29.4 C
Padang
Minggu, April 18, 2021
Beritasumbar.com

PR Besar Bupati Baru Padang Pariaman Jelang Pilwana
P

Kategori -

Padang Pariaman,BeritaSumbar.com,-Pemilihan Wali Nagari atau yang biasa kita sebut Pilwana merupakan salah satu bentuk pesta demokrasi masyarakat di tingkat Nagari yang diselenggarakan untuk memilih calon Wali Nagari terbaik versi masyarakat dan memenuhi harapan masyarakat.

Dalam hal ini masyarakat menjadi bagian penting dalam proses pemilihan Wali Nagari dimana mereka berpartisipasi untuk memilih dan menentukan arah kemajuan bagi Nagari yang mereka tinggali. Sehingga, pemilihan Wali Nagari menjadi suatu proses yang penting dijalani dalam mewujudkan prinsip demokrasi di negara kita serta bagi keberlangsungan jalannya pemerintahan di lingkup Nagari.

Dengan diberlakukannya Undang-Undang Nomor 22 Tahun 1999 tentang Pemerintah Daerah, praktis membuka kran demokrasi baru bagi masyarakat Indonesia yang selama ini mengharapakan sebuah proses pemilihan langsung di wilayah mereka dengan harapan perbaikan penyelenggaraan dan pelayanan publik di tingkat Nagari. Dengan adanya undang-undang ini, menandai berakhirnya penyelenggaraan pemerintahan Nagari yang didasarkan pada undang-undang Nomor 5 Tahun 1979 tentang Pemerintahan Desa. Karena dianggap sudah tidak lagi relevan dengan kemajuan dan peradaban yang semakin berkembang.

Selanjutnya dalam UU Otonomi Daerah No.32 Tahun 2004, disebutkan bahwa masa jabatan kepala desa 6 tahun lalu dapat dipilih kembali untuk 1 kali masa jabatan, Dan hanya dapat menjabat paling banyak 3 kali masa jabatan secara berturut-turut. Dalam perkembangannya terdapat perubahan terhadap peraturan tentang desa yaitu dengan dikeluarkannya Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 112 Tahun 2014 tentang Pemilihan Kepala Desa.

Hal ini menjadi jawaban yang ditunggu-tunggu oleh pemerintah daerah untuk dapat mengisi kekosongan posisi kepala Desa atau Wali Nagari sekaligus dalam rangka implementasi Undang-Undang Desa. Dengan terbitnya Permendagri tentang UU Kepala Desa ini akan menjadi dasar hukum bagi pemerintah kabupaten Padang Pariaman untuk dapat melakukan Pemilihan Wali Nagari di daerahnya baik secara berbarengan maupun secara bergelombang.

Kontestasi Pilwana memiliki ciri khas dan karakteristiknya sendiri jika dibanding dengan Pilkada maupun Pilpres mengingat pemilihnya yang notabene secara letak geografis saling berdekatan dan beberapa diantaranya memiliki hubungan kekerabatan dengan sang calon Wali Nagari. Hal ini mengakibatkan suhu dan tensi politik menjelang Pilwana cukup memanas karena berkaitan dengan tarik menarik dukungan dan kepentingan masing-masing kubu.

Semakin menjadi menarik ketika mengamati komunikasi politik dan strategi marketing politik yang dilancarkan masing-masing kubu demi meraih suara sebanyak-banyaknya kepada calon pemilih. Segmentasi pemilih yang beragam juga turut berpengaruh dalam pola strategi yang digunakan timses masing-masing calon. Mulai dari segmentasi usia seperti kalangan generasi X yang berada di kisaran usia 41-50an, generasi Y yang berada di kisaran usia 30-40an, ataupun generasi Z atau yang dikenal kalangan milenial atau kaum muda usia produktif yang lahir di tahun 90-an sampai 2000an yang saat ini berusia belasan tahun sampai dibawah 30 tahun.

Berbagai kemungkinan terjadinya hal buruk seperti kecurangan, perselisihan antar kubu tentunya bisa saja terjadi, ini sangat perlu di antisipasi oleh penyelenggara ataupun pemerintah daerah kabupaten Padang Pariaman. Pemilihan Wali Nagari di Padang Pariaman mengacu kepada peraturan daerah no 6 tahun 2016 tentang pengangkatan dan pemberhentian Wali Nagari lalu peraturan bupati Padang Pariaman nomor 23 tahun 2017 tentang tata cara pemilihan, pengangkatan, dan pemberhentian Wali Nagari. Dalam dua dasar hukum ini tertera tatacara pembentukan panitia, pemilihan, hingga penetapan pemenang.

