Binwin Angkatan VI dikuti 18 pasang catin

Payakumbuh–Rasulullah SAW telah mengajarkan kita umatnya dalam mencari jodoh atau pasangan hidup itu ada 4 kriteria yang harus kita pegang, yaitu karena agama, kecantikan/ketampanan, silsilah dan harta. Begitu mulianya ajaran Rasulullah SAW ini, walau syiar agama islam telah Rasulullah SAW beliau dakwahkan, ajaran tersebut kekal hingga kini. Dan kalau kita lari dari ajaran itu, kita akan tersesat, termasuk dalam menjalani rumah tangga.

Berhubungan dalam istilah kerennya pacaran lama tidaklah menjamin pasutri akan hidup bahagia setelah melakukan prosesi akad nikah. Dalam berumahtangga semua tabiat yang tersembunyi waktu pacaran akan tampak dan muncul dengan sendirinya. Apalagi masa pacaran, pasangan lakidan perempuan itu telah melanggar norma-norma. Biasanya kajdian ini membuat rumah tagga berjalan tidak maksimal dan rawan perceraian.  Jadi, inti dari kebahagian di RT adalah pegamalan agama dari pasangan suami istri, dan marilah saling melengkapi, bukan saling mencari kesalahan yang berujung KDRT dan perceraian. Kalau terjadi perceraian, hancurlah harapan anak-anak kita. Hindari kata-kata yang tidak berguna dan dilarang agama. Marilah kita selalu meningkatkan pengetahuan dengan saling belajar, khusunya kepada yang kompeten di bidang pembinaan keluarga sakinah.

Hal tersebut dipapar secara terperinci Kepala Kankemenag, Asra Faber dalam pembinaan perkawinan (Binwin) Angkatan VI yangdilaksanakan di aula serbaguna kankemenag pada Rabu (15/110. Kegiatan ini diikuti oleh 18 pasang catin yang berasal dari 5 kecamatan di Kota Payakumbuh.

Sebagaimana diterangkan Kasi Bimas Islam, Endra Rinaldi sebagai leading sector kegiatan ini.

“Binwin Angkatan VI ini diikuti 18 pasang catin, 5 pasang catin dari Kec. Payakumbuh Utara, % catin dari Payakumbuh Timur, 1 pasang catin dari Latina, 6 pasang catin dari Kec. Payakumbuh Barat dan 1 pasang catin dari Payakumbuh Selatan. Dari 18 pasang catin ini, semuanya berstatus jejaka dan gadis dan akan mengikuti binwin selama 2 hari, hingga esok,” terang Endra Rinaldi.

Materi binwin ini dipaparkan instruktur dan narasumber pembinaan keluarga sakinah yang berasal dari jajaran kankemenag dan bekerjasama dengan Dinas Kesehatan Kota Payakumbuh.

Sebagaimana yang terlihat di sesi penyampaian materi terkait KIE kesehatan reproduksi seksual bagi catin disampaikan Kepala Dinas Kesehatan diwakili Kabid Kesmas dan P3, Hj. Hefi Suryani.

Dalam paparan materinya, Hefi Suryani lebih mengedepankan tentang metode dan langkah-langkah yang mesti dijalankan catin untuk senantiasa menjaga kesehatan alat reproduksi sebagai penunjang penting terwujudnya keluarga sakinah.

“Jajaran Dinas Kesehatan siap memberikan informasi dan bantuan kapan saja, jika dibutuhkan oleh catin. Silahkan datang dan konsultasi di Puskesmas yang ada di kecamatan,” Kabid Kesmas dan P3 sampaikan.

Salah seoraang peserta Binwin Angkata VI, Praka Yusribul Yusti yang berasal dari TNI kesatuan Batalyon 131/WB sampaikan apresiasi terlaksananya binwin ini.

“Dalam lingkungan angkatan (TNI), kita kalau mau jalankan prosesi pernikahan mesti menjalani beberapa tahapan dinas. Sebelumnya kita sudah jalani sekitar 2 bulan pembinaan mental dan rohani di kesatuan hingga ke Danrem di Padang. Semua itu adalah salah satu cara menciptakan keluarga sakinah. Untuk jajaran kementerian agama, seperti yang kita ikuti saat ini, kementerian agama juga telah berikan pembinaan. Kita semua berharap, semoga angka perceraian di Kota payakumbuh dapat diminimalisir,” ungkap Praka Yusribul Yusti.ul

loading...