25 C
Padang
Jumat, Mei 14, 2021
Beritasumbar.com

Ruang Kreasi Studious Luncurkan Grup Musik Berkonsep Pop Akustik Vintage, Story of Lea
R

Kategori -

BANDUNG (BeritaSumbar.com) – Pop akustik vintage punya tempat tersendiri di hati para penikmat musik. Aliran musik tersebut berhasil mengantar beberapa grup musik mancanegara untuk meraih pengakuan dunia. Di Indonesia ada Raia dan Zhia, duo cewek yang menamakan grup musik mereka Story of Lea, mereka konsisten membawakan pop akustik vintage pada setiap aksi panggung mereka di berbagai event di Kota Bandung.

Melihat potensi yang dimiliki Story of Lea, Dicky eks Drummer Five Minutes merekrut mereka untuk jadi talent binaan bagi Ruang Kreasi Studious, sebuah wadah yang didirikan untuk anak bangsa, guna berkreativitas dalam melahirkan karya. Ruang Kreasi Studious resmi meluncurkan Story of Lea  pada Minggu, 14 Februari 2021 di kanal YouTube ruangkreasi tv.

Para personal grup musik Story of Lea bersama Dicky Eks Drummer Five Minutes. (Dok. Istimewa)

Raia salah seorang personal Story of Lea yang tinggal di Bandung, saat kami wawancarai melalui akun Whatsapp-nya pada Minggu (14/2/2021) mengatakan, “Personil grup musik Story of Lea ada dua orang. Saya di vokal dan gitar, Zhia di bass. Kami mengusung genre musik pop berkonsep akustik vintage. Kami siap dibina Ruang Kreasi Studious karena visi dan misi kami sama. Pergerakan, cara, dan langkah kami satu pemikiran untuk mewujudkan cita-cita.”

Raia juga mengatakan ekspektasi Story of Lea bergabung dengan Ruang Kreasi Studious untuk mengaplikasikan dan merealisasikan karya-karya Story of Lea dalam bentuk digital dan konvensional, juga untuk mempromosikannya agar lebih dikenal oleh penikmat musik di Tanah Air. Story of Lea optimis memperkuat karakter dalam memperkenalkan konsep musik yang mereka usung, dengan mengikuti sistem dan program kerja dari Ruang Kreasi Studious.

Pada kesempatan yang sama, Dicky, salah seorang pendiri Ruang Kreasi Studious mengatakan ketertarikannya pada Story of Lea karena materi lagu dan konsep musik yang mereka usung, pop akustik vintage, karena tidak terlalu sulit untuk mengemasnya menjadi suatu produk. Selain itu, Story of Lea punya banyak perbendaharaan lagu, mereka punya attitude yang baik.

Dicky juga mengatakan, dari segi konsep musik, Story of Lea tidak akan banyak diubah oleh Ruang Kreasi Studious, hanya penampilan mereka yang akan lebih disesuaikan dengan konsep musik mereka.

“Konsep musik akustik juga sangat digilai oleh penikmat musik di Indonesia di tengah ramainya genre dan konsep musik lainnya pada saat ini, tapi masih sedikit band di Indonesia yang mengusung format akustikan. Inilah yang membuat saya yakin Story of Lea bisa mendapatkan tempat di khasanah musik Tanah Air, dengan memperdengarkan lagu mereka ke semua kalangan. Story of Lea sengaja kami luncurkan pada 14 Februari, karena lirik dan konsep musiknya, membuat saya berpikir untuk tidak melewatkan momentum di saat orang-orang merayakan hari kasih sayang,” kata Dicky.

Raia dan Zhia, personal grup musik Story of Lea. (Dok. Istimewa)

Selain itu Dicky juga mengatakan, Ruang Kreasi Studious akan meluncurkan Story of Lea bersamaaan dengan rilisnya lagu terbaru Story of Lea yang berjudul Di Antara Dia.

“Sebenarnya kami sudah merencanakan sebuah acara peluncuran Story of Lea dan lagu terbaru mereka pada salah satu venue di Bandung. Tapi karena kondisi saat ini tidak memungkinkan, maka kami memutuskan peluncuran Story of Lea dilakukan pada salah satu program live streaming di kanal YouTube ruangkreasi tv, dan lagu terbaru mereka kami rilis pada digital music stores,” kata Dicky.

Sementara itu Raia mengatakan, lagu Di Antara Dia ia tulis terinspirasi dari cerita-cerita yang dialami oleh banyak orang di sekitarnya, ia rangkum untuk dijadikan lirik sebuah lagu. Lagu tersebut bercerita tentang sepasang kekasih yang terlibat suatu hubungan yang didasari perasaan cinta yang tidak bisa dipaksakan. Namun, jauh sebelum hubungan dan perasaan itu lahir, sudah ada hubungan dengan hati yang lain. Pesan lagu tersebut agar kita tidak memaksakan sesuatu yang diharapkan dan diinginkan, jika hal itu akan menyakiti hati yang lain. Sebesar dan setulus apapun cinta itu, bukankah mencintai itu tidak selalu harus memiliki?

