26.2 C
Padang
Selasa, Oktober 19, 2021
spot_imgspot_img
Beritasumbar.com

Pemkab Lima Puluh Kota Ajukan Dana Rehab Rekon Pasca Bencana 42 Miliar Ke BNPB
P

- Advertisement -

Lima Puluh Kota, beritasumbar.com– Untuk penanganan pascabencana yang melanda beberapa kecamatan di Kabupaten Lima Puluh Kota sejak beberapa tahun terakhir, Bupati setempat mengajukan anggaran rehabilitasi dan rekonstruksi ke Pemerintah Pusat melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Menurut Bupati Lima Puluh Kota, Safaruddin Dt.Bandaro Rajo mengatakan dibutuhkan anggaran sebanyak Rp.42 milliar lebih untuk rehabilitasi dan rekonstruksi berbagai sektor yaitu perumahan, infrastruktur, sosial, ekonomi dan sektor lintas.

“Untuk menanggulangi kerugian masyarakat dan daerah di berbagai sektor itu, pihak Pemkab Lima Puluh Kota tengah berupaya meminta bantuan kepada BNPB di Jakarta,” ungkapnya baru-baru ini.

Ia mengakui, kunjungan ke BNPB pada Rabu (24/3/2021) dia didampingi Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lima Puluh Kota, Joni Amir dan Kabid Kedaruratan dan Logistik, Rahmadinol, berhasil bertatap muka langsung dengan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana Pusat di Jakarta, Letjen TNI Doni Monardo di ruang kerjanya didampingi Deputi Rehabilitasi dan Rekonstruksi, Rifai dan dan Kepada Pusdatikom, Radytia.

Kunjungan resmi ke BNPB Pusat tersebut, ulas Bupati berlangsung dengan SOP protokol kesehatan secara ketat.

“Kepada Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana Pusat di Jakarta, Letjen TNI Doni Monardo, kami menjelaskan secara detail kondisi Kabupaten Lima Puluh Kota yang tercatat sebagai daerah rawan bencana,” katanya

Ia mengakui, selain menginformasikan dan melaporkan Kabupaten Limapuluh Kota sebagai daerah rawan bencana, orang nomor satu itu juga melaporkan kerugian masyarakat dan daerah pascabencana alam yang terjadi tahun 2019 lalu di Kabupaten Lima Puluh Kota.

“Kita sudah serahkan laporan tertulis terkait bencana alam tanah longsor, puting beliung, tanah bergerak, galodo, banjir bandang, kebakaran hutan dan lahan yang melanda sejumlah kawasan kecamatan di Kabupaten Lima Puluh Kota selama tahun 2019 lalu, yang menyebabkan kerugian harta benda yang luar biasa yang dialami masyarakat dan daerah,” pungkasnya.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Lima Puluh Kota Joni Amir membenarkan kunjungan ke BNPB.

“Kepada Kepala BNPB Letjen TNI Doni Monardo, Bupati Safaruddin melaporkan kondisi daerah Kabupaten Lima Puluh Kota sebagai daerah yang rawan bencana,” ujarnya.

Menurutnya tidak hanya melaporkan kondisi Kabupaten Lima Puluh Kota sebagai daerah yang rawan bencana, namun juga menyampaikan harapan kepada Kepala BNPB di Jakarta, Letjen TNI Doni Monardo agar Kabupaten Limapuluh Kota diberikan kucuran dana bantuan rehabilitasi dan rekontruksi sebanyak Rp42 Miliar untuk penanggulangan pascabencana yang terjadi di Kabupaten Limapuluh Kota pada tahun 2019 lalu.

Sementara itu, Kepala BNPB Letjen TNI Doni Monardo berpesan menyampaikan arahan kepada semua, baik itu masyarakat maupun pemerintah daerah untuk selalu memperhatikan daerahnya masing-masing terutama terhadap lingkungan.

“Mari kita sama-sama peduli terhadap lingkungan. Kuncinya, tentu kebersamaan semua pihak. Menyangkut dengan alam Kabupaten Limapuluh Kota yang indah masih banyak pihak-pihak yang merusaknya, ini sudah kami lihat melalui foto udara. Banyak lahan hutan yang rusak. Berkaitan dengan bantuan pascabencana 2019, tentu kita akan kaji sesuai dengan proposal yang diajukan daerah. Kalau sudah terpenuhi kelengkapannya, kita akan menfasilitasinya,” ungkap Kepala BNPB, Letjen TNI Doni Monardo seperti ditirukan Bupati Safaruddin Dt Bandari Rajo. (Tim)

- Advertisement -
- Advertisement -

BERITA PILIHAN

- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -

Tulisan Terkait

- Advertisement -spot_img