25 C
Padang
Senin, April 19, 2021
Beritasumbar.com

Rendang Sajian Alternatif di Masa Pandemi Covid-19
R

Kategori -

Padang,BeritaSumbar.com,-Interaksi orang Minangkabau yang mendiami pantai barat Sumatra dan daerah pedalaman dengan bangsa asal jazirah Arab, Persia dan India, telah berlangsung sejak masuknya pengaruh Hindu dan Islam. Banyak catatan dan jejak sejarah yang mengungkapkan bahwa wilayah Minangkabau banyak dikunjungi, karena ketersediaan rempah-rempah, khususnya pala, merica, kapur barus, emas, dan banyak lagi lainnya.
Pada saat itu pantai barat Sumatra telah menjadi pelabuhan alternatif, selain Malaka, yang menjadi persinggahan para pedagang berbangsa Arab, India, Persia. Sejak kedatangan bangsa di luar Minangkabau inilah kemudian terjadi akulturasi dalam banyak hal, sebagai salah satu dampak dari proses interaksi tersebut.
Salah satu bentuk akulturasi itu tampak pada berbagai masakan (kuliner). Dalam kajian ilmu antropologi, setiap masakan menyebar seiring dengan penyebaran manusia. Makanan yang tersebar itu kemudian bisa diterima di tempat lain. Selain itu, menurut William A. Haviland, bahwa makanan juga menyebar karena ada lokalisasi, proses industri yang disesuaikan dengan adaptasi dan budaya setempat.
Seperti Rendang, salah satu kuliner khas Minangkabau yang merupakan The Most Delicious Food In The World, setelah 35.000 warga dunia mengikuti sebuah survei pada September 2011 lalu di sebuah laman yang merilis sebuah berita dengan headline “Your pick: World‘s 50 Best Food”.
Perjalanan Rendang hingga menjadi makanan yang dinobatkan sebagai makanan terenak di seluruh dunia itu ternyata sangat panjang. Rendang dengan segala rempah-rempah dan bumbu khasnya yang membuatnya mampu bertahan di tengah gempuran makanan-makanan modern, junkfood, dan western food yang tumbuh menjamur hari ini, ternyata merupakan sebuah kuliner yang lahir dari proses akulturasi dengan kebudayaan yang dibawa para pedagang India di masa lalu. Masakan Rendang khas Sumatera Barat merupakan salah satu masakan yang diakui dunia sebagai makanan alternatif selama lockdown Covid-19.
Menurut sejarawan Gusti Asnan, kelahiran Rendang tak luput dari pengaruh bumbu-bumbu dari India yang diperoleh melalui para pedagang Gujarat, India, yang mulai singgah ke Sumatra pada abad ke-13 hingga 14. Sebuah catatan sejarah yang ditulis oleh seorang pengelana Portugis, Tom Pires, turut menguatkan bukti bahwa masakan Rendang pada masa ini tak lepas dari pengaruh India. Menurutnya, pada awal abad ke-16 sudah ada kapal Gujarat yang berlabuh di pantai Sumatera Barat. Mereka mendarat kemudian berdagang di pelabuhan Tiku dan pelabuhan Pariaman. Gusti Asnan berpendapat, jika awal abad ke-16 saja bangsa India sudah tercatat berdagang di Sumatra, maka otomatis jauh sebelum itu, mereka pun telah ada. Salah satu pengaruh India yang melebur dalam masakan Rendang adalah dalam pemakaian santan. Pernyataan ini juga dikuatkan oleh seorang pakar kuliner nusantara, Wiliam Wongso, yang menyatakan bahwa pemakaian santan ini  berasal dari India Selatan. Wilayah India Utara tidak memakai santan sebagai bahan pengental, mereka memakai yoghurt. India Selatan memakai santan. Hal ini berarti, pengaruh santan yang masuk ke dalam masakan Rendang adalah dari India Selatan.
