26.1 C
Padang
Jumat, Oktober 22, 2021
spot_imgspot_img
Beritasumbar.com

Pemerintahan Erman Safar – Marfendi, Bertekad Ciptakan Bukittinggi Bebas Bajir
P

Kategori -
- Advertisement -

Bukittinggi, beritasumbar.com — Pemerintah Kota (Pemko) Bukittinggi bertekad menciptakan kota Bukittinggi lebih maju lagi dan terbebas dari banjir.

“Di pemerintah Erman Safar – Marfendi punya target untuk itu,” kata Wakil Wali Kota Bukittinggi, Marfendi di Bukittinggi, kemarin.

Ia menyampaikan, pada acara Rapat Koordinasi bersama Gubernur dan Wakil Gubernur, beserta 50 SKPD (OPD, red) untuk mempresentasikan anggaran 2022 di Aula kantor Gubernur di Padang, Senin ( 9/9/2021).

Menurut Marfendi, dalam acara tersebut, diberikan waktu 1 jam per Kabupaten/kota untuk mempresentasikan apa saja kira-kira yang akan diajukan ke Gubernur dan Wakil Gubernur di anggaran 2022.

Waktu itu, kata Marfendi, ia menjelaskan ada 12 poin yang ditampilkan, diantaranya penyelesaian masalah banjir di kota Bukittinggi.

Kata dia, dipemerintahan Erma Safar – Marfendi punya target, Kota Bukittinggi bebas dari banjir.

Artinya, kata dia, bebas banjir tersebut yaitu, mengurangi debit air dari hulu.

“Ada drainase yang dari Jambu Air kemudian melintas ke Jln Bypass, dan kemudian juga perluasan melintas ke Tambuo. Drainase sepanjang Jln Bypass, insya Allah ke depannya akan akan dibuat drainase besar,” ujarnya.

Kata Marfendi, setiap drainase harus besar, sehingga di bawahnya bisa kabel telepon, PDAM dan kabel PLN.

“Dengan demikian tidak ada kabel yang bersimpng siur lagi. Semua bertujuan untuk pengendalian banjir sekaligus untuk keindahan kota,” paparnya.

Selanjutnya yang diajukan lagi, kata Marfendi, adalah penyelesaian masalah sampah Bukittinggi, yang kemungkinan TPA di Payakumbuh akan ditutup dua tahun lagi.

“Penutupan itu sudah direncanakan dari sekarang. Kita meminta ke pemerintah provinsi untuk meminta membantu penyediaan TPA regional lagi. Kita berharap TPA bisa diolah menjadi energi. Bisa didaur ulang untuk menjadi uang,” paparnya.

Selain itu, kata dia, juga diusulkan penguatan dinding jalan ke Ngarai Sianok, yang terjal dan kemungkinan bisa longsor dapat diatasi.

“Bukittinggi kan tidak memiliki sarana dan prasarana dan tempat olah raga. Jadi, bagaimana Lapangan Bukit Ambacang dijadikan stadion. Di sana ada pacu kudanya, ada lintasan atletik, dan lapangan bola kaki,” ucapnya.

Sementara itu, kata Marfendi, untuk rumah Bung Hatta agar dapat ada museumnya, sehingga ikon Bung Hatta yang sudah lekat di Bukittinggi, seperti sudah ada Istana Bung Hatta, Pustaka Bung Hatta dan Patung Bung Hatta.

“Sekarang akan ditambah Museum Bung Hatta. Untuk membangun museum itu, ada tanah yang cukup luas sekitar 4 ribu meter di belakang rumah Bung Hatta itu,” ungkapnya.

Selain membangun Museum Bung Hatta itu, papar Marfendi, direncanakan jalan dua jalur dari perempatan BMW sampai ke batas kota daerah Garegeh.

“Dari pemaparan yang disampaikan itu, nampaknya mendapat respon sangat baik dari wali kota dan Gubernur serta sejumlah SKPD. Gubernur menekankan agar direalisasikan ke pusat,” sebutnya.

Ia menyatakan, pada pemaparan terkait lahan PT KAI, akan diperjelas posisi bersama dengan dinas perhubungan.

“Harapanya, semoga bekas stasiun lama tersebut bisa dibangun tempat parkiran yang luas, ada Masjid Raya dan convention hall,” ucapnya.

Sementara itu, sebut Marfendi, wakil Gubernur mengatakan agar dapat membuatkan ikon wisata lain, yang memperlihatkan bahwa Bukittinggi adalah kota wisata.

“Insya Allah mulai tahun 2022, kita punya kalender event kita akan buat ekonomi kerakyatan,” ungkap wakil Gubenur waktu itu, ujar Marfendi. (adil)

- Advertisement -
- Advertisement -

BERITA PILIHAN

- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -

Tulisan Terkait

- Advertisement -spot_img