30 C
Padang
Selasa, Oktober 19, 2021
spot_imgspot_img
Beritasumbar.com

Sinyal Koalisi Pecah 2022 Kian Santer
S

- Advertisement -

Oleh:Jerry Massie
(Direktur Political and Public Policy Studies)

Jakarta,-Tanda-tanda koalisi pemerintah Jokowi pecah kongsi bakal terjadi pada 2024. Lantaran sejumlah partai gagal menyatukan persepsi mereka terkait tahun penyelenggaraan pilkada serentak.

Bahkan untuk pilpres saya nilai masing-masing partai punya kandidat misalkan Prabowo, Anies Baswedan, Ganjar Pranowo, Sandiaga Uno sampai Puan Maharani.

Kontrak politik berakhir bisa saja hanya sampai 2022. Saat ini RUU tentang Pilkada lagi digodok dI DPR. Tarik ulur antara sejumlah partai pun masih alot.

3 Partai koalisi PDIP, Gerindra dan PPP setuju pertarungan pilkada serentak digelar 2024. Tapi 4 partai lainnya Partai Nasdem, Golkar, Demokrat dan serta PKS tak sejalan. Mereka tetap berkomitmen pikada harus digelar 2022. Sementara PAN dan PKB abstain atau menyatakan sikap.

PDIP128 kursi ditambah Gerindra (78 kursi) dan PPP (19 kursi) jadi tiga partai ini 226 kursi. Sedangkan Golkar 85 kursi, Nasdem 59, Demokrat (54 kursi) dan PKS (50 kursi) total semuanya berjumlah 248. Sedangkan masih abstain PKB (58 kursi) dan PAN (44 kursi).

Jika PAN dan PKB bergabung dengan gerbong Nasdem dan Demokrat bisa saja tahun 2022 pilkada serentak

Jadi jika suara terbanyak mendukung maka bisa jadi harapan PDIP pupus. Tapi prosesnya melalui tanda tangan presiden juga dimana ada kesepakatan antara eksekutif dan legislatif.

Saya kira Presiden Jokowi dan PDIP masih sejalan. Paling tidak, kepala negara akan membubuhi tanda tanganya menyetujui pilkada serentak 2024 bersama gerbong PDIP, Gerindra dan PPP. ujar Jerry menutup pembicaraan dengan BeritaSumbar.com pada Kamis 4/2 pagi.

- Advertisement -
- Advertisement -

BERITA PILIHAN

- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -

Tulisan Terkait

- Advertisement -spot_img