29 C
Padang
Selasa, September 28, 2021
Beritasumbar.com

Qori Lestari Semangati Masyarakat Jalani PPKM Lewat Rilis Lagu Jangan Menyerah
Q

Kategori -

Bandung (BeritaSumbar.com) – Penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) membuat Qori Lestari tersentuh dan terinspirasi menulis lagu Jangan Menyerah. Dokter cantik asal Kota Bandung tersebut ingin menyemangati masyarakat Indonesia dalam menjalaninya.

Qori Lestari saat diwawancarai melalui akun WhatsApp-nya pada Sabtu, (31/7/2021) mengatakan, lagu Jangan Menyerah adalah singel perdananya, ia tulis terinspirasi saat melihat, mengamati, dan merasakan dampak pandemi Covid-19 pada masyarakat, baik dari segi ekonomi, sosial, kesehatan, dan lainnya. Apalagi wabah tersebut telah berlangsung lebih dari satu tahun di Indonesia. 

Seperti dijelaskan Qori Lestari, lagu Jangan Menyerah bercerita tentang kondisi masyarakat Indonesia saat menghadapi pandemi yang masih terjadi hingga saat ini, untuk memberi semangat menghadapinya dan selalu patuh menjalankan protokol kesehatan. Video klip lagu Jangan Menyerah dirilis Qori Lestari pada Kamis (15/7/2021) di kanal YouTube Ruangkreasi TV.

Qori Lestari mengatakan, agar sampai kepada masyarakat luas, lagu Jangan Menyerah juga akan diputar di stasiun-stasiun radio. Acara spesial untuk peluncuran lagu tersebut sengaja ditiadakan, karena pandemi yang tidak memungkinkannya.

“Melalui lagu Jangan Menyerah, saya ingin berpesan agar kita semua tetap semangat, walaupun banyak sekali yang harus dikorban selama pandemi ini berlangsung. Mari bersama-sama kita berdoa, semoga situasi pandemi yang cukup menyulitkan kehidupan kita dapat berakhir,” kata Qori Lestari.

Menurut Qori Lestari, penerapan PPKM cukup memberatkan seluruh lapisan masyarakat. Imbasnya sangat signifikan dalam mempengaruhi penghidupan. Namun Qori Lestari mengimbau kepada seluruh masyarakat, bahwa PPKM gunanya untuk menghambat penularan virus corona, demi keselamatan kita semua.  

“Lagu Jangan Menyerah sengaja dirilis bertepatan dengan PPKM di Kota Bandung dan kota-kota lainnya di Indonesia untuk menyemangati seluruh lapisan masyarakat agar tetap kuat dan tidak menyerah di masa-masa sulit ini,” kata Qori Lestari.

Qori Lestari, Dokter muda ini kelahiran Baleendah, Bandung, 17 Juli 1995. Meraih gelar Dokter bukanlah hal yang mudah untuk didapatkannya, mengingat keterbatasan ayahnya yang bekerja sebagai buruh bangunan. 

“Saya fokus terhadap semua tujuan dan target hidup yang ingin dicapai, meyakini semua mimpi yang ingin diraih, serta menjalani seluruh prosesnya dengan penuh doa dan kesabaran,” kata Qori Lestari.

Memulai karir musik profesional di tengah kesibukannya sebagai Dokter, Qori Lestari punya alasan tersendiri, karena bernyanyi adalah salah satu hobi baginya. Qori Lestari makin terpicu oleh inspirasi untuk menulis lirik yang ia dapatkan dari kondisi masyarakat di saat pandemi sekarang ini, dan kemudian ia lahirkan menjadi sebuah karya sosial dalam bentuk lagu.

“Kebetulan bertemu tim Ruang Kreasi Studious, akhirnya lagu Jangan Menyerah benar-benar bisa direalisasikan,” kata Qori Lestari.

Qori Lestari mengaku optimis bergabung dengan Ruang Kreasi Studious karena memiliki kedekatan tersendiri dengan seluruh tim manajemen artis tersebut. Kedekatan tersebut bermula saat Qori Lestari diundang jadi narasumber di podcast yang digelar oleh Ruangkreasi TV. Qori Lestari merasa nama manajemen artis tersebut sesuai dengan eksistensinya, adalah ruang untuk berkreasi.

Sebelum Qori Lestari, Ruang Kreasi Studious telah merilis penyanyi Nona, grup musik The Bungsu, dan Story of Lea. Ruang Kreasi Studious dimotori oleh Dicky (eks Drummer Five Minutes) dan Herman Husin (eks Drummer Jamrud).

