23 C
Padang
Rabu, Oktober 20, 2021
spot_imgspot_img
Beritasumbar.com

Wawako Bukittinggi Terpilih Marfendi Bantah Statemen Nolkilometer OPD
W

- Advertisement -

Bukittinggi, www.beritasumbar.com – Wakil Wali Kota Bukittinggi terpilih, Marfendi membantah pernyataan akan menolkilometerkan salah satu OPD di pemko setempat, seperti diberitakan sebuah media online beberapa hari lalu.

“Sementara, berita lain terkait pemanfaatan rumah dinas wali kota di Belakang Balok boleh dipergunakan masyarakat, itu bukan statemen pribadi saya sebagai wakil wali kota Bukittinggi terpilih, tetapi sifatnya penyampai apa yang menjadi salah satu rencana wali kota Bukittinggi terpilih, Erman Safar,” kata Marfendi di Bukittinggi, Minggu, (14/2/2020).

Disampaikan, pemberitaan di media online tersebut sudah diberitahukan kepada wartawan yang bersangkutan, dan melingkari paragraf yang bukan statemennya.

“Setelah saya lingkari, saya kirim kembali kepada wartawannya sekaligus diiringi pesan bahwa pemberitaan itu, bersumber dari pemikiran wartawannya sendiri,” katanya.

Menurut dia, mengenaik rumah dinas wali kota boleh dipergunakan masyarakat, seharusnya wartawan bersangkutan membuat kata wali kota-nya, karena bukan statemen pribadi Marfendi sebagai wakil wali kota Bukittinggi terpilih.

“Oleh wartawan pemanfaatan rumah dinas wali kota boleh dipergunakan masyarakat, tanpa membuat wali kota, seolah statement pribadi saya sebagai wakil wali kota Bukittinggi terpilih, sangat disayangkan kekeliruan dibuat wartawan tersebut,” ucapnya.

Seharusnya, kata dia, ketika wartawan membuat berita tentang rumah dinas wali kota itu, hendaknya membuatkan nama wali kota Bukittinggi Erman Safar, bukan nama wakil wali kota Bukittinggi Marfendi.

Ia mengatakan, setelah memberitahukan melalui pesan WhatsApp, bahwa pernyataan dalam paragraf berita bukan statement dirinya, namun tidak ada tanggapan dari penulis berita di media online itu.

Ia menegaskan, setiap pertemuan, aspirasi atau pertanyaan disampaikan masyarakat, maupun wartawan kepada dirinya terkait tentang pemerintahan kota, bukan merupakan kewenangan dirinya.

“Saya menyadari dan memahami, setiap kebijakan pemko, bukan merupakan kewenangan wakil wali kota. Tapi, ada di wali kota yang akan menentukan bagaimana penerapan yang tepat guna membangun kota ini,” ujarnya.

Beberapa hari lalu, bersama dengan pengurus PKS, ia menyampaikan, telah menyambangi kantor PWI di Belakang Balok. Kedatangan tersebut, dalam rangka silaturrahmi sambil memperkenalkan struktur kepengerusan DPD PKS Bukittinggi yang baru.

“Saat bersilaturrahmi itu, ada pertanyaan dari seorang wartawan tentang sistem kerja sama kehumasan pemko Bukittinggi dengan media terkesan tebang pilih atau diskriminasi. Terkait pertanyaan itu saya jawab, hal tersebut merupakan masukan dan nanti Insha Allah kami telusuri,” katanya.

Ia menyampaikan, jawaban dari pertanyaan wartawan itu, tidak mengatasnamakan pribadi atau pun sebagai wakil wali kota terpilih, akan tetapi menyebutkan “kami”.

“Masukan akan “kami” telusuri. Maksudnya “kami” bukan saya sendiri kan, melainkan ada wali kota yang nantinya menindaklanjuti informasi yang diterima itu,” ucapnya. (Adil)

- Advertisement -
- Advertisement -

BERITA PILIHAN

- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -

Tulisan Terkait

- Advertisement -spot_img