26 C
Padang
Kamis, Oktober 28, 2021
spot_imgspot_img
Beritasumbar.com

Pengenalan dan Demontrasi Pestisida Nabati Ramah Lingkungan di Nagari Campago, Kampung Dalam
P

- Advertisement -

Oleh: Silvia Permata Sari, SP., MP.
Dosen Fakultas Pertanian Universitas Andalas

Padang Pariaman,BeritaSumbar.com,-Nagari Campago adalah nagari yang berada di Kecamatan V Koto Kampung Dalam, Kabupaten Padang Pariaman, Sumatra Barat, Indonesia. Nagari ini terdiri dari 12 korong, yaitu Toboh, Bukik Gonggang, Kampung Dalam, Anjung, Kampung Tanjung, Sungai Jilatang, Kajai, Bayua, Campago, Bukim Caliak, Padang Manih, Kampung Pauah. Luas nagari : 9,86 km2 dari luas wilayah Kec. V Koto Kampung Dalam.

Jarak antara Kota Kab. Padang Pariaman dengan Nagari Campago adalah 33 km2, sedangkan jarak antara ibukota provinsi (Kota Padang) dengan Nagari Campago adalah 70 km2. Pada umumnya, mata pencarian masyarakat Nagari Campago adalah sebagai petani. Tanaman yang dibudiayakan pun beragam, seperti padi (Oryza sativa), cabai (Capsicum sp.), jagung (Zea mays), kelapa (Cocos nucifera), kakao (Theobroma cacao L.) dan komoditas lainnya.

Salah satu kelompok tani di Nagari Campago yang aktif sampai sekarang adalah kelompok tani Bukik Caliak Indah. Pada beberapa musim panen tahun ini, kelompok tani Bukik Caliak Indah tersebut mengalami permasalahan pertanian, salah satunya adalah serangan Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT). Serangan OPT tersebut tidak hanya meresahkan petani, namun juga menyebabkan gagal panen ketika serangan hama dan penyakitnya tinggi. Salah satu teknik pengendalian yang dapat dilakukan adalah rotasi tanaman. Rotasi Tanaman yaitu menanam jenis tanaman yang berbeda familinya dari tanaman yang sebelumnya.

Contohnya: kita saat ini kita menanam padi, maka setelah panen padi nanti janganlah kita menanam padi kembali, tetapi lahan kita tersebut kita tanam jagung. Kemudian panen jagung, kita bisa tanam lahan kita dengan tanaman kacang tomat. Setelah itu baru ditanam padi kembali. Begitulah seterusnya, komoditas yang ditanaman diganti secara rutin dengan famili yang berbeda. Tujuannya adalah untuk memutus rantai perkembangan OPT di areal pertanian kita, sehingga resiko gagal panen dapat dihindari.

Oleh karena itu, Silvia Permata Sari, Dosen Fakultas Pertanian Unand bersama tim melakukan kegiatan pengabdian di Nagari Campago, Kampung Dalam, Padang Pariaman. Pada kegiatan pengabdian tersebut, dosen fakultas pertanian ini memberikan sosialisasi mengenai pertanian organik, pengenalan pestisida nabati, serta demonstrasi pestisida nabati. Metode kegiatan pengabdian ini dalam bentuk ceramah, demonstrasi, dan diskusi.

Kegiatan pengabdian diawali dengan kegiatan sosialiasi mengenai pertanian organik dan pestisida nabati. Pada kesempatan pengabdian ini, dosen paruh baya Fakultas Pertanian mengajak kelompok tani Bukik Caliak Indah ini untuk menggalakkan pertanian organik, baik untuk komoditas padi, cabai, maupun komoditas lainnya.

Adapun manfaat dari kegiatan pengabdian di Nagari Campago, Kec. V Koto Kampung Dalam, Kab. Padang Pariaman yaitu: menambah ilmu pengetahuan dan keterampilan petani di Nagari Campago, Padang Pariaman. Petani memperoleh transfer knownledge mengeni pestisida yang ramah lingkungan untuk pengendalian hama dan penyakit tanaman yang mereka budidayakan, serta petani mengenal dan pandai membuat sendiri pestisida nabati untuk pengendalian OPT yang menyerang tanaman yang kita budidayakan. Selain itu, pada kegiatan ini, dosen fakultas pertanian ini juga memaparkan bahaya pestisida sintetik, sehingga dapat meningkatkan kesadaran petani dan mengurangi ketergantungan petani akan pestisida sintetik.

