30.1 C
Padang
Rabu, Mei 18, 2022
spot_imgspot_img
Beritasumbar.com

Kelanjutan Dugaan Korupsi Dana Covid-19 Di Payakumbuh, Kejari Tunggu Hasil Audit
K

- Advertisement -

Payakumbuh, beritasumbar.com – Kejaksaan Negeri (Kejari) Payakumbuh, Sumatera Barat (Sumbar) menunggu audit untuk kelanjutan pengusutan dugaan korupsi dana Covid-19 di Kota Payakumbuh.

“Dalam Satu dua minggu ke depan ini mudah-mudahan sudah selesai audit-nya. Tapi karena masih dalam proses penyidikan, kami tidak bisa membuka materinya kepada rekan-rekan media,” kata Kajari Payakumbuh, Suwarsono, Rabu (19/1).

Ia mengakui  sampai sejauh ini baru satu orang yang ditetapkan sebagai tersangka. Meski begitu, dia tidak menutup kemungkinan akan ada tersangka baru yang akan ditetapkan.

“Ya, seperti yang saya katakan, korupsi ini memang tidak akan dilakukan seorang diri. Tunggu saja informasi lebih lanjutnya,” jelasnya.

Menanggapi simpang siurnya informasi di tengah-tengah publik, pihak Kajari Payakumbuh menegaskan bahwa pihaknya terus bekerja dan tidak mendiamkan kasus tersebut.

“Bukan mandek atau apa, tetap jalan seperti seharusnya. Jangan berpikiran angat-angat tahi ayam, tidak ada itu. Proses tetap jalan,” tegasnya.

Sebelumnya, pihak Kejari Payakumbuh pada pada 25 November 2020 menetapkan  Kadinkes Kota Payakumbuh, BKZ sebagai tersangka dalam kasus dugaan penyimpangan dana COVID-19 tahun anggaran 2020.

Penetapan tersangka dilakukan, setelah BKZ menjalani pemeriksaan di Kantor Kejari Payakumbuh , Kamis (25/11) sore. Untuk sementara pihak pihak Kejari Payakumbuh menetapkan satu orang tersangka dalam kasus tersebut.

“Untuk sementara menetapkan satu orang tersangka atas nama BKZ,” kata Suwarsono didampingi Kasi Pidsus Satria Lerino dan Kasi Intel Robby Prasetya saat memberikan keterangan pers usai penetapan Kadinkes Payakumbuh tersangka.

Belum adanya informasi terbaru dari pihak Kejari Payakumbuh setelah ditetapkannya Kadinks Kota Payakumbuh, BKZ sebagai tersangka pada kasus dugaan korupsi dana COVID-19 tahun 2020 mulai memunculkan pertanyaan di ruang publik.

Pertanyaan itu mulai meruak di ruang-ruang publik karena sampai sejauh ini sudah hampir dua bulan pasca-penetapan tersangka, namun belum terlihat tanda-tanda bahwa kasus akan dilimpahkan ke pengadilan untuk disidangkan. Akibatnya, mulai muncul pandangan miring yang menilai bahwa Kejari lamban dalam menangani kasus dugaan korupsi itu. (Di)

- Advertisement -
- Advertisement -

BERITA PILIHAN

- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -

Tulisan Terkait

- Advertisement -spot_img