24.8 C
Padang
Kamis, Agustus 5, 2021
Beritasumbar.com

SEWA KENDARAAN POLITIK MEMANG HARUS BAYAR
S

Kategori -

BeritaSumbar.com,-Poppy Dharsono anggota Dewan Perwakilan Daerah Jawa Tengah: Saya pernah menjadi Bakal Calon Kepala Daerah tetapi dimintai uang sekian Miliar! “Bagaimana tidak akan Korupsi bila Balon Kepala Daerah dimintai uang; Saya pernah ditawari menjadi Calon Kepala Daerah di Jawa Tengah dengan syarat menyetorkan dana sekian Miliar sebagai dana usungan dari Partai Pengusung; Saya tidak tahu persinya namun dari berita yang berkembang nilai ratusan miliar, antara Rp. 200 hingga 250 miliar”demikian ungkap Poppy (MEDIA INDONESIA 12 Juli 2012).

Apa yang dikatakan Mbak Poppy bukan hal yang aneh apalagi disesali! Partai Politik itu “ibaratnya mobil rental alias sewaan sehingga memang ada ongkosnya”. Memang besar dan mahal sebab “mobilnya bukan mobil kosongan, penumpangnya sudah tersedia, tinggal Mbak Poppy mau mengajak mereka ke mana, terserah Mbak sendiri. Jangankan ke Pemilihan Kepada Daerah (Pilkada) ke Pemilu Presiden (Pilpres) pun oke-oke saja, asal cocok ongkosnya! Tetapi hati-hati bila menyewa Parpol sebagai Kendaraan Politik, jangan sembarangan.

LAIN DARIPADA YANG LAIN

Lain daripada yang lain, “sebab pendapatan Partai tidak ada yang berbanding lurus dengan pendapatan seseorang yang diusungnya dalam Pemilu! Sayangnya banyak orang yang tidak tahu atau tidak paham akan trik dagang macam begini-an! Dengan diusung oleh Partai besar mereka mengira akan mendapatkan suara yang besar pula”. Padahal seperti pepatah “jauh pinggan dari api”. Yuli di Ponorogo sana jadi Gila karena ternyata tidak terpilih sebagai Bupati padahal diusung Demokrat yang di percayanya sebagai partai besar.

Partai sekalipun berhak mengusung “sesungguhnya bukan Partai dalam arti kata keseluruhan. Yang merasa punya hak justru bukan Kader-kader Partai yang bersangkutan secara keseluruhan namun Pimpinan dan Pimpinannya bukan Pimpinan macam Pengurus ditingkatkan Dewan Pimpinan Wilayah atau Cabang kebanyakan malah (harus) Dewan Pimpinan Pusat”. Jadi yang menggotong Usungan sebenarnya hanyalah Pimpinan-pimpinan Partai. Kader sama sekali tidak diberi peran untuk menggotongnya!

Lain daripada yang lain karena sengaja memang diperlainkan makna yang sebenarnya. Logikanya kalau memang diusung Partai seharusnya yang menggotongnya adalah Kader-kader Partai yang bersangkutan bukan satu atau beberapa orang Pimpinan saja. “Akibatnya, banyak Calon Kepala Daerah sekalipun diusung Partai besar perolehan suaranya justru kecil jauh dibawah jumlah Kader Partai yang mengusungnya”.

PRINSIP KEHATI-HATIAN

Hati-hati dan waspadalah, tidak semua Kendaraan Umum lulus Uji Keur, yang lulus Keur saja masih diragukan kehandalan rem-nya. Demikian pula dengan Partai. Jangan sembarangan menyewanya! Perhatikan misalnya: “1. Kehidupan kesehariannya dalam Organisasinya, normal atau tidak; 2). Terawat atau tidak infrastrukturnya”. Prinsip kehati-hatian wajib diperlakukan, jangan menjadi sesal kemudian yang justru tidak berguna.

Banyak Partai mencantumkan Kata Demokrasi, didepan dibelakang atau ditengah namun sesungguhnya ini hanya penamaan atau penampilan saja. Kesehariannya justru Oligarki (Pemerintahan oleh beberapa orang). Logikanya kalau memang Partai Demokrasi ya … kehidupan harus “dari Anggota, oleh Anggota dan untuk anggota”. Jangan dari Pimpinan, oleh Pimpinan dan untuk pimpinan saja. Dulu Partai Golongan Karya (Golkar) pernah mengadakan Konvensi (semacam Pemilihan Pendahuluan seperti di Amerika Serikat) hanya saja sangat terbatas sekali. Pesertanya bukan Kader-kader Golkar namun Organisasi-organisasi yang ada dibawahnya. Sebuah permulaan yang bagus namun sekarang ditinggalkan alias tidak banyak lagi Partai yang melakoni atau memperbaharuinya. Yang terdapat sekarang justru melupakannya atau menguburnya hidup-hidup. Seolah-olah tidak pernah ada!

