spot_imgspot_img
Beritasumbar.com

KPU Sumbar Optimis Partisipasi Pemilih Meningkat di Pilkada Serentak 2020
K

- Advertisement -

Payakumbuh, BeritaSumbar – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumatera Barat tetap optimis partisipasi pemilih menggunakan hak pilihnya akan meningkar di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak 2020 meski berjalan di saat pandemi COVID-19.

Komisioner KPU Sumbar Gebril Daulay mengatakan KPU Sumbar telah menargetkan partisipasi pemilih di Pilkada 2020 ini mencapai 77,5 persen.

“Angka ini cukup jauh jika dibandingkan dengan Pilkada serentak sebelumnya pada 2015 yang partisipasi pemilih pada saat itu adalah 59,98 persen. Tentu ini menjadi tugas berat,” ujarnya saat sosialisi yang digelar KPU Payakumbuh kepada Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Payakumbuh, Sabtu (31/10)

Ia mengatakan dalam tiga kali pelaksanaan Pilkada sebelumnya di Sumbar, angka partisipasi terus menurun. pada 2005 angka partisipasi mencapai 64,26.

“Selanjutnya pada 2010, angkanya menurun menjadi 63,62 persen dan 2015 itu 59,98 persen,” katanya didampingi Ketua KPU Payakumbuh Haidi Mursal.

Terlebih pada tahun ini Pilkada akan dilakukan di tengan pandemi COVID-19 yang juga membuat banyak masyarakat takut untuk datang ke Tempat Pemungutan Suara (TPS).

Meski bergitu, pihaknya mengaku tetap optimis dalam mencapai target tersebut. Menurutnya, angka partisipasi ini akan dapat dicapai apabila seluruh kalangan masyarakat dapat mempercayai bahwa proses pemungutan suara telah berjaland dengan standar protokol kesehatan.

“Kami dari penyelenggara semaksimal mungkin telah mempertimbangkan hal ini. Jadi di TPS itu sudah sesuai protokol kesehatan, mulai dari saat pemilih datang hingga selesai memilih,” ujarnya.

Ia mengatakan kehadiran media massa dalam hal ini sangat dibutuhkan untuk dapat meyakinkan masyarakat untuk menggunakan hak pilihnya pada 9 Desember mendatang.

“Wartawan dengan tulisannya di media masing-masing tentunya akan dapat menjangkau banyak orang dan media massa memang menjadi salah satu rujukan dari banyak masyarakat. Jadi kehadiran media massa memang sangat penting,” kata dia.

Selain itu, pihaknya juga terus melakukan sosialisasi berbasis komunitas, karena komunitas memiliki anggota yang banyak dan komunitas ini juga memiliki ikatan yang kuat setiap anggotanya.

“kami juga telah bekerja sama dengan para influencer, di sini akan menyentuh langsung para pemilih milenial dan pos milenial dengan caranya sendiri dalam bersosialisasi,” ujarnya.

Selanjutnya, KPU Sumbar juga telah bekerja sama dengan lembaga pendidikan baik sekolah atau pun kampus.

Sementara itu, narasumber sosialisasi Hary Effendi mengatakan bahwa untuk dapat meningkatkan partisipasi pemilih memang dibutuhkan sosialisasi agar masyarakat dapat diberikan pelajaran dan pemahaman.

“Baik itu dari segi kesehatannya, tahapan pemilih dan proses pemungutan susara itu sendiri. Jadi memang sedikit ekstra, mungkin langkah yang saat ini itu baik dengan melibatkan wartawan,” kata dia. (*)

- Advertisement -

BERITA PILIHAN

- Advertisement -
- Advertisement -

Tulisan Terkait

- Advertisement -spot_img