BeritaSumbar.com,-Bicara mengenai kampus tidak terlepas dari banyaknya tugas. Pembuatan tugas erat kaitannya dengan penggunaan kertas. Kebutuhan kertas untuk mahasiswa meliputi kebutuhan buku-buku perkuliahan, laporan, makalah, kegiatan pre-test dan post-test dan lain sebagainya.  Seorang mahasiswa bisa menghabiskan beribu-ribu kertas dalam satu semester. Sementara itu penggunaan kertas bagi mahasiswa yang menjalankan skripsi dapat meningkat berkali-kali lipat.

Efisiensi penggunaan kertas dikalangan mahasiswa sangatlah rendah dan  kertas-kertas sering dimanfaatkan secara tidak maksimal. Banyak kertas yang hanya digunakan pada salah satu sisi dan selebihnya tidak dipergunakan atau dibuang begitu saja. Banyak mahasiswa yang tidak menyadari dampak negatif dari penggunaan kertas. Penggunaan kertas didunia terus mengalami peningkatan, seperti yang dilansir dari CNBC Indonesia.com menurut Dirjen Industri Agro Kemenperin, Panggah Susanto menyatakan kebutuhan kertas didunia saat ini sebesar 394 juta ton dan akan terus meningkat menjadi 490 juta ton pada tahun 2020. Sedangkan Indonesia menyumbang produksi kertas sebesar 13 juta ton per tahun.

Penggunaan kertas dalam skala kecil mungkin tidak menimbulkan permasalahan yang begitu berarti, namun apabila digunakan dalam skala besar maka akumulasi penggunaan kertas secara berlebihan sangat berdampak negatif terhadap kualitas lingkungan. Hasil panen kayu hutan diIndonesia sebanyak 42% digunakan untuk membuat kertas atau industri kertas. Hal tersebut akan berdampak terhadap perununan kualitas hutan dimana hutan berfungsi sebagai suplai oksigen. Selain itu dari segi pengolahan, kertas menghasilkan limbah air dengan adanya senyawa organik yang  bersifat racun bagi kehidupan akuatik. Selain limbah air, produksi kertas juga menghasilkan beberapa jenis limbah padat seperti sludge, biosludge dan pith. Limbah tersebut sangat berbahaya dan mengganggu kualitas lingkungan karena baunya yang tidak sedap. Selain itu limbah pabrik kertas umumnya mengandung logam-logam berbahaya seperti merkuri, tembaga, crom, timbal, seng dan nikel.

Banyaknya dampak negatif dari penggunaan kertas, maka diperlukan upaya untuk meminimalisir hal tersebut. Kampus sebagai pihak yang banyak menggunakan kertas perlu membuat program pengalihan pembuatan tugas dari media kertas ke media online untuk mendukung dan mewujudkan gerakan Go Green dikalangan kampus. Saat ini perkembangan teknologi sangat pesat, dimana dengan internet komunikasi dapat dilakukan dengan mudah dan cepat.

Internet menjadi pilihan alternatif pencaharian informasi bagi mahasiswa selain perpustakaan. Melalui internet, mahasiswa dapat mengakses berbagai informasi dan ilmu pengetahuan sesuai dengan kebutuhan yang relavan dengan kepentingan akademik. Internet menjadi sumber informasi yang mempunyai banyak manfaat dibandingkan sumber informasi lainnya. Secara tidak langsung kehadiran internet dapat mengeliminasi fungsi kertas, dimana melalui internet aktivitas dalam mengerjakan tugas perkuliahan dapat dilakukan secara mudah, murah, cepat dan efisien. Informasi-informasi perkuliahan, seperti modul, materi, tugas dan lain sebagainya dapat diakses secara online, dimana mahasiswa tidak perlu lagi melakukan kegiatan print dan photocopy, sehingga dapat mengurangi penggunaan kertas.  Hal ini dapat dipandang sebagai bentuk penghematan dan dalam upaya pelestarian lingkungan.

Berdasarkan fungsi internet yang dapat menggantikan fungsi kertas, maka diharapkan pihak kampus dapat lebih meningkatkan penggunaan teknologi yang ada pada saat ini. Pemanfaatan internet selain mengurangi penggunaan kertas juga dapat dipandang sebagai upaya dalam peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) dalam perkembangan teknologi.

Penulis: Jihan Fadillah & Sintia Rahmadani
Mahasiswa Universitas Andalas

loading...