BeritaSumbar.com,-Tidak ada yang tidak tahu dengan puncak pato, sebuah kampung yang berada diketinggian antara lintau dan sungayang.

Hari ini, mungkin sudah banyak orang yang terlupa akan puncak pato, tempat dimana dicetuskannya falsafah minang yang dikenal dengan adat basandi syara’ syara’ basandi kitabullah” begitulah yang dinukilkan disana di bukit marapalam puncak pato masa lalu.

Hari ini tempat itu sudah jauh lebih berwarna dan indah dari segi pariwisata akibat sentuhan tangan pemuda dan anak nagari batu bulek khususnya jorong pato untuk memajukan kalender wisata tanah datar dengan salah satu spot nya yaitu puncak pato ini.

Puncak pato dapat diakses dari segala arah, jika kita dari bandara, pelancong akan memasuki kota batusangkar melalui jalur sungayang dengan melewati sawah dan perkampungan adat nagari andaleh serta akses jalan yang sudah bagus dan beraspal.

Sementara dari arah pekanbaru, melalui jalur payakumbuh, melewati halaban memasuki lintau serta pasar balai tangah nagari batu bulek dan pato akan dihiasi dengan pemandangan yang berbeda yaitu gunung sago dan disebelah kanan dan bukit bukit kecil di sebelah kiri jalan menuju pato.

Sangat disayangkan bila pelancong ke sumatera barat tidak berkunjung kepuncak pato nagari batu bulek lintau.

Oleh: Rezki Aryendi SH
( Tokoh Muda Lintau)

loading...