24.9 C
Padang
Friday, November 27, 2020
Beritasumbar.com

Zulkifli Hasan Harus Banyak Belajar Dari Prestasi Irwan Prayitno Dan Mahyeldi
Z

Kategori -

Kedatangan Zulkifli Hasan Ketua Umum PAN ke Sumbar beberapa waktu lalu, membuat pernyataan yang justru menyudutkan dirinya sendiri. “Apa saudara tidak bosan dipimpin 10 tahun oleh partai itu ?” Begitulah kira-kira kalimat yang diucapkan. Bagi yang berfikir secara jernih sudah jelas kemana arah tembaknya. Kalau bukan ke partai yang memimpin saat ini di Sumbar lalu ke siapa lagi ?.

Tak baik jika “perlawan politik” dilampiaskan hanya soal rasa yang berasalan sebuah kebosanan. Hal tersebut tidak rasional dan justru Zulkifli Hasan salah alamat. Ya, kalaulah hari ini bicara kebosanan sepuluh tahun Sumbar dipimpin oleh Irwan Prayitno yang merupakan kader PKS sungguh sangat tidak masuk akal. Mana ada sebuah keberhasilan dan prestasi seorang kepala daerah, direspon dengan kebosanan. Justru malah sebaliknya, masyarakat Sumbar sangat mengapresiasi dan menyukai kepemimpinan Irwan Prayitno yang merupakan kader PKS.

Selama Irwan Prayitno menjabat Gubernur Sumbar, sudah banyak kerja nyata yang dilakukan. Baik itu dalam memajukan pembangunan maupun meningkatkan perekonomian masyarakat. Perlu diingat Gempa 2009, Sumbar sangat terpuruk. Bangunan, perokonomian sosial masyarakat luluh lantak. Dibawah kepemimpinan Irwan Prayitno Sumbar bisa bangkit kembali dan hasilnya bisa dirasakan seperti saat ini.

Irwan Prayitno merupakan kepala daerah yang bertabur prestasi. Sebanyak 345 penghargaan sudah diperoleh. Yang paling membanggakan Sumbar meraih predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) sebanyak delapan kali berturut-turut dalam pengelolaan keuangan dan penyusunan laporan keuangan dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI. Hal ini memiliki arti penting bahwa selama Irwan Prayitno menjabat sebagai Gubernur Sumbar ia sangat berkomitmen menerapkan praktik pengelolaan keuangan daerah yang baik.

Disaat wabah covid-19 Irwan Prayitno sangat cepat dalam bekerja. Menyiapkan rumah sakit rujukan covid-19, menyiapkan Laboratorium Biomedik Unand sebagai tempat pemeriksaan spesimen covid-19, mengalokasikan bantuan untuk masyarakat yang terdampak covid-19 dan Irwan Prayitno menggratiskan tes Swab untuk masyarakat Sumbar. Kinerjanya tersebut juga diapresiasi oleh Presiden. Sumbar mendapatkan penilaian lima provinsi terbaik dalam penanganan dan pengendalian penyebaran covid-19. Selain itu disaat pandemi covid-19, Sumbar dibawah kepemimpinan Irwan Prayitno mampu menjadi tuan rumah MTQ nasional XXVIII sekaligus meraih juara umum.

Belum lagi bicara Mahyeldi, yang juga merupakan Calon Gubernur Sumbar dari PKS. Bak pinang dibelah dua. Kerja nyata dan prestasinya tak perlu diragukan lagi. Sebelas dua belas dengan Irwan Prayitno. Baru-baru ini Mahyeldi juga mendapatkan penghargaan Wali Kota terbaik nasional People Of The Year 2020 katagori Best Government Officer dari Metro TV. Kalau ditanya apa saja yang sudah diperbuat oleh Mahyeldi selama menjabat Wali Kota Padang dua periode? Lihat saja Kota Padang hari ini, sangat “rancak dan tacelak”. Tidak bisa didustai, itu semua adalah kerja nyata dari Mahyeldi.

Jadi, pernyataan dari Zulkifli Hasan sekali lagi sungguh tidak tepat dan salah alamat. Itu semua disampaikan sebagai bentuk rasa prustasi yang dalam atas pencapaian dan kerja nyata yang sudah dilakukan oleh PKS melalui kader terbaiknya Irwan Prayitno dan Mahyeldi di Sumbar. Seharusnya Zulkifli Hasan banyak belajar dari prestasi yang diperoleh Irwan Prayitno dan Mahyeldi. Bukan malah menyampaikan rasa kebosanan.