Teknik pengendalian OPT menggunakan pestisida nabati merupakan bagian dari Pengendalian Hama Terpadu (PHT) yang diharapkan dapat menciptakan lingkungan yang aman. Ini dikarena pestisida nabati bersifat ramah lingkungan. Pestisida nabati terbuat dari bahan yang mudah terdegradasi di alam, sehingga aman bagi manusia maupun lingkungan. Selain itu pestisida nabati ini juga tidak menyebabkan resintensi (kekebalan) OPT, resurjensi (peledakan) OPT, serta aman terhadap musuh-musuh alami seperti serangga predator dan parastoid. Pestisida nabati juga memiliki berbagai fungsi seperti: Repelent (penolak) dengan menghasilkan bau menyengat yang dihasilkan tumbuhan, Antifedant (menghambat daya makan atau perkembangan OPT), Atraktan (penarik) sehingga dapat dijadikan tumbuhan perangkap untuk OPT.

Di Indonesia, ada sekitar 2400 jenis tanaman yang termasuk ke dalam 235 famili yang dapat dimanfaatkan untuk pengendalian OPT. Bagian tumbuhan yang dapat dijadikan pestisida nabati bisa berasal dari daun, bunga, buah, biji, kulit, dan batang tumbuhan yang mempunyai kelompok metabolit sekunder (senyawa bioaktif). Pestisida nabati adalah pestisida yang bahan bakunya berasal dari tumbuh-tumbuhan yang ada lingkungan sekitar kita. Beberapa tumbuhan yang dapat digunakan sebagai
pestisida nabati antara lain kipait (Tithonia diversifolia), tembakau (Nicotiana tabacum), serai (Cymbopogon nardus L.), mimba (Azadirachta indica A.), bawang putih (Allium sativum), daun sirsak (Annona muricata L. ), daun pepaya (Carica papaya L.) dan lain-lain.

Pembuatan pestisida nabati pun beragam, mulai dengan cara merendam, menumbuk, menggiling bahkan dengan cara merebus bagian tanaman yang dijadikan pestisida nabati tersebut. Adapun keuntungan kita menggunakan pestisida nabati ini diantaranya: ramah lingkungan, aman terhadap manusia dan organisme lainnya, serta mengurangi penggunaan pestisida sintetik (racun kimia) dapat dikurangi atau dihindari.

Adapun respon masyarakat Nagari Campago akan kegiatan pengabdian ini adalah sangat bagus. Itu terlihat dari antusiasnya masyarakat di Nagari Campago untuk hadir di acara pengabdian ini. Kegiatan pengabdian ini dihadiri oleh beberapa pihak, mulai dari camat, lurah, wali nagari, wali korong, babinsa, penyuluh pertanian, hingga anggota kelompok tani di Nagari Campago, Kampung Dalam, Padang Pariaman. Peserta yang hadir tergolong banyak, walaupun begitu kegiatan dilakukan dengan protol Covid-19. Diskusi yang interaktif antara tim pengabdian dengan peserta pun berlangsung dari awal kegiatan sampai selesai kegiatan pengabdian ini berlangsung.

Setelah memberikan sosialisasi mengenai pertanian organik dan pestisida nabati, kandidat doktor Fakultas Pertanian ini juga memberikan demontrasi langsung pembuatan pestisida nabati di hadapan kelompok tani Bukik Caliak Indah, Nagari Campago, Kampung Dalam, Padang Pariaman. Setelah itu dibuka sesi diskusi dan tanya jawab dengan petani. Terakhir kegiatan ditutup dengan pemberian bibit cabai dan foto bersama. (Silvia Permata Sari_SPS).

- Advertisement -
- Advertisement -

BERITA PILIHAN

- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -

Tulisan Terkait

- Advertisement -spot_img