Persebaran orang-orang Minangkabau dalam budaya merantau ke luar pulau Sumatra meningkatkan popularisme Rendang ke setiap pelosok nusantara. Surat kabar Soenting Melajoe yang didirikan pada 1912 memuat topik yang berisi  menu-menu makanan dan juga resep-resep memasak yang terutama jarang didapat dalam buku-buku masak berbahasa Jawa. Surat kabar Soenting Melajoe memang surat kabar khusus perempuan yang memberitakan hal-hal seputar kegiatan perempuan. Menurut D.S Maharadja, salah seorang yang cukup andil dalam surat kabar tersebut, banyak surat-surat yang berasal dari orang-orang Eropa di Palembang, Batavia, hingga Kupang yang dikirim ke kantor redaksi Soenting Melajoe, yang beberapa di antaranya bersedia mengirimkan sejumlah uang tunai demi kiriman “Rendang Alam Minangkabau“. Orang-orang Eropa yang telah mencicipi Rendang meyakini bahwa daging awetan seperti Rendang dapat mengeraskan pembuluh darah sehingga tak heran jika mereka sangat meminta kepada perempuan Minangkabau via redaktur Soenting Melajoe agar dibuatkan dan dikirimkan Rendang meski jarak yang jauh memisahkan mereka.
Bagi orang Minangkabau sendiri, Rendang telah menjadi masakan tradisional yang wajib dihidangkan dalam berbagai acara adat dan hidangan keseharian. Buah dari budaya merantau membuat seni memasak ini berkembang ke kawasan serantau berbudaya Melayu, mulai dari Mandailing, Riau, Jambi, hingga ke negeri seberang, Negeri Sembilan yang banyak dihuni perantau asal Minangkabau. Oleh sebab itu, Rendang dikenal luas baik di Sumatera dan Semenanjung Malaya. Rendang juga disebut dalam Hikayat Amir Hamzah yang membuktikan bahwa rendang sudah dikenal dalam seni masakan Melayu sejak 1550-an (pertengahan abad ke-16).
Masakan Rendang khas Sumatera Barat merupakan salah satu masakan yang diakui dunia menjadi makanan alternatif selama lockdown Covid-19.
Cara yang sama dilakukan orang Minang pada abad ke-16, ketika meneroka di pantai timur Sumatera hingga Malaka, Malaysia, dan Singapura. Ada kemungkinan, masakan tahan lama seperti Rendang sudah ada pada saat itu. Pada masa itu, perjalanan bisa makan waktu berbulan-bulan. Bahkan Kolonel Stuerssempat mengguratkan kisah kuliner dan sastra ini pada 1827. Catatan berharga ini, secara implisit menampilkan deskripsi tentang alam, budaya dan kearifan lokal, serta tradisi yang identik dengan Minang. Kuliner yang tertulis secara implisit diduga kuat mengarah pada Rendang.
Pada sumber-sumber Belanda, pernah muncul istilah makanan yang dihitamkan dan dihanguskan, istilah itu dapat ditafsirkan sebagai teknik pengawetan. Jadi tidak mengherankan orang Minang pada masa lalu mengawetkan makanan dengan metode pengasapan dan pengeringan. Pengasapan dan pengeringan dilakukan dengan memasak dengan waktu yang diatur sedemikian lama. Oleh sebab itu Rendang bisa tahan berbulan-bulan, bahkan bertahun seperti Rendang yang berasal dari Nagari Koto Anau, Kabupaten Solok. Semuanya itu tergantung teknik pengolahan atau memasak Rendang itu sendiri.
Proses pengawetan dalam masakan Rendang sangat terasa keuntungannya di tengah serbuan wabah pandemi Covid-19 hari ini. Pada saat diberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang konsekuensinya terjadi keterbatasan hubungan sosial dengan orang lain, maka membuat Rendang menjadi alternatif yang paling diminati oleh ibu-ibu. Rendang membuat ibu-ibu tidak harus sering keluar rumah untuk berbelanja lauk-pauk, karena sifat Rendang yang mampu bertahan lama. Rendang bahkan juga dikirim melalui kurir ke tempat anggota keluarga mereka yang terjebak di wilayah pandemi dan tidak memungkinkan untuk pulang ke Sumatera Barat.
Mendekati Idul Fitri yang hanya sebentar lagi, di berbagai media sosial telah muncul banyak postingan tentang Rendang oleh masyarakat yang terjebak di perantauan. “Membuat kami serasa berada di kampung halaman”, begitu rata-rata mereka mengungkapkan kesenangannya mendapat kiriman Rendang dari kampung halamannya. Rendang hari ini kembali menjadi primadona. Bukan hanya karena rasanya enak dan kaya akan rempah-rempah, namun juga kemampuannya untuk bertahan berminggu-minggu bahkan berbulan-bulan lamanya, karena proses pengawetannya yang alami dan telah dikenal sejak zaman dahulunya. (*)
Penulis: Zusneli Zubir (Staf Peneliti Balai Pelestarian Nilai Budaya Sumatera Barat, dan Ketua DPD Himpunan Wanita Karya Sumbar).

