23 C
Padang
Sabtu, Oktober 16, 2021
spot_imgspot_img
Beritasumbar.com

PENGAWASAN KUALITAS PRODUK INDUSTRI
P

Kategori -
- Advertisement -

Definisi Pengawasan Kualitas Produk Industri

  1. Secara umum

Definisi pengawasan Kualitas adalah semua usaha untuk menjamin (assurance) agar hasil dari pelaksanaan sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan dan memuaskan konsumen (pelanggan).

  • Menurut para ahli
  • Pengawasan Kualitas menurut Montgomery

Pengawasan kualitas (Montgomery, 1996) adalah aktivitas keteknikan dan manajemen utnuk mengukur ciri – ciri  kualitas produksi dan membandingkan dengan spesifikasi yang ada, serta mengambil tindakan perbaikan yang sesuai. Pengendalian kualitas membantu mengurangi penyimpangan- penyimpangan yang muncul dan mengarahkan proses produksi pada tujuan yang ingin dicapai.. Pengendalian kualitas berhasil dapat menekan produk cacat seminimal mungkin

  • Pengawasan Kualitas Menurut Crosby

Pengawasan kualitas adalah teknik yang dilakukan untuk menghasilkan produk yang sesuai dengan disyaratkan atau distandarkan. Suatu produk memiliki kualitas apabila sesuai dengan standar kualitas yang telah ditentukan.

  • Pengawasan Kualitas Menurut Dr. Joseph Juran

Pengawasan Kualitas adalah kecocokan penggunaan produk untuk memenuhi kebutuhan dan kepuasan pelanggan.

  • Pengawasan Kualitas Menurut Dr. W. Edward Demings

Pengawasan kualitas adalah metode untuk menyesuaikan produk dengan kebutuhan pasar atau konsumen. Perusahaan harus benar – benar memahami apa yang dibutuhkan konsumen atas Suatu Produk yang dihasilkan.

  • Pengendalian Kualitas Menurut Assauri

Menurut Assauri ( 1993 : 210 ) pengawasan kualitas adalah kegiatan untuk memastikan apakah kebijaksanaan dalam hal kualitas dapat tercermin dalam hasil akhir

  • Pengendalian Kualitas Menurut Ahyari

Menurut Ahyari  ( 1992 : 239 ) pengawasan kualitas merupakan suatu aktivitas ( manajemen mutu )  untuk menjaga dan mengarahkan agar kualitas produk atau jasa perusahaan dapat dipertahankan sebagaimana yang telah direncanakan.

Jadi pengawasan kualitas adalah pengecekan atas barang yang akan diproduksi apakah telah memenuhi standar yang telah ditetapkan oleh produsen dan agar hasil yang diharapkan sesuai dengan apa yang telah direncanakan oleh produsen.

Tujuan Pengawasan Kualitas Produk Industri

Tujuan pengawasan kualitas adalah agar tidak terjadi barang yang tidak sesuai dengan standar mutu yang diinginkan (second quality) terus-menerus dan bisa mengendalikan, menyeleksi, menilai kualitas, sehingga konsumen merasa puas dan perusahaan tidak rugi.

Tujuan Pengusaha menjalankan pengawasan kualitas adalah untuk menperoleh keuntungan dengan cara yang fleksibel dan untuk menjamin agar pelanggan merasa puas, investasi bisa kembali, serta perusahaan mendapat keuntungan untuk jangka panjang.

Bagian pemasaran dan bagian produksi tidak perlu melaksanakan, tetapi perlu kelancaran dengan memanfaatkan data, penelitian dan testing dengan analisa statistik dari bagian Pengawasan kualitas yang disampaikan kepada pihak produksi untuk mengetahui bagaimana hasil kerjanya sebagai langkah untuk perbaikan.