Juga  pada kesempatan yang sama, Zhia mengatakan, Story of Lea berdiri pada 21 Oktober 2019 di Bandung. Berawal dari satu hobi dan misi yang sama, yang pernah direncanakan untuk band mereka sebelumnya, tetapi tidak terlaksana. Karena kesibukan masing-masing, akhirnya band tersebut bubar. Namun Raia dan Zhia tetap bersemangat untuk melanjutkan misi tersebut, dengan menerapkan konsep musik yang diusung Story of Lea pada saat ini. Background bermusik para personal Story of Lea dari lingkungan keluarga.

“Story berarti cerita, semua lirik lagu karya Story of Lea berasal dari kisah nyata yang pernah dialami oleh banyak orang. Lea bila diartikan secara numerik angkanya berjumlah 18, artinya ekspresi kreatif, menurut studi numerologi. Berdasarkan itu, akhirnya kami memutuskan untuk memberi nama band kami Story of Lea. Sasaran bermusik kami tujukan untuk seluruh lapisan masyarakat, baik remaja, maupun dewasa, semoga lirik lagu dan alunan musik yang kami sajikan dapat mewakili perasaan semua orang,” kata Zhia.

Story of Lea  sudah mempunyai add player sendiri, sehingga tidak menjadi kendala bagi Ruang Kreasi Studious untuk mengemas keperluan live perform mereka. Kebiasaan Story of Lea saat tampil dipanggung yang juga menampilkan lagu-lagu tradisi Sunda, menurut Dicky itu sesuatu yang luar biasa, karena jarang dilakukan oleh para musisi milenial, khususnya di Jawa Barat. Dicky tidak menutup kemungkinan di kemudian hari Ruang Kreasi Studious meriliskan Story of Lea dengan lagu Sundanya.

Zhia mengatakan, “Menyajikan karya musik yang diadopsi dari tradisi dan budaya akan menjadikannya sesuatu yang berbeda, bisa dianggap sebagai sebuah kreativitas, dan bentuk kebanggaan dan apresiasi kami pada seni budaya tanah kelahiran kami, Sunda.”

(Muhammad Fadhli)

- Advertisement -
- Advertisement -

BERITA PILIHAN

Tim Satgas Covid Kota Payakumbuh Lakukan Monitoring Ke Posko Tingkat Kelurahan

Payakumbuh,BeritaSumbar.com, - Dalam rangka penanganan dan pengendalian Covid-19 di Payakumbuh, Tim Satgas Covid-19 yang tergabung kedalam tujuh kelompok melakukan monitoring ke Posko PPKM mikro di tingkat kelurahan, Selasa (11/05).
- Advertisement -

Kapolres Pessel Sampaikan Pesan anggotanya Jaga Kesehatan

Pesisir Selatan,BeritaSumbar.com,- Dalam kunjungan itu, Kapolres Pessel melihat situasi pos pelayanan tersebut. Dan, juga kesiapan anggota, termasuk sarana juga prasrana di pos pelayanan.

“Kesatuan Mahasiswa Ulakan Tapakis Melakukan Program Berbagi Berkah Ramadhan”

Padang Pariaman,BeritaSumbar.com,- Kesatuan mahasiswa Ulakan Tapakis melakukan program berbagi berkah ramadhan. Program ini terbagi 3 bentuk bakti sosial yaitu membagikan sembako kepada masyarakat yang membutuhkan se Kecamatan Ulakan Tapakis, berbagi takjil, berbuka puasa bersama dan memberi santunan anak yatim piatu se kecamatan Ulakan Tapakis.
- Advertisement -

RSUD-Disdukcapil Sijunjung Kerja Sama Penerbitan Anla-Aksi

Sijunjung, beritasumbar.com - Rumah Sakit Umum Daerah ( RSUD) Sijunjung kembali berinovasi menjalin kerja sama dengan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) setempat untuk penerbitan...

HKP Sedunia, Balai Wartawan – BPJS Kesehatan Payakumbuh Bagikan Ta’jil Gratis

PAYAKUMBUH - Balai Wartawan Luak Limopuluah bersama BPJS Kesehatan Cabang Payakumbuh membagikan sekitar 1.000 ta'jil gratis kepada masyarakat di pusat pasar Kota Payakumbuh. Aksi tersebut dalam rangka memperingati Hari Kemerdekaan Pers (HKP) Sedunia setiap tanggal 3 Mei.
- Advertisement -

Tulisan Terkait

AM Kuncoro Vokalis Heniikun Bay feat Steven & Tege Coconut Treez Bakal Rilis Ulang ‘Mimi Mintuno Tresno’

AM. Kuncoro, Musisi asal Kota Yogyakarta makin mendapat pengakuan di industri musik Tanah Air. Karya lagunya yang berjudul Mimi Mintuno Tresno dipercaya jadi soundtrack film serial Mimi Mintuno. Untuk versi soundtrack film tersebut, lagu Mimi Mintuno Tresno digarap ulang oleh AM. Kuncoro bersama dua musisi reggae legendaris Indonesia, Steven dan Tege Coconut Treez, proses recording dan syuting videoklipnya akan dilakukan pada 28 - 30 Mei 2021 di Yogyakarta.

