spot_imgspot_img
Beritasumbar.com

Wako Bukittinggi: Tabungan Utsman Program Pemerintah Berantas Julo-Julo
W

Kategori -
- Advertisement -

Bukittinggi, beritasumbar.com – Wali Kota Bukittinggi Erman Safar mengatakan mengemukan program tabungan utsman yang diluncurkan pemerintah setempat merupakan salah satu formula untuk memberantas julo-julo.

“Kalau pemerintah membuat regulasi melarang julo-julo di Kota Bukittinggi, bisa saja masyarakat meminjam ke kota lain,” kata Erman pada sambutan dalam kunjungan Safari Ramadhan di Masjid Jamik Birugo, Kamis malam.

Ia menyebutkan, hal yang tepat diambil kebijakan pemerintah yaitu tabungan Utsman, sehingga masyarakat beralih meminjam ke BPRS Jam Gadang.

Menurutnya sudah banyak korban dari julo-julo. Ada tokonya yang diambil pemberi julo-julo lantaran tak sanggup lagi bayar utangnya. Julo-julo tersebut ibarat vampir, karena, setelah dipinjam, pelunasannya sangat besar.

Erman mencontohkan, jika meminjam Rp2 juta hanya diberikan Rp1.8 juta dengan lunasnya senilai Rp2.4 juta. Pembayaran dengan pinjaman sebesar Rp2 juta itu, dicicil senilai Rp60 ribu per hari.

Wako berharap, dengan adanya program Tabungan Utsman, masyarakat beralih meminjam ke BPRS Jam Gadang agar pelaku julo-julo hilang di Bukittinggi.

Memasuki hari ketiga kunjungan Tim Safari Ramadhan (TSR) Pemko Bukittinggi, dimana mengunjungi Masjid Jamik Birugo.

Tim dipimpin langsung Erman Safar ini, juga menyerahkan bantuan hibah senilai Rp9 juta yang merupakan dana untuk honor penceramah mesjid selama bulan Ramadhan.

Selain itu juga adanya bantuan dari Bank Nagari, Baznas dan Kemanag berupa Al Qur’an tafsir untuk jamaah masjid Jamik Birugo.

Pada kunjungan ketiga atau hari terakhir tim I Safari Ramadhan, Erman kembali menyampaikan berbagai program prioritas Pemko Bukittinggi, yang menitikberatkan untuk membangun manusia dan peningkatan ekonomi.

“Tahun 2022, 2023 dan bahkan di 2024, program pemerintah tidak banyak bersifat fisik. Kita tetap konsisten meningkatkan aqidah generasi muda, yang bertujuan untuk membangun karakter generasi muda dari usia dini,” paparnya.

“Seperti kita ketahui, banyak anak-anak kita setelah tamat sekolah biasa merantau atau kuliah ke daerah lain. Dengan adanya muatan lokal untuk SD Negeri dan SMP Negeri, tambahan pelajaran 2 jam yaitu Budaya Minangkabau, Fiqih, Bahasa Arab, Sejarah Islam dan Aqidah Akhlak, anak-anak dipaksa cukup bekalnya.”

“Jika bekalnya cukup, bila ada apa-apa dengan anak-anak kita di daerah lain, ia bisa tahu jalan pulang,” paparnya.

Ia menyampaikan, peluncuran program tabungan Utsman dimana margin dan seluruh biaya timbul dari pembiayaan ditanggung pemerintah, bertujuan membantu perekonomian masyarakat, khususnya para pelaku UMKM. (adil).

- Advertisement -

BERITA PILIHAN

- Advertisement -
- Advertisement -

Tulisan Terkait

- Advertisement -spot_img