Saat pelaksanaan pengujian pengawasan kualitas dan testing bila ditemukan beberapa masalah khusus, perlu dibuat suatu study agar dapat digunakan untuk mengatasi masalah di bagian produksi tersebut. Di samping tersebut di atas tugas bagian pengawasan kualitas yaitu jika terjadi komplain, mengadakan cek ulang dan menyatakan kebenaran untuk bisa diterima secara terpisah lalu dilaporkan kepada departemen terkait untuk perbaikan proses selanjutnya.

Untuk itu perlu dilakukan langkah-langkah sebagai berikut

  1. Pengendalian biaya (Cost Control)

Tujuannya adalah agar produk yang dihasilkan memberikan harga yang bersaing (Competitive price)

  • Pengendalian Produksi (Production Control)

Tujuanya adalah agar proses produksi (proses pelaksanaan ban berjalan) bisa lancar, cepat dan jumlahnya sesuai dengan rencana pencapaian target.

  • Pengendalian Standar Spesifikasi produk

Meliputi aspek kesesuaian, keindahan, kenyamanan dipakai dsb, yaitu aspek-aspek fisik dari produk.

  • Pengendalian waktu penyerahan produk (delivery control)

Penyerahan barang terkait dengan pengaturan untuk menghasilkan jumlah produk yang tepat waktu pengiriman, sehingga dapat tepat waktu diterima oleh pembeli.

Syarat –Syarat Pengawasan Kualitas Produk Industri

Kontrol kualitas (Quality Control) bertujuan menjaga dan mengarahkan agar kualitas produk perusahaan dapat dipertahankan sesuai dengan rencana. Kontrol kualitas sangat diperlukan dalam memproduksi suatu barang untuk menjaga kestabilan mutu. Tidak hanya dalam industri,kontrol kualitas dibutuhkan juga pada manajemen. Kontrol kualitas secara statistik berbeda dengan kontrol kualitas secara kimia atau fisika. Pada kontrol kualitas secara statistik tidak menghendaki “terbaik“ absolut, tetapi kualitas yang diinginkan adalah yang memenuhi permintaan konsumen.

Biasanya permintaan konsumen ini diwujudkan dalam dua syarat :

  1. Akhir kegunaan suatu produk.
    1. Harga jual suatu produk.

Pada proses produksi dua syarat ini dijabarkan dalam bentuk :

  1. Spesifikasi ukuran.
    1. Ciri–ciri operasi.
    1. Ongkos produksi

Syarat Produksi Untuk Menghasilkan Produk Yang Dikehendaki.

Biasanya syarat–syarat ini tidak dapat dipenuhi secara tepat, baiksecara ekonomi maupun prakteknya sehingga disetujui suatu “ toleransi “. Kontrol kualitas adalah kombinasi semua alat dan teknik yang digunakan untuk mengontrol kualitas suatu produk dengan biaya seekonomis mungkin untuk memenuhi syarat pesanan.Beberapa langkah yang dilakukan dalam proses kontrol kualitas :

  1. Penentuan standar

Menentukan standar kualitas produksi sesuai dengan pesanan/permintaan.

  • Konfirmasi

Membandingkan hasil produksi dengan ukuran standar yang telahditentukan.

  • Tindakan.

Mengambil tindakan ( koreksi ) bila standar dilampui.

  • Rencana perbaikan.

Menggambarkan usaha terus–menerus untuk memperbaiki standar harga dan standar mutu.

Untuk melaksanakan pengendalian kualitas dapat dilakukan dua pendekatan antara lain :

  1. Pendekatan bahan baku perusahaan

Bahan baku merupakan faktor yang cukup besar pengaruhnya terhadap kualitas produk akhir. Karena kualitas ditentukan oleh kualitas bahan bakunya, maka perlu adanya pengendalian kualitas atau quality control bahan baku yang diteliti.

  • Pendekatan Proses Produksi

Perusahaan.Sifat dan jenis proses produksi perusahaan berbeda satu dengan yang lainnya. Maka quality control pada proses produksi pada setiap perusahaan adalah berbeda.Proses pembuatan produk pada suatu industri tentunya harus sesuai dengan spesifikasi yang ditetapkan oleh konsumen. Sangat penting untuk membuat produk yang dapat memenuhi syarat–syarat dari orang yang menggunakannya.