Rojanah Rilis Perdana Single ‘Algoritma Cinta’ di 60 Radio se-Indonesia

Keunikan vokal Rojanah dalam mengusung genre musik dangdut remix modern punya potensi tersendiri di industri musik Tanahair. Gadis molek asal kota kembang Bandung tersebut merilis single perdananya yang berjudul Algoritma Cinta, yang diputar serentak di 60 stasiun radio se-Indonesia pada Selasa, 6 April 2021.

Next Gen Cari Penyanyi untuk Lagu-Lagu Chris Weni, Didukung oleh Indonesia Records dan Chossypratama

Chris Weni, dara cantik asal Pasuruan, Jawa Timur punya keahlian istimewa dalam menulis lagu, baik pada kekuatan lirik, juga pada komposisi akord. Karya-karya lagu yang ia tulis punya peluang besar untuk sukses di industri musik Tanah Air.

AM Kuncoro Rilis ‘Kau Dewiku’, Lagu Kontemplasi untuk Bersyukur

Eksistensi AM. Kuncoro punya magnet tersendiri bagi industri musik Indonesia. Penyanyi asal Kota Yogyakarta tersebut hadir menyajikan karya-karya lagu anti mainstream, mengikuti idealisme bermusiknya sendiri tanpa terimbas trend musik yang ada, seperti pada lagu Kau Dewiku yang dirilis di channel YouTube Prima Founder TV dan diputar serentak di 78 stasiun radio se-Indonesia pada Selasa, 20 April 2021.

Bea Serendy Kenalkan Pop Falsetto Harmonies Lewat Single Solo Perdana ‘Sampai Matahari Berhenti Bersinar’

Teknik vokal falsetto harmonies telah terbukti mengantar kesuksesan bagi Bee Gees, grup band rock legendaris dunia. Bea Serendy, penyanyi cantik asal Yogyakarta mengenalkan teknik vokal tersebut dalam aliran musik pop orkestra kepada para penikmat musik di Indonesia lewat single solo perdananya yang berjudul 'Sampai Matahari Berhenti Bersinar', videoklipnya dirilis pada Kamis, 15 April 2021 di channel YouTube Prima Founder TV.

Dipercaya Jadi Pengisi Soundtrack Film, Heniikun Bay Optimis Rilis Album Trilogy ke Dua

Eksistensi Heniikun Bay punya daya tarik tersendiri bagi para penikmat musik di Tanah Air pada saat ini. Kesuksesan grup musik asal Kota Yogyakarta tersebut merilis Extended Play (EP) album trilogy pertama Hexalogy Yakin Wae, membuat mereka optimis untuk meluncurkan album trilogy ke dua yang akan dirilis pada Senin 12 April 2021 di channel YouTube Prima Founder TV.

Indonesia Records Rilis 3 Versi Lagu ‘Bahagia Untukmu’ dari Rara Zen, Luddy Roos, dan Nay X Zul

Indonesia Records akan mengukir sejarah baru di industri musik Indonesia. Label musik tersebut merilis lagu Bahagia Untukmu karya Bagus Aryanto, Musisi asal Kota Malang, Jawa Timur. Lagu tersebut dirilis secara serentak dalam 3 versi pada 23 April 2021 di platform YouTube dan digital musik stores.

Masuk Bursa Capres 2024, Ridwan Kamil: Kalau Jalannya Terbuka Saya Bismillah

Payakumbuh, beritasumbar.com - Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil menyatakan kesiapan dirinya untuk maju sebagai Calon Presiden RI 2024 apabila memang jalan untuk maju terbuka. Pria yang...

Bea Serendy Garap Videoklip Lagu Romantis Karya AM. Kuncoro, Sampai Matahari Berhenti Bersinar

Bea Serendy akan meramaikan dunia musik Indonesia dengan single solo perdananya yang berjudul ‘Sampai Matahari Berhenti Bersinar’, setelah sukses merilis lagu duet bersama Alex Yunggun, kakak kandungnya. Penyanyi cantik tersebut menjalani syuting videoklipnya pada Jumat 26 Maret 2021 di Yogyakarta.

Neo CPCP Buka Audisi untuk Jadi Penyanyi Lagu Terbaru Karya Musisi Legend Chossypratama

Chossypratama merupakan salah seorang musisi legendaris di Indonesia. Beratus karya lagunya berhasil mempopularkan banyak penyanyi. Pada tahun 2021 ini, Chossypratama kembali menjaring penyanyi berbakat dari seluruh Indonesia melalui program Neo Chossy Pratama Cari Penyanyi (Neo CPCP).
- Advertisement -