Payakumbuh, Beritasumbar.com – Institut Darul Quran (IDAQU) Payakumbuh dinilai oleh Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT), seiring alih status perguruan tinggi dari sekolah tinggi menjadi institut.
Kegiatan dalam rangka surveilen akreditasi perubahan dari sekolah tinggi menjadi istitur tersebut diselenggarakan pada Kamis, 21/8 di Kampus Institut Darul Quran (IDAQU) Payakumbuh.
Rektor Institut Darul Quran (IDAQU) Payakumbuh Dr. Ahmad Deskii, MA mengatakan pasca keluarnya SK alih status pada Oktober tahun kemarin, makanya kampus tersebut resmi menjadi institut.
“Rangkaian dalam rangkaian alih status ini, pada tahu 2022 diajukan empat prodi, namun yang keluar izin cuma 2. Pada berubah aturan yang awalnya syarat jadi institut enam prodi menjadi empat. Maka diajukan alih status, ” Katanya.
Rektor berkomitmen dengan alih status tersebut juga seiring dengan perbaikan kampus, baik sarana prasarana, pelayanan, maupun kualitas lulusan.
Ketua Yayasan Darul Furqan Devitra, S. Sos, M. Si mengatakan kegiatan ini cukup penting karna berkenaan dengan akreditasi kampus ke depannya.
“Ini kegiatan yang cukup penting. Semoga dapat hasil yang baik untuk kampus kita, ” katanya
Sementara itu Ketua LKAAM Kota Payakumbuh yang juga Pengawas Yayasan Darul Furqan YB, Dt. Permata Alam mengucapkan sellamat datang di Kota Payakumbuh. Harapan punya kesan datang ke Minangkabau
Ia mendorong untuk peningkatan Sumber Daya Manusia di Kota Payakumbuh, terutama SDM untuk bidang keagaman.
“Kehadiran IDAQU akan menjadi keseimbangan sumber daya manusia, sehingga SDM umum dan agama seimbang. Antara kebutuhan jasmani dan rohani perlu diseimbangkan,” katanya. (rel)