Berdasarkan peraturan daerah dan peraturan Bupati tersebut menjadikan pemilihan Wali Nagari di Kabupaten Padang Pariaman tidak begitu ketat dan belum bisa menjamin keamanannya, kemungkinan terjadinya kecurangan dari penyelenggara dan pihak pendukung atau tim sukses begitu besar dikarenakan tidak adanya pembentukan panitia pengawas dalam pemilihan Wali Nagari, tentunya dalam hal ini juga memungkinkan terbukanya ruang konflik yang cukup besar untuk melakukan hal-hal yang tidak diduga-duga oleh masyarakat.

Berdasarkan peraturan Bupati Padang pariaman nomor 23 tahun 2017 pasal 6 bahwa panitia pemilihan di bentuk dari beberapa unsur yang ada, seperti perangkat Nagari, pengurus lembaga kemasyarakatan dan tokoh masyarakat Nagari, tentunya hal ini tidak bisa menjamin keamanan atau keadilan dalam pemilihan Wali Nagari. Pertanyaannya, kenapa pemerintah daerah Kabupaten Padang Pariaman bisa untuk pembentukan panitia pemilihan namun tidak bisa untuk membentuk panitia pengawasan pemilihan? Atau mungkin karena keterbatasan anggaran?

Menjelang dimulainya pemilihan Wali Nagari, hal ini menjadi PR besar dan perlu dibahas oleh pemerintah daerah Kabupaten Padang Pariaman, untuk menghidari kecurangan seharusnya memang perlu dibentuk panitia pengawasan tidak hanya panitia penyelenggara saja. Itu sangat perlu dilakukan untuk menjamin pemilihan Wali Nagari yang berkualitas juga tentunya untuk menjaga hak konstitusional masyarakat Nagari yang sesuai dengan prinsip dan azaz demokrasi.

Oleh : Adi Saputra (Ketua Karang Taruna Kec. Ulakan Tapakis)

- Advertisement -
- Advertisement -

BERITA PILIHAN

Untuk Tingkatkan Pelayanan, RSUD Sijunjung Tampung Kritik Dan Saran Masyarakat

Sijunjung, beritasumbar.com - Pada usia yang relatif muda keberadaan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sijunjung memerlukan perbaikan dan peningkatan dari semua sisi,  guna memberikan...
- Advertisement -

Bukannya Tobat, Malah Minta Dikirim Sabu

Pesisir Selatan,BeritaSumbar.com,- Bulan Ramadhan bulan penuh ampunan dan berkah ternyata bukan dimanfaatkan bertobat. Namun tidak bagi Risky (21) tahanan narkoba Polres Pessel ini malah memesan kiriman narkotika dari temannya

Diusia 180 Tahun Usung Perwujudan Limapuluh Kota Yang Madani,Beradar dan Berbudaya Dengan Mematuhi Protokol Kesehatan

Limapuluh Kota,BeritaSumbar.com,-Kabupaten Lima Puluh Kota merupakan satu dari sembilan belas Kabupaten/Kota yang ada di Provinsi Sumatera Barat yang memiliki luas wilayah 3.354,30 Km² . Kabupaten Lima Puluh kota terdiri dari 13 Kecamatan, 79 Nagari, dan 401 Jorong.
- Advertisement -

Sarang Tawon Di Depan SPBU Ngalau Dibasmi Damkar Payakumbuh

Payakumbuh,BeritaSumbar.com,- Keberadaan sarang tawon di pohon pelindung tepatnya di depan SPBU Ngalau, Jalan Soekarno Hatta sangat meresahkan warga. Hal itu diketahui berawal dari postingan di grup facebook Informasi Payakumbuh dan Limapuluh Kota, ada warga yang mengingatkan pengendara untuk hati-hati dengan adanya keberadaan sarang tawon tersebut pada Sabtu, 10 April 2021 sore.

Lagi Patroli, Polsek Pancung Soal Temukan Warga Asyik Main Judi

Pesisir Selatan,BeritaSumbar.com,-Anggota Polsek Pancung Soal saat itu sedang melaksanakan patroli mendapatkan beberapa orang sedang asik bermain judi song atau remi disebuah warung. Tiga pelaku berhasil kabur sedangkan 2 pelaku ditangkap
- Advertisement -

Tulisan Terkait

Bupati Padang Pariaman Kukuhkan H. Mahyudin Putra Minang, SE Cs Jadi Koordinator Pengurus Ranah dan Rantau Secara Nasional

JAKARTA - Ranah dan Rantau harus bersinergi untuk kemajuan kampung halaman. Acara Silaturahmi Ranah dan Rantau dengan Pemkab Padang Pariaman dilaksanakan di Hotel Balairung, Matraman, Jakarta pada Sabtu malam (10-04-2021)

DPPKB Padang Pariaman Adakan Pertemuan Pokja di Kampung KB Kencana Saiyo Nagari Tapakih.

