Wabup Harapkan Pengurus Dekopimda Giatkan Koperasi di Sijunjung
Sijunjung, beritasumbar.com – Wakil Bupati Sijunjung Iradatillah mengharapkan Pengurus Dekopinda yang baru saja dilantik untuk dapat berbuat lebih mengiatkan koperasi di Ranah Lansek Manih, walaupun modal stempel saat ini.
Ia mengatakan, pemerintah daerah akan memberikan perhatian serius untuk kemajuan koperasi di daerah itu. Hal ditegaskan Wabup Pelantikan/Pengukuhan Dekopinda Kabupaten Sijunjung periode 2022-2027, berjalan lancar dan tertib di Aula PUPR Sijunjung, Kamis (29/9).
Ia mengatakan ada 108 koperasi di Kabupaten Sijunjung, hanya 74 yang aktif dan 14 yang sehat.
“Untuk mengubah hati dan pemahaman generasi muda tentang koperasi menjadi kewajiban kita bersama masalah koperasi menjadi perhatian kita bersama,” katanya.
Pengurus yang baru, harus berbuat lebih untuk membangun koperasi di daerah itu, walaupun modal stempel demi perekonomian masyarakat.
“Kemudian pengurus dekopinda segera menyiapkan program kerja, kedua menerima masukan dari koperasi yang ada.ketiga perkuat koperasi dengan sistem digital. koperasi merupakan usaha bersama. Lakukan Sinergi dengan seluruh unsur untuk memajukan koperasi di Ranah Lansek Manih. Jaga kebersamaan demi keselamatan dan kebahagiaan bersama,” jelas wabup.
Ia menambahkan, saat ini ada 108 koperasi di Kabupaten Sijunjung, hanya 74 yang aktif dan 14 yang sehat.
Ketua Dekopinwil Sumbar Hendra Irwan Rahim, titipan orang Sijunjung tentang koperasi kepada dekopinda pemerintah sudah melihat sebelah mata tentang koperasi. Koperasi sudah harus dipahami oleh kaum melineal, dimana koperasi merupakan badan usaha yang bertahan menghadapi gejolak perekonomian selama ini.
“Sementara pengusaha- pengusaha besar sudah guling tikar, tidak mampu membayar gaji karyawannya. Pada saat yang kritis ini. Koperasi masih bisa eksis dalam perputaran perekonomian di daerah ini,” katanya.
Ketua Dekopinda Sijunjung Muhklis Anwar mengatakan kondisi koperasi di daerah ini sangat memprihatinkan, pertama pemahaman masyarakat tentang koperasi sangat rendah di kalangan generasi muda, anak sekolah, tidak memahami apa itu koperasi.
Kedua dekopinda tiga memiliki fasilitas,kecuali stempel. Ketiga, kurang memiliki kemampuan untuk mengendalikan perputaran perekonomian daerah. Terakhir politikalwil pemerintah kurang berpihak kepada koperasi. (Alim)