24.5 C
Padang
Kamis, Oktober 28, 2021
spot_imgspot_img
Beritasumbar.com

Literasi Digital Kemen Kominfo Digelar di Bukittinggi secara Virtual
L

Kategori -
- Advertisement -

Bukittinggi,BeritaSumbar.com, — Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemen Kominfo) kembali mengadakan kegiatan Literasi Digital untuk mengedukasi masyarakat agar bijaksana dalam menggunakan media digital. Kegiatan ini digelar di 77 Kota dan Kabupaten yang berada di area Sumatera II, mulai dari Aceh sampai Lampung.

Acara yang dihadirkan secara virtual ini diikuti peserta sebanyak 600 orang di setiap kegiatan yang ditujukan kepada PNS, TNI Polri, Orang Tua, Pelajar, Penggiat Usaha, Pendakwah dan sebagainya.

Terdapat empat kerangka digital yang diberikan dalam kegiatan tersebut, antara lain Digital Skill, Digital Safety, Digital Ethic, dan Digital Culture dimana masing masing kerangka mempunyai beragam tema.

Sebagai Keynote Speaker, Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, memberikan sambutan tujuan Literasi Digital agar masyarakat cakap dalam menggunakan teknologi digital.

“Semoga kegiatan ini bermanfaat dalam membangun daerah melalui digital platform,” katanya.

Managing Director Lowell dan Riley Strategic Communication Consulting, Widya Rastika yang menjadi narasumber pada sesi Kecakapan Digital, memaparkan tema kiat melawan hoaks.

“Hoaks dibuat dengan sengaja untuk menyamarkan kebenaran. Media sosial dan perangkat digital memungkinkan lisan dan kebohongan tertulis untuk didistribusikan di antara masyarakat luas begitu cepat sehingga dampak hoaks menjadi lebih signifikan,” katanya.

Kata Widya, hoaks biasanya diidentifikasi dengan menggunakan kalimat yang provokatif, kredibilitas sumber berita diragukan, menggunakan gambar, foto dan video yang direkayasa, serta mengandung unsur politis dan SARA.

“Cara melawan hoaks, antara lain, jangan mudah percaya pemberitaan di internet, jangan hanya percaya satu sumber, tetap berkepala dingin dan berpikiran jernih, telusuri alamat situs, cek apakah foto, gambar, atau video yang dimuat pernah beredar lebih dulu bersama berita lain, bergabung dengan grup anti-hoax, dan laporkan berita hoax,” terangnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Bukittinggi, Melfi Abra memberikan materi dengan tema “Wawasan Kebudayaan dalam proses transformasi digital”.

Melfi menjelaskan budaya merupakan suatu cara hidup yang berkembang, dimiliki bersama oleh sekelompok orang dan diwariskan dari generasi ke generasi.

“Era globalisasi telah membawa perubahan ruang dan waktu, sistem informasi dan teknologi berkembang, sistem perdagangan dan produk ekonomi berubah, sistem transportasi semakin maju, serta sistem dan nilai budaya juga ikut berubah,” katanya.

Dosen STMIK Indonesia Padang, Tri Apriyanto Sundara dalam paparannya menjelaskan etika digital merupakan ilmu tentang apa yang baik dan apa yang buruk dan tentang hak dan kewajiban moral.

“Tujuan etika digital ialah membentengi warganet dari dampak negatif internet serta menjaga perasaan dan kenyamanan pengguna lain,” jelasnya.

Keterampilan digital, sambung Tri, mencakup pengetahuan soal cara berkomunikasi, kolaborasi, interaksi, menciptakan konten, membuat artifak digital, dan artificial intelligence.

“Warganet harus tetap waspada terhadap disinformasi, hati-hati terhadap deepfake, waspada pada pengalaman pengguna yang adiktif, pengguanaan artificial intelligence yang bias, dan pengawasan massal,” tegasnya.

Webinar ini diakhiri oleh Nania Yusuf, mantan finalis Indonesian Idol 2004, Musisi, dan Influencer dengan Followers 31,6 Ribu. Nania menyimpulkan hasil webinar dari tema yang sudah diangkat oleh para narasumber.

“Dunia digital identik dengan transparan atau keterbukaan dimana setiap ekspresi pengguna media sosial dapat dilihat dari pengguna lainnya. Maka dari itu diperlukan pemahaman mengenai keterampilan digital,” katanya.(rel)

- Advertisement -
- Advertisement -

BERITA PILIHAN

- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -

Tulisan Terkait

- Advertisement -spot_img