27 C
Padang
Sabtu, Oktober 16, 2021
spot_imgspot_img
Beritasumbar.com

Perbaikan Perlu Political Will Kepala Daerah, Tim Nasional Sampaikan Potret Lalulinta Payakumbuh
P

Kategori -
- Advertisement -

Peningkatan sistem lalulintas yang sesuai ketentuan dan perundangan berlaku, diperlukan kebijakan atau political will kepala daerah yang tinggi. Tim penilai nasional Wahana Tata Nugraha (WTN) 2015 yang berkunjung ke Payakumbuh, menyampaikan potret lalulintas dan angkutan umum kota ini,  sudah cukup baik, namun perlu perbaikan  dibeberapa sektor.

Demikian disampaikan Ketua Tim Penilai WTN Nasional,   Drs. Firdaus Rasyad, MM, dalam acara ekspose hasil penilaian WTN Payakumbuh di aula Balaikota di Bukik Sibaluik Payakumbuh, Selasa (4/8).  Menurutnya, tiga hari melakukan penilaian di Payakumbuh, sejak Sabtu (1/8), kondisi lalulintas Payakumbuh sudah lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya. Tapi, disektor angkutan umum, perlu kerja keras pemko dalam penataannya.

Ketua Tim Penilai Firdaus Rasyad, memberikan apresiasi kepada Pemko Payakumbuh, karena ekpose terhadap potret lalulintas kota ini, dihadiri langsung Walikota Riza Falepi, Ketua DPRD YB. Dt. Parmato Alam, Ketua Pengadilan Negeri Yudissilen,SH, Wakapolresta Payakumbuh Kompol  Yudi Sulistiyo, S.IK, pimpinan SKPD dan sejumlah undangan lainnya. “Ini pertanda komitmen pemko dalam membenahi lalulintas dan angkutan umum sangat tinggi,” katanya.

Bagi kota yang memperoleh  Piala WTN, tambahnya,  bagaimana daerah bersangkutan mengaplikasikan UU No. 29 Tahun 2009, tentang  lalulintas. Terhadap hal tersebut, acuannya hanya satu yaitu pelayanan dan keselamatan. Pemko bersama jajarannya bersama pihak kepolisian, selalu bersinergi dalam membenahi lalulintas dan sistem angkutan umum, tegasnya.

Sejumlah kelemahan pemko dalam menata lalulintas di Payakumbuh, disebutkan tim, masih banyak trotoar yang dipakai pedagang kaki lima buat areal berjualan. Selain itu, kondisi trotoar yang tidak memenuhi standar UU lalulintas. Sejumlah ruas jalan utama  dalam kota, tidak punya marka jalan, padahal fungsi marka amat menentukan dalam keselamatan berlalulintas, di samping penghias jalan.

Kelemahan lainnya, trafic light di jantung kota yang tak berfungsi, serta zebra cross yang tidak dilengkapi dengan papan informasi. Sementara itu, ada halte yang dimanfaatkan oleh PKL, dan kawasan parkir yang bercampur aduk antara kendaraan roda empat dengan sepeda motor. Terhadap angkutan umum, diminta agar pemko mencari solusi tepat, untuk pembenahan ke depan.

Walikota Payakumbuh Riza Falepi, ketika memberikan tanggapannya, tak membantah dengan kondisi yang disampaikan tim.  Segala masukan, akan menjadi pedoman bagi Payakumbuh, dalam membenahi sektor lalulintas dan angkutan umum ke depan. Dishubkominfo diminta segera menyusun rencana induk  transportasi perkotaan. “Tak tertutup kemungkinan pemberian subsidi terhadap angkutan umum ini,” kata walikota.

Dalam acara tersebut, diperkenalkan pakaian dinas bagi pegawai Dishubkomnfo yang baru, dari warna abu-abu berubah menjadi putih. Walikota Riza Falepi secara simbolis langsung menyematkan tanda pangkat bagi pegawai, diwakili oleh  Bambang  Suryadi dan  Pipit Angraini Roesman, S.ST.

- Advertisement -
- Advertisement -

BERITA PILIHAN

- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -

Tulisan Terkait

- Advertisement -spot_img