Memasuki tahun pilkada 2020 yang akan digelar desember mendatang, menjadikan provinsi sumatera barat dan beberapa kabupaten didalamnya sebagai peserta penyelanggara pesta demokrasi tersebut.

Melihat kondisi terkini petarungan para bakal calon yang sudah bermunculan dan memunculkan jargon kampanye masing masing dengan tujuan merebut dan meraih simpati rakyat.

Sejatinya jauh daripada itu, masyarakat tanah datar selain menginginkan pemimpin yang visioner yang mampu menata kabupaten tanah datar kearah lebih baik, bumi luhak nan tuo ini juga butuh beberapa karakter pemimpin, paling tidak 5 ciri ciri pemimpin yang dibutuhkan tanah datar saat ini.
1.) Memiliki Jiwa Keikhlasan.
Pemimpin harus memiliki jiwa ikhlas serta mampu memberi dengan banyak terhadap masyarakat. Memang benarlah demikian, pemimpin adalah orang yang paling banyak berkorban untuk rakyat, meminjam istilah organisasi besar di tanah Air ” BERJASALAH, JANGAN MINTA JASA” itulah karakter pemimpin yang sesungguhnya, sehingga ketika pemimpin berbuat untuk masyarakat, jangankan pujian ucapan terima kasihpun seorang pemimpin sejati jangan pernah mengharapkan dari rakyat.
2.) Memiliki jiwa Kesederhanaan.
Masyarakat tanah datar hari ini, butuh pemimpin yang sederhana. Sederhana yang dimaksud bukan pemimpin yang menderita atau tidak punya modal, namun sederhana yang dimaksud adalah pemimpin yang mampu melihat dan merasakan kondisi masyarakat serta mampu memberikan langsung sentuhan sentuhan untuk mengatasi masalah ditengah masyarakat.

3.) Berdikari.
Pemimpin harus mampu berkreasi sendiri tanpa mengharap atau mengiba pada orang lain. Seorang pemimpin yang kharismatik, tidak akan gentar ketika ditantang dan tidak akan goyah ketika dijatuhkan. Juga pemimpin tidak akan mampu bergerak dan memimpin dengan baik dan maksimal jika berada dibawah interfensi atau pengaruh pihak ketiga lainnya.

4.) Ukhuwah Islamiyah
Nilai nilai persatuan dan nilai nilai persaudaraan sangat dibutuhkan mengalir didalam darah seorang pemimpin, baik itu rasa persaudaraan yang tumbuh secara suku adat dan yang paling utama adalah agama.

Ukhuwah islamiyah bukan hanya sebatas nilai nilai keislaman namun setiap tindakan dan perbuatan yang merujuk pada norma norma agama islam, sehingga menjadikan pemimpin berkarakter agamis.

5.) Kebebasan

Pemimpin harus memiliki dan menampilkan jiwa jiwa kebebasan.
Bebas dalam hal ini adalah bebas dalam berfikir sehingga dituntut untuk berkreasi untuk kemajuan daerah. Dengan jiwa kebebasan ini, menjadikan pemimpin tidak kebal kritik dari masyarakat, Serta mampu mendobrak dan menciptakan gebrakan gebrakan yang selama ini menjadi batasan dalam memajukan daerah.

Oleh : Rezki Aryendi SH
Sumber : Dikutip Dari Berbagai Sumber

loading...