Ada dua segi umum tentang kualitas, yaitu kualitas rancangan dan kualitas kecocokan.

  • Kualitas rancangan adalah variasi dalam tingkat kualitas pada barang atau jasa yang disengaja.
  • Kualitas kecocokan adalah seberapa baik produk tersebut sesuai dengan spesifikasi dan kelonggaran yang disyaratkan oleh rancangan itu.Tiap produk mempunyai sejumlah unsur yang bersama–sama menggambarkan kecocokan penggunanya.

Parameter–parameter ini biasanya dinamakan ciri–ciri kualitas, yaitu :

  1. Fisik. Panjang, berat, voltase, kekentalan
    1. Indera. Rasa, penampilan, warna
    1. Orientasi waktu.

Keandalan, dapatnya dipelihara, dapatnya dirawat Kualitas suatu produk ditentukan oleh ciri–ciri produk itu. Segala ciri yang mendukung produk itu memenuhi persyaratan disebut karakteristikkualitas.

Faktor – Faktor yang mempengaruhi Quality Control

Mutu produk secara langsung dipengaruhi oleh Sembilan faktor dasar (9 M ) yang terdiri atas :

  1. Pasar ( Market )

Jumlah produk baru dan lebih baik yang ditawarkan dipasar terus bertumbuh pada laju yang eksplosif, akibatnya bisnis harus lebih fleksibel dan mampu berubah arah dengan cepat.

  • Manajemen ( Management )

Tanggung Jawab Mutu telah didistribusikan kepada semua bagian dan tingkatan manajemen. Selain itu perlu ada pembagian kelompok ( function group ) dalam hal ini pimpinan harus berkoordinasi dengan baik. Dengan adanya koordinasi yang baik tersebut maka dapat tercapai suasana kerja yang baik dan harmonis, serta menghindarkan adanya kekacauan dalam pekerjaan. Keadaan ini memungkinkan perusahaan usntuk mempertahankan mutu serta meningkatkan mutu dari produk yang dihasilkan.

  • Manusia ( Men )

Pekerja yang dibuthkan kini adalah yang memiliki pengetahuan khusus. Peranan manusia atau karyawan yang bertugas dalam perusahaan akan sangat mempengaruhi secara langsung terhadap baik buruknya mutu dari produk yang dihasilkan oleh suatu perusahaan. Maka aspek manusia perlu mendapat perhatian yang cukup. Perhatian tersebut dengan memberikan latihan – latihan, pemberian motivasi,pemberian jamsostek,kesejahteraan,dll.

  • Motivasi ( Motivation )

Pengakuan yang positif secara pribadi bahwa pekerja member sumbangan demi tercapainya tujuan perusahaan, dapat meningkatkan motivasi pekerja.

  • Bahan ( Material )

Material harus diperiksa sedemikian rupa sehingga layak untuk diproses. Pemeriksaan atas spesifikasi yang semakin ketat dapat menurunkan biaya secara efektif.

  • Mesin dan mekanisasi ( Machines and mechanization )

Keinginan perusahaan untuk mencapai penurunan biaya dan peningkatan volume produksi mendorong penggunaan perlengkapan pabrik yang sempurna.

  • Metode Informasi Mutakhir

Evolusi teknologi yang cepat seperti Komputer membuka kemungkinan untuk mengumpulkan, menyimpan, dan mengambil kembali serta memanipulasi informasi.

  • Persyaratan Proses Produksi

Kemajuan dalam rekayasa rancangan memerlukan kendali yang lebih ketat pada seluruh proses pembuatan.

Oleh : Syaiful Anwar
Dosen FE Unand Kampus II Payakumbuh

Baca Juga: PERENCANAAN PRODUKSI INDUSTRI

- Advertisement -
- Advertisement -

BERITA PILIHAN

- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -

Tulisan Terkait

- Advertisement -spot_img