Solok, BeritaSumbar.com – Viral diseluruh media peristiwa penyerangan terhadap Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan, Jenderal (Purn) Wiranto juga memantik reaksi sejumlah kalangan di Kota Solok. Ketua DPRD Kota Solok, Yutris Can, SE, menyatakan pihaknya sangat menyayangkan terjadinya peristiwa tersebut. Mewakili, lembaga DPRD Kota Solok, Yutris Can mengimbau agar seluruh masyarakat Kota Solok menyikapi dengan bijak peristiwa tersebut. Termasuk aparat penegak hukum.

“Kita di daerah harus selalu waspada. Saling bahu-membahu menjaga Kamtibmas. Baik itu lembaga penegak hukum, lembaga adat, tokoh masyaarakat dan seluruh elemen masyarakat. Sehingga tetap terjaga kondusivitas, kedamaian, kenyamanan. Kita rindu NKRI yang aman, demi masa depan yang lebih baik,” ujarnya.

Yutris Can juga meminta aparat penegak hukum di Kota Solok untuk lebih waspada. Jangan sampai peristiwa semacam itu terjadi di Kota Beras Serambi Madinah.

“Yang lebih penting dari itu, kami meminta kepada parah penegak hukum dan pemerintah di Kota Solok untuk lebih waspada. Jangan sampai kejadian seperti di Banten itu terulang di Kota Solok,” tandas pria yang menjalani periode ketiga sebagai Ketua DPRD Kota Solok tersebut.

Sementara itu, Ketua Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau (LKAAM) Kota Solok, Rusli Khatib Sulaiman, menyatakan pihaknya mengutuk keras peristiwa penusukan terhadap Menko Polhukam Wiranto tersebut. Rusli juga meminta TNI dan Polri untuk mengusut tuntas peristiwa tersebut.

“TNI-Polri harus mengusut tuntas. Agar peristiwa seperti ini tidak terjadi lagi,” tegasnya.

Hal senada juga disampaikan Ketua Bundo Kandung Kota Solok, Sitta Novembra. Menurutnya, sebagai warga negara dan umat beragama, agar mendoakan kesembuhan Menko Polhukam Wiranto. Sitta menegaskan, jangan sampai peristiwa ini menjadi pemecah NKRI.

“Sebagai umat beragama dan warga negara, marilah kita mendoakan kesembuhan bagi Bapak Wiranto. TNI dan Polri harus mengusut tuntas peristiwa ini, agar bisa memberikan kenyamanan dan keamanan bagi masyarakat. NKRI harga mati. Peristiwa tersebut harus menjadi peringatan bagi kita. Termasuk aparat keamanan dan pemerintah di Kota Solok,” ujarnya.

Kapolres Solok Kota AKBP Ferry Suwandi, S.IK, mengajak semua lapisan masyarakat untuk selalu waspada terhadap gerakan-gerakan radikalisme.

“Kita harus selalu waspada. Kami, pihak kepolisian juga terus berusaha bersama MUI, FKUB, Ormas, tokoh masyarakat, dan sebagainya untuk mengantisipasi aksi-aksi teror dan radikalisme itu,” ungkapnya. (FRP)

loading...