencoba menelusuri akan tanaman kopi di Luak Limopuluah ini tepatnya di Manangkadok Nagari Sungai Kamuyang Kecamatan Luak, Suguhan kopi panas hasil olahan masyakarat daerah ini menyambut dengan penuh keakraban. Cita rasa kopi jenis Robusta menghiasi suasana petang Kamis minggu kemaren di salah satu warung di Manangkadok tersebut.
Wempi, Donal dan Alek Mandona, penggiat kopi yang berhasil ditemui di pondok kopi di lereng gunung Sago yang dijumpai senja itu, menamai kopi produksi mereka dengan sebutan Kopi Luli singkatan dari “Luak Limopuluah”.
Perlahan mulai dipasarkan di Payakumbuh dan Limapuluh Kota. “Cubo lah stek dulu indak pakai gulo ko, (coba cicipi dulu tanpa gula),” ucap Donal menawari tamunya minum kopi robusta di pondok sederhana sekaligus tempat penjemuran biji kopi.
Meski masih dalam skala kecil, para penggiat kopi ini tidak patah arang, produksi kopi olahannya tetap ditawarkan kewarung-warung kopi tempat nongkrong anak muda yang menjamur di Luak Limopuluah ( Kota Payakumbuh dan Limapuluh Kota, red).
“Datang langsung untuk memasarkan ke cafe-cafe, ada yang tertarik dan ada juga yang masih dalam tahap mencoba. Alhamdulillah, sebagian besar menyukai Kopi Robusta Luli yang kita produksi,”ungkap Wempi dianggukkan Donal dan Alek.
Kopi robusta khas di lereng gunung Sago tentu memendam cita rasa tersendiri, bagi penikmat kopi akan merasakan sensasinya dilidah dan aromannya. Tidak hanya pecinta kopi lokal, penikmat kopi mancanegara juga sudah pernah datang langsung kepondok olahan kopi Luli.
“Sekedar menikmati seduhan kopi Luli yang khas di lereng gunung, ditempat tumbuhnya yang langsung di olah tangan-tangan petani muda. Sepertinya tamu dari luar negeri itu, cukup menikmati rasa kopi kita yang khas. Mudah-mudahan kedepan bisa membuka peluang pasar juga bagi kita,” harap Donal dan Alek berharap.
Anak-anak muda yang sudah bergelut di kelompok tani kreatif itu sejak beberapa tahun lalu itu, terus berinovasi. Mulai dari pengolahan terbaik, cara memetik hingga cara menjemur biji kopi untuk menghasilkan kopi istimewa terus dipelajari.
Meski keterbatasan peralatan dan sara penunjuang sebuah usaha pengolahan kopi, Wempi bersama kawan-kawan petani muda lainnya terus melangkah percaya diri.”Suatu saat usaha yang memiliki pasar cukup luas ini akan berkembang dengan baik,”sebut Wempi.
Siapakah Pilihan Anda Untuk DPRD Limapuluh Kota Dari Dapil 3 (Situjuah Limo Nagari,Luak & Lareh Sago Halaban)
Hal yang sama diungkapkan Alek dan Donal yang terus berharap bisa menghasilkan  kopi  terbaik,  diminati dan dicari para penikmat kopi.
“Mudah-mudahan kedepan jalan usaha ini akan lebih baik, sarana dan prasarana hingga mesin pengolahan yang memadai tentu jadi harapan kita bersama petani kopi disini,”harap penggiat kopi robusta, Alek dan Donal.(*/red)

- Advertisement -
- Advertisement -

BERITA PILIHAN

- Advertisement -
- Advertisement -

Tulisan Terkait

- Advertisement -spot_img