24 C
Padang
Senin, Januari 18, 2021
Beritasumbar.com

SEWA KENDARAAN POLITIK MEMANG HARUS BAYAR
S

Kategori -

BeritaSumbar.com,-Poppy Dharsono anggota Dewan Perwakilan Daerah Jawa Tengah: Saya pernah menjadi Bakal Calon Kepala Daerah tetapi dimintai uang sekian Miliar! “Bagaimana tidak akan Korupsi bila Balon Kepala Daerah dimintai uang; Saya pernah ditawari menjadi Calon Kepala Daerah di Jawa Tengah dengan syarat menyetorkan dana sekian Miliar sebagai dana usungan dari Partai Pengusung; Saya tidak tahu persinya namun dari berita yang berkembang nilai ratusan miliar, antara Rp. 200 hingga 250 miliar”demikian ungkap Poppy (MEDIA INDONESIA 12 Juli 2012).

Apa yang dikatakan Mbak Poppy bukan hal yang aneh apalagi disesali! Partai Politik itu “ibaratnya mobil rental alias sewaan sehingga memang ada ongkosnya”. Memang besar dan mahal sebab “mobilnya bukan mobil kosongan, penumpangnya sudah tersedia, tinggal Mbak Poppy mau mengajak mereka ke mana, terserah Mbak sendiri. Jangankan ke Pemilihan Kepada Daerah (Pilkada) ke Pemilu Presiden (Pilpres) pun oke-oke saja, asal cocok ongkosnya! Tetapi hati-hati bila menyewa Parpol sebagai Kendaraan Politik, jangan sembarangan.

LAIN DARIPADA YANG LAIN

Lain daripada yang lain, “sebab pendapatan Partai tidak ada yang berbanding lurus dengan pendapatan seseorang yang diusungnya dalam Pemilu! Sayangnya banyak orang yang tidak tahu atau tidak paham akan trik dagang macam begini-an! Dengan diusung oleh Partai besar mereka mengira akan mendapatkan suara yang besar pula”. Padahal seperti pepatah “jauh pinggan dari api”. Yuli di Ponorogo sana jadi Gila karena ternyata tidak terpilih sebagai Bupati padahal diusung Demokrat yang di percayanya sebagai partai besar.

Partai sekalipun berhak mengusung “sesungguhnya bukan Partai dalam arti kata keseluruhan. Yang merasa punya hak justru bukan Kader-kader Partai yang bersangkutan secara keseluruhan namun Pimpinan dan Pimpinannya bukan Pimpinan macam Pengurus ditingkatkan Dewan Pimpinan Wilayah atau Cabang kebanyakan malah (harus) Dewan Pimpinan Pusat”. Jadi yang menggotong Usungan sebenarnya hanyalah Pimpinan-pimpinan Partai. Kader sama sekali tidak diberi peran untuk menggotongnya!

Lain daripada yang lain karena sengaja memang diperlainkan makna yang sebenarnya. Logikanya kalau memang diusung Partai seharusnya yang menggotongnya adalah Kader-kader Partai yang bersangkutan bukan satu atau beberapa orang Pimpinan saja. “Akibatnya, banyak Calon Kepala Daerah sekalipun diusung Partai besar perolehan suaranya justru kecil jauh dibawah jumlah Kader Partai yang mengusungnya”.

PRINSIP KEHATI-HATIAN

Hati-hati dan waspadalah, tidak semua Kendaraan Umum lulus Uji Keur, yang lulus Keur saja masih diragukan kehandalan rem-nya. Demikian pula dengan Partai. Jangan sembarangan menyewanya! Perhatikan misalnya: “1. Kehidupan kesehariannya dalam Organisasinya, normal atau tidak; 2). Terawat atau tidak infrastrukturnya”. Prinsip kehati-hatian wajib diperlakukan, jangan menjadi sesal kemudian yang justru tidak berguna.

Banyak Partai mencantumkan Kata Demokrasi, didepan dibelakang atau ditengah namun sesungguhnya ini hanya penamaan atau penampilan saja. Kesehariannya justru Oligarki (Pemerintahan oleh beberapa orang). Logikanya kalau memang Partai Demokrasi ya … kehidupan harus “dari Anggota, oleh Anggota dan untuk anggota”. Jangan dari Pimpinan, oleh Pimpinan dan untuk pimpinan saja. Dulu Partai Golongan Karya (Golkar) pernah mengadakan Konvensi (semacam Pemilihan Pendahuluan seperti di Amerika Serikat) hanya saja sangat terbatas sekali. Pesertanya bukan Kader-kader Golkar namun Organisasi-organisasi yang ada dibawahnya. Sebuah permulaan yang bagus namun sekarang ditinggalkan alias tidak banyak lagi Partai yang melakoni atau memperbaharuinya. Yang terdapat sekarang justru melupakannya atau menguburnya hidup-hidup. Seolah-olah tidak pernah ada!

