29 C
Padang
Jumat, Maret 5, 2021
Beritasumbar.com

Nilai-Nilai Yang Terdapat Dalam Situasi Covid 19 Sesuai dengan Pembelajaran Agama Islam
N

Kategori -

Semenjak terjadinya wabah virus corona atau Covid-19 yang menimpa Negara Indonesia, berawal dari dua orang WNI yang terserang  virus ini karena berkontak lansung dengan WNA dari Jepang. Beberapa selang waktu setelah pasti terdeteksi virus Covid-19 pada WNI tersebut, barulah Presiden mengambil kebijakan untuk menetapkan keputusan lockdown bagi warga Negara Indonesia.
Keputusan ini dianggap sudah terlambat dikeluarkan, sehingga penyebaran banyak tertular ke warga lain, setelah keluarnya Surat Edaran itupun masih banyak Warga Negara Asing yang berhasil masuk ke Indonesia, seperti China, Thaiwan, dll. Sampai akhirnya beberapa minggu baru terlaksananya keputusan untuk penolakan Warga Negara Asing masuk ke Indonesia, dan pemulangan Warga Negara Asing ke negara masing-masing, serta lockdown bagi warga negara Indonesia sebagai upaya untuk memutus mata rantai penularan virus tersebut.
Selain sebagai kebijakan resmi oleh pemerintah, ada beberapa nilai pendidikan dan kedisiplinan yang dapat kita pelajari dari Lockdown atau Tetap di rumah untuk memutus mata rantai penularan Covid-19 ini. Disiplin yang  paling menonjol ialah  menjaga kebersihan dengan cuci tangan pakai sabun sesering mungkin dan menghindari keramaian, serta memperbannyak ibadah di rumah.
Dalam Pendidikan Agama Islam, berdiam diri di rumah ini saat pemutusan mata rantai penularan Covid-19 merupakan peningkatan nilai-nilai kedisipilinan dan pendidikan. Misalnya dalam beribadah dan menjaga kebersihan lingkungan serta kebersihan diri. Dalam keseharian umat Islam itu dianjurkan banyak-banyak melakukan ibadah sunat di samping menunaikan ibadah wajib.  Apabila seseorang di samping melaksanakan shalat wajib, juga bisa ditambah dengan shalat sunat, maka itu sudah merupakan nilai kebersihan yang tinggi dan nilai kedisiplinan yang baik, terutama dalam membagi waktu.
Islam merupakan agama pencegahan, yakni mencegah dari perbuatan keji dan mungkar, yang menyeru kepada kebaikan dan mencegah kemungkaran. Dalam Islam sudah diperintahkan untuk mewujudkan pola hidup sehat, pola makan sehat dan berimbang, serta perilaku dan etika makan dan minum yang baik. Dalam etika makan, Allah SWT telah berfirman dalam surat An-Nahl ayat 114 yang berbunyi:
فكلوا ممّا رَزَقَكُمُ اللهُ حَللاً طَيِّباً وَشْكُرُوْا نِعْمَةَ اللهِ إنْ كُنْتُمْ إِيَّاهُ تَعْبُدُوْنَ (١١٤)
Artinya: ”Maka oleh kalian rezeki yang halal lagi baik yang telah Allah karuniakan kepada kalian” (Q.S An-Nahl : 114)
Dari ayat tersebut sudah jelas bahwa kita diperintahkan Allah SWT untuk memakan makanan yang halal lagi baik, karena kebanyakan dari wabah penyakit menular biasanya ditularkan oleh hewan yang menyimpan bakteri-bakteri jahat. Islam sudah menetapkan hewan yang halal untuk dimakan dan yang haram dimakan, termasuk kelelawar yang menjadi penyebab utama datangnya virus corona.
Pada masa Rasulullah SAW, wabah penyakit menular sudah terjadi, wabah tersebut adalah kusta yang menular serta mematikan, dan obatnya belum ada. Untuk mengatasi wabah tersebut, Rasulullah SAW menerapkan karantina atau isolasi terhadap penderita. Ketika itu Rasulullah SAW memerintahkan untuk tidak dekat-dekat atau melihat para penderita kusta tersebut. Dengan demikian, metode karantina atau lockdown telah diterapkan juga semenjak zaman Rasulullah SAW sebagai pemutus mata rantai penularan penyakit yang berbahaya, dan saat ini juga melanda dunia.
Rasulullah SAW juga pernah memperingatkan umatnya untuk tidak mendekati wilayah yang sedang terkena wabah. Sebaliknnya, jika sedang berada ditempat yang terkena wabah, mereka dilarang untuk keluar dari daerah tersebut. Sabda Rasulullah SAW :
قَلَ رَسُوْلُ اللهُ ص.م الطَّاعُوْنَ آيَةُالرَّجْزِ ابْتَلَى اللهُ عَزَّ وَجَلَّ بِهِ ناَساً مِنْ عِباَدِهِ فَإِذَا سَمِعْتُمْ بِهِ فَلاَ تَدْخُلُوْا عَلَيْهِ وَإِذَاوَقَعَ بِأَرْضٍ وَأَنْتُمْ بِهَا تَفِرُّوْا مِنْهُ.
