Senada dengan Audre dan Alan, bentuk peringatan Sumpah Pemuda yang berupa pertunjukan seni dan budaya juga didukung penuh oleh Vero, 26 tahun, yang datang dari Jakarta Timur. Baginya yang baru pertama kali ini ke Istana, momentum tersebut bisa membuatnya untuk setidaknya merasa lebih dekat dengan Presiden Joko Widodo.
“Bagus banget, soalnya kalau upacara kan biasanya membosankan ya. Kalau ini pagelaran seni, selain mengenal budaya, kita juga bisa menambah pengetahuan. Semoga setiap tahun bisa diadakan lagi. Karena bisa ngedeketin kita dengan Presiden kita sendiri,” ucapnya penuh semangat.
Selain itu, Beti, seorang ibu yang datang dari Petojo Utara mengaku tetap semangat menghadiri acara tersebut meskipun hujan deras sempat mengguyur lokasi. Ia juga berharap agar acara serupa tetap digelar di kemudian hari.
“Baru kali ini diadakan acara Sumpah Pemuda, selama ini kan cuma ada acara ketika 17 Agustus. Walaupun hujan, saya tetap hadir. Harapan ke depannya agar terus digelar yang seperti ini, biar masyarakat itu tahu bahwa Istana ini Istananya rakyat juga,” ujarnya.
(Jakarta, 28 Oktober 2016,Kepala Biro Pers, Media dan Informasi Sekretariat Presiden)