Infrastruktur Partai kebanyakan tidak terawat dengan baik. Kantor Pimpinan lebih banyak sebagai Rumah Kosong ketimbang menjadi Rumah Aspirasi, terutama Kantor DPW atau DPC-nya. Didalam Organisasi Kepartaiannya lebih sering terjadi konflik yang terkadang membikin kubu-kubu atau fraksi-fraksi yang saling menentang satu sama lainnya. Keur-nya pasti enggak bener! Jangan menyewa kendaraan yang seperti ini pasti sangat merugikan.

HADIR DI LAPANGAN BELUM TENTU DIKOTAK SUARA

Charles Frances salah seorang Motivator Bisnis Paman Sam pernah berkata bahwa “Kita bisa menghadirkan seseorang secara fisik bahkan membeli waktunya semampu Kita tetapi tidak dengan hati dan pikirannya”. Fisiknya mungkin gembira, bersorak-sorai sambil mengelu-elukan diri Kita tetapi bagaimana dengan Hati dan Pikirannya! Yang jelas belum tentu masuk ke Kotak Suara! “Hadir di lapangan belum tentu hadir di Kotak Suara”. Yang hadir didalam lapangan atau kampanye belum Kader semua. Kebanyakan justru hanya Penggembira belaka!

     Bagi siapa saja yang ingin menyewa Parpol jangan hanya mengharapkan fisik Kader-kadernya. Pastikan Hati dan Pikirannya adakah dalam kehidupan Organisasi Kepartaiannya. Kalau tidak hadir atau dianggap tidak diperlukan oleh Pimpinan Partai, lebih baik jangan menyewa sebab bakalan bikin kecewa. Kalau seperti itu berarti Partai Politik tersebut tidak ubahnya seperti sebuah Organisasi Massa belaka.

Kehadiran didalam Organisasi Kepartaiannya harus berbanding lurus dengan jumlah Kartu Tanda Anggota. Jangan mau membayar uang sewa Kendaraan Politik sebuah Parpol dengan bukti secarik kertas yang ditandatangani Dewan Pimpinan Wilayah atau Dewan Pimpinan Cabang saja. Kader-kadernya harus ikut tanda tangan, sebagai bukti bahwa mereka akan mengusung juga.

Dengan dukungan dari Kader-kader setidaknya Kita yang menyewa punya gambaran awal berapa yang akan didapat kelak, plus tambahan dari keluarga-keluarga si Kader-kader itu. Syukur-syukur bisa hadir di Kotak Suara Kita. Ingat, “vox Populi, vox Dei (Suara Rakyat, Suara Tuhan), “Suara Parpol seharusnya Suara Kader-kadernya”.

     Partai yang besar “bukan Partai yang :
1). Besar Kepala-nya alias banyak ulah tetapi banyak kerjanya untuk negeri ini;
2). Massa-nya sampai memenuhi Stadion atau Lapangan Bola namun tidak ada perwakilan di Parlemen alias tidak pernah dapat Suara.

Partai yang besar adalah Partai yang dibesarkan oleh diri mereka sendiri bahkan partai yang kecil pun dikecilkan oleh diri mereka sendiri, oleh Kader-kader dan Pimpinan-pimpinannya”.

Penulis: Teguh Arianto

- Advertisement -
- Advertisement -

BERITA PILIHAN

Happy Neldy Ketua DPC Gerindra Padang Pariaman Galang Dana Bantuan Untuk Gilang Penderita Kanker Hati

Padang Pariaman,BeritaSumbar.com,-Kepedulian Partai Gerindra terhadap masyarakat kurang mampu terkhusus kepada warga yang menderita penyakit terus mengalir bantuan, setidaknya dapat meringankan kehidupan mereka.
- Advertisement -

Mewujudkan Zona Integritas, Kakankemenag Lakukan Pembinaan ASN

Padang Panjang,BeritaSumbar.com,_Selesai acara Pelantikan Pejabat dan Serah Terima Jabatan Kepala Seksi Penmad Kankemenag Kota Padang Panjang, acara dilanjutkan dengan Pembinaan ASN dilingkungan Kemenag Kota Padang Panjang tentang Zona Integritas (ZI) oleh Kakankemenag H.Gusman Piliang didampingi oleh Kasubbag TU H. Bustami di Aula Kankemenag, Senin, (02/08/2021)

MTsN 5 Padang Pariaman Gelar Kegiatan Madrasah Berbagi di Momen Idul Adha.

Padang Pariaman, beritasumbar.com,- "Bahagia itu bersama, bukan sendiri. Senang itu bersama, bukan sendiri. Bahagia itu sesungguhnya sederhana, ketika digapai bersama". Itulah ungkapan yang terucap, oleh Dra. Lismaini Amir, M.Si. Kepala Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 5 Padang Pariaman, ketika disambangi awak media di ruang kerjanya usai penyerahan bantuan paket sembako kepada beberapa murid-muridnya.
- Advertisement -

Iskandar Fuaddin Pimpin Tapak Suci 140 Tanah Datar

TANAH DATAR, - Ketua Pimpinan Wilayah XIV Sumatera Barat Jel Fathullah melantik Pengurus Pimpinan Daerah Tampak Suci Putera Muhammadiyah 140 Tanah Datar periode 2019 - 2024, Minggu (1/8) di aula kantor bupati di Pagaruyung.