Padang Pariaman, beritasumbar.com,-Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kabupaten Padang Pariaman bersama Kecamatan, Wali Nagari dan Penyuluh KB serta para Kader Pokja melakukan pertemuan, hal itu dilakukan dalam rangka kegiatan Integrasi Pembangunan Lintas Sektor dan Kelompok Kerja di Kampung KB Kencana Saiyo, di Surau Rimbo Karambia, Nagari Tapakih, Rabu (31/3).

Puskesmas Ulakan Sosialisasikan Vaksinasi Covid-19 bagi ASN dan Wali Nagari di Wilayahnya

Padang Pariaman, beritasumbar.com,- Puskesmas Ulakan melakukan sosialisasi vaksinasi Covid-19, Kamis (25/3) di Aula Kantor Camat Ulakan Tapakih. Hal itu dilakukan untuk menindaklanjuti surat Bupati Padang Pariaman tentang Pemberian vaksin covid-19 bagi ASN dan petugas pelayanan publik di kecamatan tersebut.

Jembatan Darurat Kelok Pinyaram Dalam Perbaikan, Polisi Minta Pengguna Jalan Lebih Hati-Hati

Padang Pariaman, beritasumbar.com - Jembatan darurat Kelok Pinyaram yang menghubungkan jalan lintas Padang menuju Bukittinggi maupun sebaliknya diperbaiki sehingga diberlakukan buka tutup arus lalu...

UPZ Nagari Se Kecamatan Ulakan Tapakih Dilantik

Padang Pariaman, beritasumbar.com,- Pengurus Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Nagari se Kecamatan Ulakan Tapakih dilantik oleh Ketua Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Padang Pariaman Dr. Rahmat Tk. Sulaiman, Rabu (3/3) di Aula Kantor Ulakan Tapakih. Hadir dalam acara pelantikan, semua wakil ketua BAZNAS sebanyak 4 orang yaitu Fakhri Zaki, Masri Chan, Zulfahmi dan Zulherman. Plt. Camat Ulakan Tapakih Syafruddin, Plt. Kapolsek Nan Sabaris Iptu. Zulkarnaini, Kanit Sabhara Ipda. Junaidi Salat, SH. Danramil 07/PK diwakili oleh Serda Zainal Arifin, KUA Kecamatan, Kasi Trantib Anesa Satria dan Wali Nagari se Kecamatan Ulakan Tapakih.

Gelar Raker Bulanan, GMK Fokus Pada Urusan Sosial dan Tidak Ikut Politik Praktis

Padang, beritasumbar.com - Pasir jambak pada Minggu, (28/2) dipenuhi orang berseragam merah abu abu yang berlogokan GMK. Organisasi tersebut tak lain adalah Grup Minàng...

KPUD Padang Pariaman Gelar Rapat Evaluasi Pilkada 2020

Padang pariaman,BeritaSumbar.com,- Dengan telah usainya pelaksanaan pemilihan kepada daerah serentak 2020, KPUD Padang Pariaman Gelar rapat evaluasi pelaksanaan pilkada. Rapat tersebut digelar selama dua hari di salah satu hotel di Kota Bukittinggi.

H.Leonardy Harmainy Dt Bandaro Basa SIP.MH Kunjungi Nagari Sikucua Tengah

Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) H.Leonardy Harmainy Dt Bandaro Basa SIP.MH mengunjungi Pemerintahan Nagari Sikucua Tengah, Kecamatan V Koto Kampung Dalam, Kabupaten Padang Pariaman. Pada Senin,8/2/2021.

Politeknik Negeri Padang (PNP) menggali Potensi Nagari di Kecamatan Sungai Limau

Politeknik Negeri Padang (PNP) melirik potensi nagari di Kecamatan Sungai Limau, hal ini di lakukan untuk menyelenggarakan pendidikan dan penelitian serta pengabdian kepada masyarakat (UU No. 12 Tahun 2012, Pasal 1 Ayat 9), maka Politeknik Negeri Padang (PNP) sebagai Perguruan Tinggi yang bergerak di bidang vokasi/ keterampilan / keahlian mewujudkan salah satu dharmanya untuk pengabdian kepada masyarakat.

Terkait Tambak Udang Dan Tarok City, mahasiswa Lingkar Piaman Datangi Kantor DPRD Padang Pariaman

Pariaman,BeritaSumbar.com,-Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam LIMAPIA bersama Himpunan Mahasiswa Islam komisariat Universitas Eka sakti, pemuda xtc kota Pariaman dan pemuda amal beramal berunjuk rasa...
- Advertisement -