23 C
Padang
Sabtu, Oktober 16, 2021
spot_imgspot_img
Beritasumbar.com

Pasar Ekraf Untuk Kelestarian Seni Budaya Dan Kuliner Lokal
P

Kategori -
- Advertisement -

Payakumbuh,BeritaSumbar.com, — Pagelaran festival pasar ekonomi kreatif (ekraf) ini patut diapresiasi, karena festival merupakan suatu tradisi yang berkembang di tengah masyarakat secara turun-temurun yang telah diakui. Dan tentunya untuk melestarikan keberadaan atas sistem yang telah turun-temurun tersebut. Seperti festival yang dilangsungkan di sekitar pendestrian batang agam ini sebagai salah satu untuk percontohan, serta menjadi suatu kebanggaan sebagai salah satu upaya melestarikan adat Minangkabau di kalangan generasi milenial.

Hal ini diutarakan oleh Bayu, seorang pengunjung yang juga merupakan generasi milenial yang ingin menyaksikan pertunjukan musik tradisional Gamad yang berlangsung di Pasar Ekonomi Kreatif (ekraf) 2020 di Agam Jua Art and Culture Cafe, Senin (7/12/2020).

Menurut Bayu, pertunjukan musik Gamad yang dibawakan langsung oleh group musik Gamad Padang tersebut sungguh sangat memiliki makna tentang kehidupan bagi yang paham dan mengerti dengan pertunjukan Gamad ini.

“Coba kita dengarkan dengan seksama, setiap lirik yang diucapkan oleh penyanyi tersebut sangat memiliki makna yang dalam, baik itu bagi kehidupan dunia maupun akhirat. Tentu ini menjadi sangat bagus, dimana selain kita mendapatkan hiburan dengan pertunjukannya, kita juga dapat meresapi atas lirik yang diucapkan oleh penyanyi untuk dapat kita renungkan”, ungkap Bayu saat ngobrol santai sambil menikmati pertunjukan Gamad di Pasar Ekraf 2020 di Agam Jua tersebut.

Pertunjukan Gamad merupakan pertunjukan untuk mengingatkan akan dunia dan akhirat. Apalagi jika Masyarakat Minangkabau yang memiliki filosofi masyarakat Minang “Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah”. Bahwa sesungguhnya Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah merupakan proses pergulatan antara Adat, Islam.

“ABS SBK bagaikan filosofi Ilmu Pengetahuan dimana dalam kerangka filosofis dalam memaknai ekstensi manusia sebagai Khalifatullah di dunia. Dimana manusia memainkan peran menjaga lingkungan alam, menjaga hubungan sesama dan taat sebagai ibadah kepada Allah SWT,” ujar Bayu melanjutkan.

Lebih lanjut, Bayu juga turut menyampaikan keprihatinannya terhadap seni budaya tradisional Minangkabau yang sudah mulai memudar, tetapi dengan adanya festival pasar ekonomi kreatif yang mengutamakan dalam seni budaya dan kuliner tradisional, semoga akan menjadi awalan yang bagus nanti untuk kembali jayanya seni budaya dan kuliner tradisional ranah Minang, baik di tingkat lokal dan bahkan sampai mancanegara”, tukasnya dengan semangat.(*)

- Advertisement -
- Advertisement -

BERITA PILIHAN

- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -

Tulisan Terkait

- Advertisement -spot_img