spot_imgspot_img
Beritasumbar.com

Pemkab Painan Ingatkan Nelayan Agar Waspada Perubahan Cuaca
P

Kategori -
- Advertisement -

Painan, Sumbar – Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat (Sumbar) mengimbau nelayan tradisional di kabupaten itu agar mewaspadai perubahan cuaca yang terjadi sejak beberapa hari terakhir dalam melaut.

“Kami mengimbau nelayan khususnya yang menangkap ikan di perairan laut kabupaten ini agar mewaspadai gelombang tinggi dan angin kencang yang berpeluang terjadi hingga beberapa hari ke depan,” kata Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan, Pesisir Selatan Yozky Wandri di Painan, Minggu.

Sebelum berangkat melaut, nelayan agar jeli melihat tanda-tanda yang mengkhawatirkan terjadinya cuaca buruk dalam melaut. Apabila terlihat tanda-tanda membahayakan, nelayan hendaknya dapat menunda dahulu rencananya melaut, demi keselamatan.

Menurutnya, cuaca buruk bisa terjadi kapan saja, namun untuk menghindari kecelakaan di laut, nelayan diharapkan selalu memantau perubahan cuaca yang ditandai awan hitam, hujan disertai angin kencang seperti yang terjadi pada beberapa hari terakhir.

Kewaspadaan itu sangat penting, sebab kondisi cuaca yang dapat mendatangkan gelombang tinggi dan tiupan angin kencang itu cukup membahayakan bagi nelayan.

Seperti yang terjadi sejak beberapa hari terakhir daerah itu selalu diguyur hujan, tidak tertutup kemungkinan angin kencang juga dapat terjadi pada cuaca yang sering berubah ubah itu.

Sementara Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pesisir Selatan Pri Nurdin, mengatakan, hingga beberapa hari ke depan kabupaten itu berpeluang terjadi hujan, gelombang tinggi serta angin kencang juga dapat terjadi.

“Meski berpotensi hanya hujan ringan hingga sedang, namun sebaiknya masyarakat mewaspadai datangnya angin kencang serta gelombang tinggi, ” katanya.

Ia mengimbau, tidak saja nelayan, namun masyarakat lainnya juga harus mewaspadai kondisi cuaca saat ini. Jika datang angin kencang, seluruh aktivitas di luar rumah hendaknya dapat dikurangi.

Meski pada umumnya cuaca di kabupaten ini terkadang terlihat cerah, namun tiba-tiba berpeluang hujan deras, begitu juga angin kencang maka itu masyarakat diimbau harus tetap waspada, katanya.

Sesuai dengan letak geografis daerah itu yang berada di pingir-pingir pantai dan banyak aliran sungai, maka rawan akan segala macam bentuk bencana. Selain itu, warga mayoritas bermukim di daerah rawan tersebut sehingga setiap waktu bahaya selalu mengancam, parahnya pada cuaca ekstrim seperti saat ini.

Dari 15 kecamatan dan 182 Nagari (Desa Adat) yang ada di kabupaten ini, semuanya rawan terhadap bencana. Khusus nelayan, ancaman hujan yang disertai angin kencang dan gelombang tinggi berpotensi terjadi hingga beberapa hari ke depan.

 

(Ant/Oleh Junisman)
- Advertisement -

BERITA PILIHAN

- Advertisement -
- Advertisement -

Tulisan Terkait

- Advertisement -spot_img