27 C
Padang
Senin, Oktober 25, 2021
spot_imgspot_img
Beritasumbar.com

Sampah Membusuk di Titik Kumpul, Tak Pernah Terjadi saat Ramlan Nurmatias Pimpin Bukittinggi
S

Kategori -
- Advertisement -

Bukittinggi, beritasumbar.com — Tumpukkan sampah di titik kumpul sampah belakang Pasar Atas, tak habis dibawa Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bukittinggi, mengeluarkan aroma busuk menyengat hidung hingga radius puluhan meter, dikeluhkan masyarakat.

“Tak biasa terjadi. Apakah sisa sampah di titik kumpul sengaja dilakukan, yang tujuannya supaya wali kota Bukittinggi, Erman Safar mendapat penilaian jelek di mata masyarakat,” kata seorang warga kota Bukittinggi, H. Efi di Bukittinggi, Rabu (9/6/2021).

Menurut dia, adanya sampah tersisa alias tak habis dibawa DLH, baru kali ini terjadi, dan sudah berlangsung sekitar satu bulan terakhir ini.

“Ada apa ini. Kadis kah dibalik semua ini, yang bisa saja disangkakan belum mau move on atas terpilihnya Erman Safar sebagai wali kota. Soalnya, di zamannya Ramlan Nurmatias wali kota, tidak ada keluhan masyarakat tentang sampah,” ucapnya.

Saat dikonfirmasi ke Kepala DLH, Syafnir. Ia yang ditemui di kantornya, membantah atas tuduhan sampah sengaja disisakan di titik kumpul belakang Pasar Atas tersebut, agar padangan masyarakat jeleknya ke wali kota yang baru.

Menurut Syafnir, saat ini volume sampah memang mengalami peningkatkan. Sampah biasanya 110 ton se hari, kini mencapai 127 ton se hari.

Kurangnya armada, menurut Syafnir, juga menjadi kendala dalam membawa sampah ke TPA kota Payakumbuh.

“Armada kita ada 15 unit. Butuh dua unit lagi, termasuk tambahan delapan orang petugas, satu sopir dan tiga orang petugas memungut sampah,” katanya.

Sampah tersisa di titik kumpul sampah yang berada di belakang Pasar Atas itu, kata Syafnir, rute mobil sampah yang tadinya mengakut sampah di titik kumpul sampah dilakukan terakhir, akan diutamakan terlebih dulu untuk dipungut.

“Kerja sama masyarakat, khususnya pedagang di Pasar Atas sangat diperlukan. Buang lah sampah secara disiplin sesuai waktu yang ditentukan. Jangan sampah sudah dipungut, lalu baru dibuang ke titik kumpul,” harapannya.

Syafnir mengatakan, pernah ada sampah ditumpuk di dekat salah satu sekolah TK. Kata dia, itu dilakukan ada dugaan disengaja oleh oknum orang tak bertanggung jawab, kemungkinan untuk kepentingan politik.

“Kita punya target, tidak ada lagi titik kumpul sampah di sudut-sudut kota Bukittinggi. Semua sampah dibawa pakai mobil pick up, lalu dikumpulkan di tanah lapang yang berlokasi di belakang kantor DLH,” ucapnya.

“Banyaknya mobil pick up untuk 24 kelurahan, dibutuhkan 30 unit. Satu kelurahan bisa membutuhkan dua sampai tiga mobil pick up, tergantung luas kelurahannya. Kelurahan yang kecil, mungkin butuh satu mobil pick up saja,” paparnya.

Menurut dia, di APBD perubahan 2021, akan dialokasikan dana untuk pembelian mobil pick up sebanyak lima unit. Sedangkan pembelian 25 unit pick up akan dialokasikan di APBD 2022.

Saat ini, menurut Syafnir, untuk pengelolaan sampah di kota Bukittinggi pada 2021, telah menghabiskan dana APBD Rp17 miliar. (adil)

- Advertisement -
- Advertisement -

BERITA PILIHAN

- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -

Tulisan Terkait

- Advertisement -spot_img