Artinya : “Tha’un (wabah penyakit menular )adalah suatu peringatan dari Allah SWT untuk menguji hamba-hamba Nya dari kelangan manusia. Maka apabila kamu mendengar penyakit itu berjangkit disuatu negeri janganlah kamu masuk ke negeri itu. dan apabila wabah ituberjangkit dinegeri tempat kamu berada, jangan pula kamu lari daripadanya.” (HR. Bukhari dan Muslim dari Usamah bin zaid).
Dari hadits tersebut maka khalifah negara menerapkan kebijakan dan isolasi khusus yang jauh dari pemukiman penduduk apabila terjadi wabah penyakit menular, ketika isolasi, penderita diperiksa secara detail. Lalu dilakukan langkah-langkah pengobatan dengan pantauan ketat.
Keterangan di atas bisa kita ambil ‘ibrah atau pembelajarannya bahwa:
Pertama, karantina sebagai sabda Rasulullah SAW di atas, itulah konsep karantina yang hari ini kita kenal. Mengisolasi daerah yang terkena wabah, adalah sebuah tindakan yang tepat.
Kedua, bersabar. Di dalam sebuah hadits yang diriwayatkan Imam Bukhari diceritakan, suatu kali Aisyah bertanya kepada Nabi SAW tentang wabah penyakit. Rasulullah SAW bersabda, “wabah penyakit itu adalah orang-orang yang DIA kehendaki. Allah menjadikannya sebagai rahmat bagi orang-orang yang beriman. Jika terjadi suatu wabah penyakit, ada orang yang menetap di negerinya, ia bersabar, hanya berharap balasan dari Allah SWT Ia yakin tidak ada peristiwa yang terjadi kecuali sudah ditetapkan Allah. Maka ia mendapat balasan seperti mati Syahid.”
Ketiga, berbaik sangka dan berikhtiarlah. Karena Rasulullah SAW bersabda: “Tidaklah Allah SWT menurunkan suatu penyakit kecuali Dia yang menurunkan penawarnya.” (HR. Bukhari).
Keempat, banyak-banyaklah berdo’a dan shalat sunah di sela-sela waktu yang dianjurkan, misalnya shalat sunah dhuha, rawatib, dll. Perbanyak dzikir dan membaca do’a-do’a keselamatan, salah satu contohnya yang sudah diajarkan Rasulullah SAW untuk dilafadzkan disetiap pagi dan sore, yaitu dzikir pagi dan petang.
Walaupun peneliti belum menemukan bukti ilmiahnya, tetapi logika secara sederhananya bisa kita perhatikan pada orang yang jauh dari Allah SWT, biasanya mudah mengalami stress, pada kondisi stress hormon yang bekerja adalah adrenalin, norepinephirine, dan kortisol. Hormon stress akan menyebabkan asam lambung naik, sistem imun turun sehingga mudah terkena penyakit. Sebaiknnya pada orang-orang yang beriman dan tawakkal, hormon oxytocin bekerja lebih baik, sehingga akan menghasilkan endorphin yang tinggi yang menimbulkan kedamaian dan ketenangan, sehingga sistem imun tubuh menjadi lebih kuat.
Terkait dengan wabah coronavirus atau Covid-19 ini, sebagai seorang mukmin, maka sebaiknya selain melakukan ikhtiar dengan social distancing, maka tingkatkan juga ikhtiar spiritual kita. Mari kita bertafakkur lebih jauh, semua wabah ini adalah sebuah rahmat-Nya, sebuah peringatan bagi yang berfikir untuk terus menjadikan musibah sebagai wasilah atau jalan untuk terus banyak mendekatkan diri kepada Allah SWT, sehingga ketika tingkat kepasrahan tinggi maka akan dirasakan ketenangan yang hakiki.
Dari penjelasan di atas dapat kita simpulkan bahwa dengan menjaga nilai-nilai kedisiplinan dan menjalankan aturan syari’at Islam, seperti cuci tangan setiap saat, jaga kebersihan lingkungan serta perbannyak doa dan ikhtiar dan tingkatkan keimanan dengan banyak melakukan shalat-shalat sunah yang sudah dianjurkan oleh Nabi SAW, bahkan jaga jarak dengan tidak bersentuhan terutama yang bukan muhrim, semua itu dapat menjadi upaya pencegahan penularan virus corona atau Covid-19 yang masih belum seutuhnya pergi dari bumi tercinta ini. Selain itu juga dapat meningkatkan keimanan serta intensitas kedekatan hati kita dengan Allah SWT. Dengan menjaga aturan-aturan Islam serta menjalankan ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari, maka Insya Allah bisa menjaga kita dari berbagai penyakit dan terselamatkan atau terhindar dari marabahaya. Hasbunallahu wani’mal wakil, ni’mal maula wa ni’mannashiir.
Oleh:Elni Desriwita
Mahasiswa Program Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat
 
 
 
 
 