Qori Lestari juga mengatakan bahwa ia sendiri yang menjadi Executive Producer lagu Jangan Menyerah yang dirilisnya, musiknya diaransemen oleh Raia (Story of Lea) dan Kaka (Instrum), mixing dan mastering juga dikerjakan oleh Kaka, diproduseri oleh Ruang Kreasi Studious. Lagu Jangan Menyerah merupakan salah satu bentuk dedikasi dari hasil usaha produk Dermalize Skincare yang sedang dikembangkan Qori Lestari.

“Sebagian besar dari pendapatan lagu Jangan Menyerah akan saya donasikan untuk membantu orang-orang yang terdampak pandemi Covid-19. Ikut menyebarkan lagu Jangan Menyerah yang saya rilis adalah bentuk kepedulian kita bersama dalam upaya membantu masyarakat yang tengah membutuhkan,” kata Qori Lestari.

Video klip lagu Jangan Menyerah dari Qori Lestari ada di link berikut ini:

(Dilaporkan oleh Muhammad Fadhli)

- Advertisement -
- Advertisement -

BERITA PILIHAN

Kasus Covid 19 Terus Melandai, Tidak Ada Penambahan Positif dan 1 Bebas Isolasi Di Payakumbuh

Payakumbuh,BeritaSumbar.com, - Perkembangan kasus Covid-19 Kota Payakumbuh terus melandai dari hari kehari. Dimana sampai Minggu (26/09) kasus aktif virus corona tinggal 24 kasus.
- Advertisement -

Minang Diaspora Bantu Sembako Korban Kebakaran Pasar Baso

Bukittinggi, beritasumbar.com -- Minang Diaspora memberikan bantuan sembako kepada korban kebakaran Pasar Baso, Kabupaten Agam, Jumat sore (24/9/2021). Bantuan sembako langsung diserahkan Wakil Bendahara Minang...

Waspada Bahaya Kejahatan di Ruang Digital Dibahas di Padang Pariaman

Padang Pariaman,BeritaSumbar.com, — Kementerian Kominfo RI membahas tentang bahaya kejahatan di ruang digital. Paparan disampaikan secara daring dan diikuti ratusan pelajar di Kabupaten Padangpariaman, Kamis (2/9).
- Advertisement -

Warga Sawahlunto Diminta Siap Hadapi Transformasi Digital

Sawahlunto,BeritaSumbar.com, — Dalam koridor pendidikan, teknologi digital sangat penting dipahami baik oleh tenaga pendidik, anak didik maupun orang tua.

Pengenalan dan Demontrasi Pestisida Nabati Ramah Lingkungan di Nagari Campago, Kampung Dalam

Padang Pariaman,BeritaSumbar.com,-Nagari Campago adalah nagari yang berada di Kecamatan V Koto Kampung Dalam, Kabupaten Padang Pariaman, Sumatra Barat, Indonesia. Nagari ini terdiri dari 12 korong, yaitu Toboh, Bukik Gonggang, Kampung Dalam, Anjung, Kampung Tanjung, Sungai Jilatang, Kajai, Bayua, Campago, Bukim Caliak, Padang Manih, Kampung Pauah. Luas nagari : 9,86 km2 dari luas wilayah Kec. V Koto Kampung Dalam.
- Advertisement -

Tulisan Terkait

Chossy Pratama Production Distribusikan Semua Karya Lagu Chossypratama di Digital Music Stores

Keberadaan Chossy Pratama di belantika musik tentu telah diakui sebagai salah seorang musisi legendaris di Tanah Air. Karya-karya lagunya dari era 90-an hingga sekarang mewarnai sinetron, film, dan dunia hiburan di Tanah Air. Baru-baru ini, karya lagu Chossypratama jadi soundtrack Tersanjung The Movie, dan 1 Amin 2 Iman. Kedua film tersebut tayang di Netflix dan We TV.

Alex Yunggun Rilis Lagu Painting of Beauty untuk Bekal Refleksi Diri

Sebagai bekal untuk merefleksikan diri, Alex Yunggun merilis single solo perdananya yang berjudul Painting of Beauty, lagu ini ditulis sendiri oleh penyanyi asal Yogyakarta tersebut. Menurut Alex Yunggun, kemisteriusan lagu Painting of Beauty ada pada judulnya. Setelah mendengar lagu tersebut, mereka akan mengerti bahwa Painting of Beauty itu sebenarnya adalah gambaran diri yang toxic, seperti dikatakan Alex Yunggun saat diwawancarai melalui akun Whatsapp-nya pada Selasa (31/8/2021).