MTsN 5 Padang Pariaman Gelar Kegiatan Madrasah Berbagi di Momen Idul Adha.

Padang Pariaman, beritasumbar.com,- "Bahagia itu bersama, bukan sendiri. Senang itu bersama, bukan sendiri. Bahagia itu sesungguhnya sederhana, ketika digapai bersama". Itulah ungkapan yang terucap, oleh Dra. Lismaini Amir, M.Si. Kepala Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 5 Padang Pariaman, ketika disambangi awak media di ruang kerjanya usai penyerahan bantuan paket sembako kepada beberapa murid-muridnya.
- Advertisement -

Tulisan Terkait

Kuliah Daring, Belajar Sambil Bekerja Di Masa Pandemi

Penerapan Kuliah Daring berawal sejak pandemi Covid-19 pada bulan Maret tahun 2020 di Indonesia, dimana segala aktivitas perkuliahan di lakukan melalui Program Daring, adapun beragam fitur media sosial di gunakan untuk bertatap muka guna kegiatan tersebut antara lain ; Zoom Meeting, Google Meet, WAG, E-Learning,serta aplikasi media lainnya.

Mengenal Politik Praktis & Pragmatisme

Dalam praktik perebutan maupun mempertahankan sebuah kekuasaan Politik Praktis dan Pragmatisme seolah menjadi dua hal yang sulit dipisahkan, khususnya di negara Demokrasi seperti Indonesia.

Filosofi Lidi

Dari filosofi pohon kelapa yang sangat banyak manfaatnya, bahkan hampir seluruh bagian tanaman kelapa tersebut memberi manfaat untuk kehidupan manusia. Manusia sebagai makhluk yang paling sempurna tentu seharusnya juga memberi manfaat dan berperan menjaga bumi dan lingkungan setelah mengambil manfaat untuk kehidupan. Sesuai juga dengan perintah Tuhan dalam ajaran agama bahwa tujuan Tuhan menurun-kan manusia ke muka bumi ini adalah untuk beribadah dan berbuat yang bermanfaat.

Raih Keridhaan Allah melalui Etos Kerja

Dalam Manajemen Pendidikan Islam, etos kerja (semangat/motivasi kerja) dilandasi oleh semangat beribadah kepada Allah Swt. Maksudnya, bekerja tidak sekedar memenuhi kebutuhan duniawi melainkan juga sebagai pengabdian kepada Allah Swt,

Rugi Rasa Untung

Apakah beberapa fenomena terbalik yang terjadi ditengah masyarakat bangsa ini atau mungkin juga ditengah masyarakat dunia adalah pertanda bahwa kiamat sudah dekat ? Wallahu a’lam bishawab hanya Allah pencipta langit dan bumi yang tahu persis.

Mengatur Konflik dengan Teknik Mind Mapping

Konflik. Ketika kita mendengar kata itu, kebanyakan orang akan membayangkan seperti perang, rusuh, gontok-gontokan, atau orang yang berkelahi antarkampung. Tidak, sebenarnya konflik bisa dimulai dari sesuatu yang kecil. Kalau menurut psikologi, konflik itu bisa dimulai dari ketika kita merasa ada perbedaan, entah perbedaan pendapat atau perasaan tentang sesuatu hal.

DPW PTPI Sumbar Buka Bimbel & Bimtes CPNS 2021 Online

Dewan Pimpinan Wilayah Perkumpulan Trainer Profesional Indonesia Wilayah Sumatera Barat (DPW PTPI Sumbar) resmi membuka kegiatan Bimbingan Belajar (BIMBEL) dan Bimbingan Test CPNS 2021...

BUMN Berburu di Kebun Binatang

Sangat menarik menyimak perjalanan PT POS Indonesia sebuah perusahaan BUMN yang pionir dalam bidang jasa pengiriman barang dan serta pengiriman uang dalam bentuk wesel.

Kita Pancasila

Bangsa yang besar adalah bangsa yang memiliki komitmen dan memahami buah pemikiran dan cara pandang hidup yang disarikan para pendiri bangsa. Mereka telah membuat rumusan atau intisari yang digali dari jiwa bangsa ini, dari ruh bangsa ini, dari sikap hidup bangsa ini, yang berbhineka dan penuh nilai-nilai luhur.

Menanamkan Pendidikan Karakter Kepada Anak Sejak Dini

Pendidikan karakter memiliki peranan penting dalam dunia pendidikan dan sangat menarik untuk diteliti, terutama karena pendidikan karakter berorientasi pada pembentukan karakter siswa.
- Advertisement -