Sijunjung, beritasumbar.com – Isu yang sempat heboh di Kabupaten Sijunjung beberapa minggu belakangan mengenai dugaan perselingkuhan Wakil Ketua DPRD setempat H. Bakri,SH setelah ditelusuri Badan Kehormatan (BK) DPRD setempat, maka disimpulkan berita atau informasi tersebut tidak benar.
BK DPRD Kabupaten Sijunjung menyampaikan beberapa kesimpulan setelah melakukan penelusuran untuk menjernihkan persoalan yang menyangkut berita perselingkuhan pimpinan DPRD Sijunjung media massa dan media sosial yang diisukan bahwa H. Bakri,SH digrebek dengan istri orang di Hotel Parai Sawahlunto, Minggu (03/10), yang mana penggrebekkan dilakukan oleh suami dari wanita selingkuhan istri pimpinan DPRD tersebut.
Kesimpulan BK ini disampaikan di Ruang Badan Musyawarah (Bamus) DPRD Sijunjug oleh Ketua BK, Mukhlis SHI, Wakil Ketua, Drs. Effendi Nangkodo, dan Antonio Oksa Mursil SE sebagai anggota, Seninm (18/10). Kesimpulan BK tersebut yang ditanda tangani pimpinan dan anggota BK DPRD Sijunjung.
Mukhlis menyebutkan hasil kesimpulan BK DPRD Sijunjung ada beberapa poin, pertama tidak ditemukan bukti-bukti terfokus peristiwa di Hotel Parai City Sawahlunto. Kedua, tidak ditemukan ada indikasi Bakri SH melakukan perbuatan tercela atau perselingkuhan dengan Mis Komalasari.
Ketiga, agar pihak-pihak yang terlanjur menyampaikan informasi lewat media sosial dan media online yang mencemari nama baik H. Bakri SH, supaya menyampaikan hasil kerja BK sebagai bentuk pertanggungjawaban sosial.
Keempat, bila ditemukan bukti-bukti lain yang bisa dipertanggungjawabkan, maka kesimpulan ini akan direvisi.
“Dengan telah keluarnya kesimpulan BK DPRD ini, maka kasus yang sempat menghebohkan Ranah Lansek Manih tentang berita perselingkuhan Wakil ketua dengan seorang wanita Mis Komalasari, sudah selesai,” katanya.
Sebelumnya Wakil Ketua DPRD Sijunjung H. Bakri telah membantah atas adanya tudingan yang dialamatkan pada dirinya atas dugaan perselingkuhan dengan istri orang, dan isu tersebut semua berita hoaks.
“Itu jelas tidak benar, itu fitnah semua berita hoaks,”tegas Politisi Partai Demokrat dalam keterangan persnya kepada wartawan minggu lalu.
Menurutnya, dari plat nomor mobil yang diisukan saja tidak benar. Padahal saat jam yang disangkakan, dirinya itu sedang berada di rumah dan itu semua tidak benar.
“Bahkan pagi itu saya juga ke Rumah Dinas Ketua DPRD Bambang Surya Irawan, pada siangnya beraktifitas di rumah, sorenya nonton pertandingan voly ball di Jorong Pematag Sari Bulan Nagari Muaro,” jelasnya.
Ia menambahkan, semua ini adalah permainan politik karena saya bergelut di dunia politik, maka masalah seperti ini sudah harus dihadang.
“Pokoknya masalah ini kita cari jalan penyelesaian yang terbaik, yang penting kita tidak mau berpolemik dengan kasus remek temek yang tak jelas sumbernya,” tegasnya. (Alim)