Infrastruktur Partai kebanyakan tidak terawat dengan baik. Kantor Pimpinan lebih banyak sebagai Rumah Kosong ketimbang menjadi Rumah Aspirasi, terutama Kantor DPW atau DPC-nya. Didalam Organisasi Kepartaiannya lebih sering terjadi konflik yang terkadang membikin kubu-kubu atau fraksi-fraksi yang saling menentang satu sama lainnya. Keur-nya pasti enggak bener! Jangan menyewa kendaraan yang seperti ini pasti sangat merugikan.

HADIR DI LAPANGAN BELUM TENTU DIKOTAK SUARA

Charles Frances salah seorang Motivator Bisnis Paman Sam pernah berkata bahwa “Kita bisa menghadirkan seseorang secara fisik bahkan membeli waktunya semampu Kita tetapi tidak dengan hati dan pikirannya”. Fisiknya mungkin gembira, bersorak-sorai sambil mengelu-elukan diri Kita tetapi bagaimana dengan Hati dan Pikirannya! Yang jelas belum tentu masuk ke Kotak Suara! “Hadir di lapangan belum tentu hadir di Kotak Suara”. Yang hadir didalam lapangan atau kampanye belum Kader semua. Kebanyakan justru hanya Penggembira belaka!

     Bagi siapa saja yang ingin menyewa Parpol jangan hanya mengharapkan fisik Kader-kadernya. Pastikan Hati dan Pikirannya adakah dalam kehidupan Organisasi Kepartaiannya. Kalau tidak hadir atau dianggap tidak diperlukan oleh Pimpinan Partai, lebih baik jangan menyewa sebab bakalan bikin kecewa. Kalau seperti itu berarti Partai Politik tersebut tidak ubahnya seperti sebuah Organisasi Massa belaka.

Kehadiran didalam Organisasi Kepartaiannya harus berbanding lurus dengan jumlah Kartu Tanda Anggota. Jangan mau membayar uang sewa Kendaraan Politik sebuah Parpol dengan bukti secarik kertas yang ditandatangani Dewan Pimpinan Wilayah atau Dewan Pimpinan Cabang saja. Kader-kadernya harus ikut tanda tangan, sebagai bukti bahwa mereka akan mengusung juga.

Dengan dukungan dari Kader-kader setidaknya Kita yang menyewa punya gambaran awal berapa yang akan didapat kelak, plus tambahan dari keluarga-keluarga si Kader-kader itu. Syukur-syukur bisa hadir di Kotak Suara Kita. Ingat, “vox Populi, vox Dei (Suara Rakyat, Suara Tuhan), “Suara Parpol seharusnya Suara Kader-kadernya”.

     Partai yang besar “bukan Partai yang :
1). Besar Kepala-nya alias banyak ulah tetapi banyak kerjanya untuk negeri ini;
2). Massa-nya sampai memenuhi Stadion atau Lapangan Bola namun tidak ada perwakilan di Parlemen alias tidak pernah dapat Suara.

Partai yang besar adalah Partai yang dibesarkan oleh diri mereka sendiri bahkan partai yang kecil pun dikecilkan oleh diri mereka sendiri, oleh Kader-kader dan Pimpinan-pimpinannya”.

Penulis: Teguh Arianto

- Advertisement -
- Advertisement -

BERITA PILIHAN

Waspadai ! Perbudakan Intelektual dibalik Akreditasi Perguruan Tiggi

Perguruan Tinggi / Kampus adalah salah satu wadah pendidikan yang sangat berperan penting untuk kemajuan peradaban bangsa dengan mencetak para intelektual yang berkualitas. Melalui keilmuan yang dimilikinya mereka akan terjun kemasyarakat untuk menyelesaikan berbagai problem yang dihadapi.
- Advertisement -

PWI Tanah Datar Gelar KLW

Persatuan Wartawan Indonesia Tanah Datar gelar karya latihan wartawan di pendopo Indojalito Kamis (14/01) ini.

Dengan Dana CSR, PT HKI Bantu Perbaikan Jalan Di Lareh Sago Halaban

Upaya keras dan perjuangan masyarakat Lasahan untuk perbaikan infrastruktur jalan utama di Kecamatan Lareh Sago Halaban yang menghubungkan Payakumbuh-Tanah Datar ini akhirnya berbuah manis dan segera terwujud, setelah sejumlah tokoh masyarakat dan pemuda mengadakan perbahasan final yang bertempat di ruangan Kantor Camat Lareh Sago Halaban pada Rabu (13/01) siang.
- Advertisement -

Pemko Payakumbuh Gelar Rapat Persiapan Pembentukan Kampung Dan Sekolah Tangguh

Menindaklanjuti hasil rapat Evaluasi Penanganan Covid-19, Pemko Payakumbuh menggelar rapat persiapan pembentukan kampung tangguh dan program sekolah tangguh yang bertempat di Ruang Randang Kantor Wali Kota Payakumbuh, Jumat(8/1/2021).

