26.1 C
Padang
Jumat, Oktober 22, 2021
spot_imgspot_img
Beritasumbar.com

Dampak Pandemi, Kelulusan Siswa SD-SMP Di Sijunjung Kewenangan Penuh Pihak Sekolah
D

Kategori -
- Advertisement -

Sijunjung, – Penentuan kelulusan siswa kelas VI dan IX tahun 2021 kewenangannya di serahkan sepenuhnya kepada pihak sekolah, mengingat saat ini masih masa Pandemi Covid-19.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sijunjung, Usman Gumanti, Senin (15/3) mengatakan kondisi saat ini serba sulit, karena kita harus mematuhi protokol kesehatan untuk kelangsungan pendidikan di daerah ini.

“Tahun ini tidak ada ujian nasional sesuai dengan surat edaran kementerian pendidikan dan kebudayaan RI nomor 1 tahun 2021 tertanggal 4 Februari 2021, tentang ketiadaan ujian nasional dan kesetaraan,” katanya.

Ia menjelaskan, pengganti ujian akhir nilai rapor siswa mulai dari kelas 1 sampai semester terakhir untuk sekolah dasar sangat menentukan bagi kelulusan siswa yang tidak melaksanakan ujian sekolah.

Bagi sekolah yang melaksanakan ujian sekolah, maka nilai ujian sekolah akan dikombinasikan dengan nilai- nilai tugas yang berikan guru pada masa pembelajaran di rumah.

Begitu juga dengan siswa kelas IX pada tingkat SMP, nilai tugas-tugas yang diberikan guru mata pelajaran sangat menentukan hasil akhir siswa kelas lX, kemudian ditambah dengan nilai ujian sekolah.

Untuk soal-soal ujian sekolah dibuat oleh pihak sekolah. Soal yang disajikan dalam ujian sekolah adalah materi pembelajaran yang pernah diajarkan ke siswa dan guru tidak boleh membuat soal di luar materi yang sudah diajarkan kepada siswa. Jadi untuk siswa SMP, materinya bisa dari kelas Vll dan kelas Vlll. 

“Bagaimana  pembagian soal-soal tersebut sudah menjadi kewenangan pihak sekolah yaitu guru mata pelajaran bersama kepala sekolah,” jelasnya.

Pada saat ini ada beberapa sekolah yang libur karena ada gurunya yang dinyatakan positif covid-19  seperti SMP 36 Manganti Sumpur Kudus. Ia berharap kondisi ini tidak berkembang kepada siswa dan untuk itu siswa libur sampai keluar hasil swab para guru-guru yang pernah bersentuhan dengan guru yang dinyatakan positif.

Adapun jadwal ujian sekolah SD mulai 5 April ujian agama Islam, 6 April ujian  Bahasa Indonesia, 7 April ujian Matematika, 8 April ujian Pancasila, 9 April Ujian Pendidikan Ilmu Pengetahuan Alam ( IPA), 10 April ujian ilmu pendidikan Sosial ( IPS).

Sedangkan untuk Sekolah Menengah Pertama ( SMP) ujian sekolah di mulai sejak 29 Maret ujian mata pelajaran Bahasa Indonesia dan PKN, 30 Maret pelajaran matematika dan seni budaya, 31 Maret pelajaran Bahasa Inggris dan PAI, 1 April pelajaran  IPA dan PJOK, 2 April pelajaran IPS dan TIK/Prakarya, tambah Usman.

Kita berharap proses ujian sekolah tingkat SD dan tingkat SMP bisa berjalan sesuai rencana, baik para guru dan siswa terhindar dari wabah covid-19. Untuk itu seluruh warga belajar harus mematuhui protokol kesehatan covid-19, menjaga jarak, memakai masker, cuci tangan pakai sabun dengan air mengalir, menghindari kerumunan, pesannya. (Alim)

- Advertisement -
- Advertisement -

BERITA PILIHAN

- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -

Tulisan Terkait

- Advertisement -spot_img