26 C
Padang
Selasa, April 23, 2024
spot_imgspot_img
Beritasumbar.com

Erman Safar dan Andre Rosiade Tinjau OP LPG 3 Kg di Bukittinggi
E

Kategori -
- Advertisement -

Bukittinggi, beritasumbar.com — Anggota DPR RI Komisi VI, Andre Rosiade meminta pihak penegak hukum agar melakukan penyelidikan terkait kemungkinan adanya pembelian LPG 3 Kg dipindahkan ke 12 Kg.

“Saya minta kepada wali kota dan Pertamina mendalami hal ini, dan juga berkoordinasi dengan Kapolresta Bukittinggi. Intinya, akar permasalahan harus kita cari,” ujar Andre Rosiade saat meninjau operasi pasar LPG 3 Kg di Bukittinggi, Jumat (16/6/2023).

Disampaikan Andre, Bukittinggi yang biasanya normal 2.900 tabung, ditingkatkan 5.600 tabung masih ada kelangkaan.

“Artinya ada dugaan pidana penyelewengan, kemungkinan ada pembelian LPG 3 Kg dipindahkan ke 12 Kg,” tuturnya.

Pada kesempatan itu, Andre didampingi Wali Kota Bukittinggi Erman Safar saat turun langsung meninjau operasi pasar, terkait kelangkaan LPG 3 Kg di kota Bukittinggi.

Kegiatan berlokasi di Kelurahan Pintu Kabun, Kecamatan Mandiangin Koto Selayan (MKS), Andre menyampaikan bahwa operasi pasar ini merupakan kerja sama Pertamina Patra Jaya dan Pemerintah Kota Bukittinggi.

“Sebagai anggota DPR, kami menyerap aspirasi masyarakat terhadap kelangkaan LPG 3 Kg di berbagai titik di Sumatera Barat (Sumbar), seperti Bukittinggi, Kabupaten Agam, Tanah Datar, Padang Panjang, Payakumbuh dan Lima Puluh Kota,” ungkapnya.

Andre mengatakan telah menunjuk langsung Alfian, sebagai direktur Utama Pertamina Patra Jaya wilayah Sumbar untuk mengantisipasi kelangkaan, dan Naro Tama yang sebagi res area Sumbar agar melakukan operasi besar-besaran di beberapa titik di Sumbar secara serentak.

Andre mangatakan, saat ini LPG 3 Kg tidak hanya sulit ditemukan, harganya juga naik.

“Kalau kenaikannya beda-beda, ada yang Rp 28.000, bahkan sampai Rp 40.000. Karena kita (warga, red) butuh tentu dibeli juga,” sebutnya.

Wako Erman Safar menjelaskan bahwa, di kota Bukittinggi ini sebenarnya apa yang dinikmati itu bukan warga kota saja, namun berdekatan dengan kabupaten tetangga. Dan bahkan, bukan saja pelaku usaha kota ini juga sebaliknya, lintas perdagangan semuanya belanja di sini.

“Ditemukan beberapa kecurangan di lapangan, beberapa hari lalu, kita sudah berkoordinasi dengan Kapolresta Bukittinggi. LPG 12 Kg dijual di bawah harga eceran normal pangkalan. Itu bisa saja terjadi tindakan konsumtif dari tabung subsidi ke non subsidi,” ujarnya.

Sales Brand Manager rayon lll Sumbar, Dedi Pratama Sofyan, mengatakan, apa yang dilakukan saat ini bertujuan untuk menurunkan isu kelangkaan LPG 3 kg di kota Bukittinggi.

“Kegiatan operasi pasar hari ini serentak kita lakukan di 24 kelurahan yang ada di kota Bukittinggi, yakni di pangkalan-pangkalan dengan sbanyak 280 tabung,” sebutnya.

“Pertamina ingin menyampaikan bahwa di pangkalan itu ada. Bagi masyarakat yang ingin mendapatkan LPG 3 kg hanya membawa KTP atau KK dengan HET-nya Rp17.000,” tegasnya. (adil)

- Advertisement -
- Advertisement -

BERITA PILIHAN

- Advertisement -
- Advertisement -

Tulisan Terkait

- Advertisement -spot_img