- Advertisement -

BERITA PILIHAN

Wako Payakumbuh Buka Pelatihan Kepemimpinan Di Alam Terbuka Untuk Lurah Dan Camat

Payakumbuh,BeritaSumbar.com, - Tingkatkan kualitas sumber daya manusia untuk membentuk sikap mental serta paradigma tentang kesuksesan dalam kerja, Wali Kota Payakumbuh Riza Falepi...

Adiba Cahya Angkat Konsep Minimalis Elegan di Videoklip Lagu ‘Kesan di Matamu’ Didukung Beberapa Brand dan Produk

Adiba Cahya, gadis belia usia 14 tahun yang memiliki kecantikan ala putri keraton dan bersuara merdu, optimis meraih kesuksesan dalam meniti karir di dunia musik. Gadis asal Surabaya yang pernah sukses ikut Indonesian Idol Junior dan The Voice Kids Indonesia ini akan merilis videoklip lagu perdananya berjudul 'Kesan di Matamu' pada Selasa 24 November 2020 di kanal YouTube Chossy Pratama Production.

Wako Payakumbuh Buka Pelatihan Kepemimpinan Di Alam Terbuka Untuk Lurah Dan Camat

Payakumbuh,BeritaSumbar.com, - Tingkatkan kualitas sumber daya manusia untuk membentuk sikap mental serta paradigma tentang kesuksesan dalam kerja, Wali Kota Payakumbuh Riza Falepi...

Sudah Zona kuning, Kegiatan PBM Tatap Muka Di Payakumbuh Mulai Rabu Ini

Payakumbuh, beritasumbar.com - Setelah ditetapkan kembali sebagai daerah zona kuning atau daerah dengan zona penyebaran rendah, Pemerintah Kota Payakumbuh, Sumatera Barat akan...

Tak Kunjung Penuhi Panggilan Polisi, HY Dijemput Paksa

Riau,- Akhirnya Oknum ustad kondang HY Resmi ditahan oleh unit Reskrim Polsek kota Pekanbaru pada 22 November 2020 dimapolsek kota Pekanbaru...
- Advertisement -

Tulisan Terkait

Simalakama Pandemi: Liburan atau Stay at Home?

Oleh : Niken Februani dan Siska Yuningsih - Mahasiswa Biologi FMIPA Universitas Andalas Corona sudah menjadi beban dunia sejak...

Budidaya Sri Rejeki, Pilihan Bisnis Santai Namun Menjanjikan Saat Pandemi

Oleh: Iga Permata Hany & Jelita Putri Adisti Mari mengenal salah satu jenis tumbuhan yang sedang marak dibudidayakan dikalangan...

Indikasi Bunuh Diri Relawan Covid-19 China di Brasil, Ada apa dengan Pengujian Klinis Vaksin Covid-19?

Oleh : Ramadhila Sari - Penulis adalah Mahasiswa Biologi Universitas Andalas Kasus infeksi Covid-19 meningkat di 80 negara sebagian...

Pandemi Covid-19 Dapat Mengancam Penurunan Populasi Hiu?

Oleh: Nada Julista. S - Mahasiswa Biologi FMIPA Unand Selama pandemi Covid-19 ini, tentunya kita dihadapkan dengan pencarian solusi...

Urgensi Vaksin Covid-19

Oleh: Ayu Resti Andrea Suri - Mahasiswa Biologi Universitas Andalas Baru-baru ini masyarakat telah digencarkan oleh banyaknya vaksin yang...

Nauclea Orientalis, Bunga Yang Mirip Virus Corona.

Oleh: Lidia Gusvita Nasra ~ Mahasiswa Biologi, Universitas Andalas, Padang Tak hanya perkembangan kasus virus corona yang dibicarakan saat...

Kontroversi Taman Nasional Komodo, Urgensi Antara Tempat Wisata atau Konservasi Komodo?

Oleh : Hafshah Mentari Zurisah ~ mahasiswi Program Studi S1 Biologi, FMIPA, Universitas Andalas. Siapa yang tidak tahu Taman...

DIKLATSAR Pecinta Alam Penting Bagi Pendaki Modern Maupun Pendaki Pemula

Oleh : SEPTIANI (Raff 400 Tst) ~ Mahasiswa Jurusan Biologi, FMIPA, Universitas Andalas. Diklatsar Pecinta Alam, sebuah kata yang...

Waspada, Rumpon Asing Si Pembawa Masalah di Perairan Indonesia

Oleh : Dika Putri Sehati dan Shania Refka Fandesti ~ Mahasiswa Biologi, FMIPA, Universitas Andalas. Laut Natuna merupakan salah...

2021 Tatap Muka, Selamat Tinggal Kuliah Daring

Oleh : Niken Februani dan Siska Yuningsih ~ Mahasiswa Biologi FMIPA Universitas Andalas Sudah hampir 10 bulan semenjak Presiden...
- Advertisement -