Terpikat Suara Merdu Anak Panti Asuhan di Padang, Firdaus Abie Bawa Sonya Nelta ke Dapur Rekaman

Sejak kecil Sonya Nelta memendam keinginan untuk masuk dapur rekaman. Pertemuan tidak disengaja anak panti asuhan Aisyiyah cabang Ampang – Kota Padang tersebut dengan Firdaus Abie membuat impiannya jadi kenyataan. Kemerduan suara Sonya Nelta memikat hati Firdaus Abie dan membawanya ke dapur rekaman, untuk menyanyikan lagu Raudah Aku Rindu, videoklipnya dirilis pada Sabtu, 28 Agustus 2021 pukul 13.00 WIB di YouTube Official Artist Channel Aci Cahaya.

Maharya Rilis Lagu Jasmerah untuk Bangkitkan Rasa Kebangsaan di HUT Kemerdekaan Bangsa Indonesia ke-76

Untuk membuktikan eksistensinya sebagai grup musik yang mengorasikan nilai-nilai kebangsaan melalui karya-karya lagu, grup musik Maharya merilis lagu Jasmerah tepat di Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Bangsa Indonesia ke-76, Selasa 17 Agustus 2021 pukul 11.11 WIB di Bandung.

CRID feat Anto Baret Rilis Lagu Honocoroko, Maknai Kesetiaan Hidup Bernegara Saat Hadapi Pandemi

Asal mula aksara Jawa yang dikenal dengan sebutan Honocoroko terdapat dalam legenda Ajisaka. Kisahnya yang mengharukan bisa menjadi bahan edukasi bagi mental bangsa dalam kesetiaan hidup bernegara, apalagi di situasi pandemi saat sekarang ini. Di momen penyambutan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia ke-76, grup band CRID feat Anto Baret mengangkat mitologi tersebut di lagu terbaru mereka yang berjudul Honocoroko, soft lauching-nya akan dilakukan di acara tumpengan kecil pada Minggu, 18 Juli 2021 di Jalan Kalipasir No. 16 Cikini, Jakarta Pusat.

Amir Roez feat Ocka Sampaikan Pesan Perdamaian untuk Dunia Lewat Rilis Lagu Seperti Waktu

Pandemi Covid-19 masih terjadi hingga saat ini, wabah tersebut juga menimbulkan prasangka dan rasa saling curiga yang berujung pada caci maki, baik antara individu maupun kelompok tertentu. Tak ingin kondisi tersebut memberi efek negatif pada psikologis masyarakat, Amir Roez featuring Ocka memberi pesan perdamaian melalui lagu terbaru berjudul Seperti Waktu, dirilis pada Rabu, 7 Juli 2021 di kanal YouTube Sembilan Production Official.

AM Kuncoro Rilis 3 Karya Lagu dari 3 Genre Musik di Bulan Juni 2021

Karya lagu biasanya terlahir dalam genre musik tertentu. Setiap genre musik memiliki pangsa pasarnya tersendiri. Seorang penikmat musik bisa saja menyukai lebih dari satu genre musik. Membaca peluang tersebut, AM. Kuncoro, Vokalis grup band Heniikun Bay akan merilis 3 lagu dari 3 genre di bulan Juni 2021 pada stasiun radio berbagai kota di Indonesia.

Prima Founder Records Gelar Jumpa Pers OST Web Series Mimi Mintuno – The Story of Tresno

Kepiting Tapal Kuda dikenal masyarakat Jawa dengan nama Mimi Mintuno. Mereka memfilosofikan Mimi Mintuno sebagai sepasang hewan sejoli yang saling setia sehidup semati. Filosofi tersebut jadi budaya tersendiri bagi masyarakat Jawa, termaktub dalam doa pada saat prosesi pernikahan, "Dadio pasangan koyo mimi lan mintuno", artinya "Jadilah pasangan yang awet dan setia seperti mimi dan mintuno”.

AM Kuncoro bersama Steven & Tege Coconut Treez Siap Lestarikan Bahasa Daerah Lewat Lagu Mimi Mintuno Tresno

Sebuah lagu juga dapat menjadi media dalam pelestarian bahasa daerah untuk diwariskan kepada generasi selanjutnya. Seperti Mimi Mintuno Tresno, lagu yang ditulis dan dinyanyikan oleh AM. Kuncoro berkolaborasi dengan Steven & Tege, dua personal Coconut Treez, grup musik reggae legendaris Indonesia yang popular dengan lagu Welcome to My Paradise.

The Bungsu Optimis Rilis Single Perdana Setelah 16 Tahun Berkiprah

The Bungsu bukanlah nama baru di peta musik Tanah Air. Grup band tersebut sudah 16 tahun menjajal berbagai panggung hiburan di Bandung, kota asalnya. Berbekal kematangan dari menjalani proses bermusik, The Bungsu optimis merilis single perdananya yang berjudul 'Cinta Sebelah Mata' pada Kamis, 27 Mei 2021 di kanal YouTube Ruangkreasi TV.
- Advertisement -