Laga Divisi 3 Turnamen Nusa Bersinar Cup Di NDB Ditutup Wawako Erwin Yunaz

Wakil Wali Kota Erwin Yunaz tidak setengah-setengah memberikan support kepada pemain dan panitia sejak Turnamen Nusa Bersinar CUP dihelat pertengahan Desember tahun lalu. Laga Divisi 3 yang dibuka dan diresmikan orang nomor dua di Kota Payakumbuh itu, juga ditutupnya dengan menyerahkan hadiah langsung kepada sang pemenang, Kamis (8/1) malam, di lapangan Badminton Outdoor Kelurahan Nunang Daya Bangun (NDB), Kecamatan Payakumbuh Barat.
- Advertisement -

Tulisan Terkait

Melahirkan Kepercayaan Masyarakat Untuk di Vaksinasi

Untuk lahirkan Kepercayaan Masyarakat Pada Vaksin Covid-19 pemerintah perlu lebih transparan soal vaksin Covid-19, terutama pada aspek keamanan dan biaya.

Waspadai ! Perbudakan Intelektual dibalik Akreditasi Perguruan Tiggi

Perguruan Tinggi / Kampus adalah salah satu wadah pendidikan yang sangat berperan penting untuk kemajuan peradaban bangsa dengan mencetak para intelektual yang berkualitas. Melalui keilmuan yang dimilikinya mereka akan terjun kemasyarakat untuk menyelesaikan berbagai problem yang dihadapi.

Menkes: Bantu para Tenaga Medis dengan Patuhi Protokol Kesehatan

Upaya keras pemerintah dalam menghadapi dan menangani pandemi Covid-19 di sisi hilir tidak akan lengkap bila tanpa dibarengi dengan upaya di sisi hulu atau pencegahan. Maka itu, kesadaran seluruh pihak untuk melakukan upaya proaktif mencegah penyebaran Covid-19 amat diharapkan.

Keuntungan Berbisnis Kotoran

Mungkin agak tekesan jorok istilah keuntungan berbisnis kotoran ini kita dengar. Tapi hal ini sangat membantu meningkatkan ekonomi para petani. Kotoran disini yang dimaksud adalah kotoran binatang ternak seperti sapi, kambing, kerbau atau lainnya yang banyak di pelihara masyarakat.

Universitas Bung Hatta Padang Tekan MoU dengan Yayasan Madani

Kamis 17 Desember 2020, bertempat di ruang Rektorat Universitas Bung Hatta Padang telah ditanda tangani kesepakatan atau MOU antara universitas Bung Hatta Padang dengan Yayasan Madani yang mempelopori gerakan Kembalikan Marwah Minangkabau.

Politik Dinasti dan Gerbang Meritokrasi

Bagi banyak individual, tata aturan kekerabatan tidaklah secara teoritis mengesampingkan aturan politik. Menurut definisi morgan terdahulu, kekerabatan megatur keadaan socitas dan yang kedua mengatur civitas. Atau menggunakan terminologi yang sering digunakan sekarang ini yang pertama merujuk pada struktur-struktur respositas dan kedua merujuk pada dikotomi yang jelas.

Simalakama Pandemi: Liburan atau Stay at Home?

Oleh : Niken Februani dan Siska Yuningsih - Mahasiswa Biologi FMIPA Universitas Andalas Corona sudah menjadi beban dunia sejak pertama kalinya China melaporkan adanya penyakit...

Budidaya Sri Rejeki, Pilihan Bisnis Santai Namun Menjanjikan Saat Pandemi

Oleh: Iga Permata Hany & Jelita Putri Adisti Mari mengenal salah satu jenis tumbuhan yang sedang marak dibudidayakan dikalangan ibu-ibu saat ini, siapa lagi kalau...

Indikasi Bunuh Diri Relawan Covid-19 China di Brasil, Ada apa dengan Pengujian Klinis Vaksin Covid-19?

Oleh : Ramadhila Sari - Penulis adalah Mahasiswa Biologi Universitas Andalas Kasus infeksi Covid-19 meningkat di 80 negara sebagian orang di belahan bumi utara menghabiskan...

Pandemi Covid-19 Dapat Mengancam Penurunan Populasi Hiu?

Oleh: Nada Julista. S - Mahasiswa Biologi FMIPA Unand Selama pandemi Covid-19 ini, tentunya kita dihadapkan dengan pencarian solusi terkait masalah ini dengan berbagai upaya...
- Advertisement -