- Advertisement -
- Advertisement -

BERITA PILIHAN

Pengurus Karang Taruna Se-Kota Padang Panjang Sepakat Laksanakan Pesantren Leadership Ramadhan

Padang Panjang,BeritaSumbar.com,- Permasalahan sosial yang muncul di tengah masyarakat tidak dapat dipungkiri salah satunya juga disebabkan karena pemuda itu sendiri. Masih banyaknya pemuda yang tidak bisa menentukan arah masa depannya secara jelas, terkadang membuat mereka mengambil jalan pintas yang berujung pada tindakan kriminal, seperti mengonsumsi Narkoba dan prilaku yang mengganggu ketertiban umum lainnya.
- Advertisement -

Etika Politik Koalisi PKS dan PAN Dalam Menentukan Wakil Walikota Padang

Kota Padang sudah resmi memiliki walikota. Sejak dilantiknya Hendri Septa pada tanggal 7 April 2021. Dimana sebelumnya Hendri Septa menjabat sebagai wakil walikota dan selanjutnya pelaksana tugas Walikota Padang. Posisi tersebut ditempatinya untuk mengisi kekosongan setelah Buya Mahyeldi Ansharullah dilantik sebagai Gubernur Sumbar.

Sarang Tawon Di Depan SPBU Ngalau Dibasmi Damkar Payakumbuh

Payakumbuh,BeritaSumbar.com,- Keberadaan sarang tawon di pohon pelindung tepatnya di depan SPBU Ngalau, Jalan Soekarno Hatta sangat meresahkan warga. Hal itu diketahui berawal dari postingan di grup facebook Informasi Payakumbuh dan Limapuluh Kota, ada warga yang mengingatkan pengendara untuk hati-hati dengan adanya keberadaan sarang tawon tersebut pada Sabtu, 10 April 2021 sore.
- Advertisement -

Untuk Tingkatkan Pelayanan, RSUD Sijunjung Tampung Kritik Dan Saran Masyarakat

Sijunjung, beritasumbar.com - Pada usia yang relatif muda keberadaan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sijunjung memerlukan perbaikan dan peningkatan dari semua sisi,  guna memberikan...

Startup Milenial Bekerja Membangun Negeri: Pelatihan Gratis Digital Marketing dengan Instagram untuk KUMKM se-Indonesia

Startup digital agency Dig.It.All untuk keseskian kalinya kembali berkontribusi dalam pengembangan kapasitas Koperasi dan Usaha Mikro Kecil Menegah (KUMKM) yang sedang berupaya melakukan transformasi, dari bisnis tradisional brick and mortar menjadi bisnis yang mampu memanfaatkan peluang dari geliat pertumbuhan pasar online.
- Advertisement -

Tulisan Terkait

LAZIS Caturbakti Sumatera Barat Luncurkan Launching Event di Ramadhan 1442 H

Gn.Pangilun-Padang, LAZIS Caturbakti Sumatera Barat mengadakan program Sebarkan Barokah Ramadhan (SABAR) perdana pada Jumat pertama Ramadhan 1442 H hari ini (16/4/2021), kegiatan berlangsung...

Luncurkan Program Lumbung Air Wakaf, Wako Payakumbuh Apresiasi ACT

Payakumbuh, beritasumbar.com - Aksi Cepat Tanggap (ACT) meluncurkan program Lumbung Air Wakaf di Halaman PT. Multi Rezeki Selaras, di Kelurahan Padang Data Tanah Mati, Kecamatan...

Untuk Tingkatkan Pelayanan, RSUD Sijunjung Tampung Kritik Dan Saran Masyarakat

Sijunjung, beritasumbar.com - Pada usia yang relatif muda keberadaan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sijunjung memerlukan perbaikan dan peningkatan dari semua sisi,  guna memberikan...

Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Gelar Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan

Padang,BeritaSumbar.com,-Anggia Erma Rini Wakil ketua Komisi IV DPR RI melaksanakan sosialisasi 4 pilar kebangsaan bertempat di Hotel Pangeran Beach. Padang, Minggu (11/04).

Polres Sijunjung Beri Penghargaan Untuk Personil-Masyarakat Yang Penanganan Tindak Kejahatan

Sijunjung, beritasumbar.com - Kapolres Sijunjung AKBP Andry Kurniawan SIK.M.Hum memberikan apresiasi berupa reward/penghargaan berupa sertifikat kepada enam orang masyarakat dan 29 personel polres setempat atas...

Mengintip Pemilihan Legislatif Tingkat Nagari Di Simpang Kapuak Dalam Kabupaten Lima Puluh Kota

Lima Puluh Kota, beritasumbar.com - Pada Rabu (7/4) puluhan warga Jorong Lobuah Tunggang Nagari Simpang Kapuak berbondong-bondong menuju bangunan Taman Kanak-kanak (TK) yang terletak...

Saat Rampungkam RPJMD, Bupati Minta OPD Sijunjung Himpun Data Ril Ke Lapangan

Sijunjung, beritasumbar.com - Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Kabupaten Sijunjung diberi waktu selama dua minggu untuk turun ke lapangan dan menyusun langkah strategis untuk...

Polres Payakumbuh Amankan Tiga Tersangka Terduga Penggelapan Dana Koperasi

Payakumbuh, beritasumbar.com - Polres Payakumbuh, Sumatera Barat mengamankan tiga orang tersangka terduga penggelapan dana Koperasi Serba Usaha (KSU) Sutra Ketinggian Sarilamak, Kabupaten Limapuluh Kota. Kasat...

Polres Sinjunjung Bekuk Dua Orang Pengedar Narkoba

Sijunjung, beritasumbar.com - Kepolisian Resos Sijunjung mengamankan dua orang pengedar dan pemakai nakorba jenis yang selama ini beroperasi di wilayah hukum polres tersebut. “Yang bersangkutan berhasil...

SIKOCI Helat Festival Mentari

Hari ini Selasa (6/4) sekitar pukul 10.00 WIB, Festival Mentari yang ditaja oleh Serikat Koreografer Cinta Indonesia (Sekoci) akan dibuka di Taman Budaya Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) di Padang. Sepuluh koreografer muda Sumbar siap menampilkan karya terbaik mereka dalam iven tersebut
- Advertisement -