- Advertisement -
- Advertisement -

BERITA PILIHAN

Pemko Bukittinggi Programkan Subuh Berjamaah Setiap Jumat

Bukittinggi, beritasumbar.com -- Pemerintah Kota Bukittinggi, memprogramkan setiap hari Jumat hingga tahun 2024 nanti, waji menyelenggarakan subuh berjemaah. Hal itu disampaikan Wali Kota Bukittinggi, Erman...
- Advertisement -

90 vial Vaksin Tahap II Tiba di Kota Payakumbuh

Payakumbuh,BeritaSumbar.com, - Dengan pengawalan ketatat anggota Satuan Brimobda Sumbar Yon B Pelopor Padang Panjang, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Payakumbuh kembali menerima 90 vial vaksin Covid-19 untuk tahap II dan langsung disimpan di Gudang Instalasi Farmasi Dinkes Kelurahan Ibuh, Selasa (02/03) siang.

3 Orang Bandar Dan Pemakai Narkoba Dibekuk Tim Sapu Jagat Polres Pessel

Pesisir Selatan,BeritaSumbar.com,-Opsnal Sapu Jagat Resnarkoba Polres Pesisir Selatan menangkap tiga orang pemakai dan pengedar narkoba jenis ganja juga sabu - sabu di dua tempat berbeda. Di wilayah hukum Polres Pesisir Selatan. Rabu (3/3).
- Advertisement -

KPUD Padang Pariaman Gelar Rapat Evaluasi Pilkada 2020

Padang pariaman,BeritaSumbar.com,- Dengan telah usainya pelaksanaan pemilihan kepada daerah serentak 2020, KPUD Padang Pariaman Gelar rapat evaluasi pelaksanaan pilkada. Rapat tersebut digelar selama dua hari di salah satu hotel di Kota Bukittinggi.

Lantik Ny.Lira Rizki Kurniawan Nakasri Sebagai Ketua Dekranasda Limapuluh Kota, Ini Pesan Dekranasda Sumbar

Padang, beritasumbar.com - Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Sumatera Barat, Ny. Harnely Mahyeldi melantik 11 orang Ketua Dekranasda kabupaten dan kota daerah itu...
- Advertisement -

Tulisan Terkait

USTADZ GURU; SANG KOMANDAN

“Pandai mengeluh sudah bawaan manusiaTak dipelajari sepertinya dia datang sendiriTapi jiwa optimis harus dilatih dan ditumbuhkanSebab alam mengajarkan semua makluk bisa bertahanBahkan manusia bisa...

CURHAT NYI BLORO; RATU LAUT KIJING

“Berani karena benar, takut karena salah,Rajin pangkal pandai (pintar), bisa karena biasa,Hemat pangkal kaya, boros pangkal miskin,Maka pelajarilah sebab musababnya itu,& berharaplah takdir bisa...

BANGKITKAN KESADARAN !

“Dunia pasti berobah dan Kiamat pasti kan terjadi juaKebangkitan dan keruntuhan sebuah bangsa pasti silih bergantiBegitu juga bergulir para penguasa, atas nama jabatan dan...

SEBERKAS CAHAYA DI BUMI MEMPAWAH

“Segelap apapun dunia ini, pasti ada cahayaTergantung bagaimana kita menerimanyaKarena kita manusia dibekali akal fikiranOrang bijak kata; jika tak ada kayu rotanpun jadiMaka, setelah...

KERANJINGAN JADI PEJABAT

“Setiap (pejabat) ketua atau sejenisnya adalah PemimpinTapi setiap Pemimpin belum tentu jadi pejabat,Karena Pemimpin adalah amanah terberat dari-Nya,Maka, tidaklah sulit menjadi pejabat ini dan...

TAN GINDO; APA YANG ENGKAU CARI !?

“Mereka-dia yang berjasa dalam hidupmu,semua yang tersedia dalam jagat rayaSekecil apapun itu, sifat dan ragam bentuknyaSemua adalah ayat-ayat Tuhan yang berjalanBerbagai peristiwa adalah bentuk...

SEKOLAH MERDEKA-KU (2)

"Diri kita bukan hanya milik sendiri, tapi juga orang terdekat,bahkan, darah orang tua dan sanak saudara kita mengalir dalam nadi,namun ingat, ada teman-sahabat dan...

SEKOLAH MERDEKA-KU (1)

“Ketika ruh ditiupkan sang Khalik dalam Rahim ibumu dan diterima,Sebuah modal hidup; mata, mulut, hati dan fikiran dan lainnya sudah tersediaNamun, kenapa engkau penjarakan,...

CUDIN, SAHABAT YANG UNIK

“Siapapun orang disekitarmu atau diluar sana, Mereka adalah mereka, dia adalah dia…! jangan berharap mereka kan pernah menjadi dirimu atau dirimu akan menjadi seperti mereka dan dia berkacalah dan jadilah dirimu sendiri…”

Mama, Aku Pengin Jadi Pilot Pesawat Tempur

“Hidup tanpa cita-cita seperti berlayar tampa nahkoda, …maka bermimpilah, sebelum mimpi itu dilarang”
- Advertisement -