23 C
Padang
Kamis, Januari 21, 2021
Beritasumbar.com

Pandemi Covid-19 Dapat Mengancam Penurunan Populasi Hiu?
P

Kategori -

Oleh: Nada Julista. S – Mahasiswa Biologi FMIPA Unand

Selama pandemi Covid-19 ini, tentunya kita dihadapkan dengan pencarian solusi terkait masalah ini dengan berbagai upaya penelitian, terutama untuk penelitian vaksin Covid-19. Berbagai kandidat dari berbagai negara berpacu untuk memformulasikan vaksin ini yang tentunya melalui berbagai tahap uji klinis sebelum dapat diperbanyak dan disebarluaskan.

Lalu, apa hubungannya dengan menurunnya populasi hiu? Ya, tentu saja ini berhubungan. Telah diketahui bahwa 5 dari 42 kandidat vaksin Covid-19 ini menggunakan senyawa squalene yang berasal dari organ hati hiu. Penggunaan hiu ini tentunya menambah angka penurunannya yang bahkan sebelum pandemi ini telah hilang sebesar 90% dari jumlah yang pernah ada dalam sejarah. Kita tahu bahwa alam bekerja dalam prinsip keseimbangan, sehingga terganggunya salah satu komponen akan menghasilkan implikasi yang luas. Sebagian besar kita tidak akan memperdulikan hal ini sebelum dampaknya kita rasakan di waktu mendatang. Untuk itu, muncul tidaknya dampak tersebut bergantung kepada kita, karena ini adalah masalah kita bersama.

Menurut New York Times, squalene adalah senyawa kimia yang menginisiasi kerja sistem imun dan menstimulasi proteksi dalam tubuh sehingga tubuh lebih tahan terhadap serangan penyakit. Selain itu senyawa ini juga digunakan untuk vaksin Malaria, vaksin Flu, dan pada produk kosmetik, seperti tabir surya. Dari kegunaan senyawa tersebut dapat kita simpulkan bahwa pemakaian squalene ini sudah berlangsung sebelum adanya pandemi Covid-19 ini, yang berarti tingkat kerentanannya akan menurunnya jumlah populasi hiu tentu meningkat dengan bertambahnya kebutuhan akan senyawa ini untuk diformulasikan pada vaksin Covid-19.

Tentunya hal ini tidak dapat dibiarkan. Karena kebutuhan squalene ini untuk vaksin Covid-19 tidak sedikit, dimana untuk menghasilkan 1 ton squalene dibutuhkan 3000 individu hiu untuk diisolasi organ hatinya. Dan ahli konservasi telah menyatakan sekitar 500.000 hiu telah dibunuh untuk keperluan vaksin ini.

Lalu tentunya untuk memenuhi kebutuhan seluruh manusia di dunia akan cukup mengakibatkan pengurangan populasi ini secara besar-besaran bahkan punah, miris sekali. Bukan hanya itu, hal ini dapat merusak habitat hiu dan tentunya dengan pengurangan keberadaan hiu yang tajam ini akan berdampak pada rantai makanan di ekosistem laut. Menurunnya suatu populasi di suatu ekosistem dapat mengakibatkan ketidakseimbangan ekosistem terkait dengan rantai makanan di ekosistem tersebut.

Menurut jurnal Science yang berjudul Trophic Downgrading of Planet Earth (2011), populasi hiu telah berkurang hingga 90% dari jumlah yang pernah ada dalam beberapa dekade. Tidak hanya itu, serigala bahkan hampir punah. Singa yang pada awalnya berjumlah 450.000 individu menurun menjadi 20.000 individu dalam 50 tahun. Dan ini merupakan masalah kita bersama. Dengan menurunnya predator-predator puncak diatas, tentunya dapat menyebabkan perubahan ekosistem dunia secara drastis.

Seberapa besar dampak dari penurunan hingga punahnya predator puncak pada ekosistem dapat kita lihat pada hewan serigala yang sempat punah di kawasan Amerika. Punahnya serigala lokal tersebut mengakibatkan rusa bertumbuh secara liar, melahap vegetasi (pohon Aspen dan Willow muda).

Bukan hanya itu, mereka juga menghancurkan vegetasi sungai yang menyebabkan menurunnya jumlah burung dan berang-berang serta meningkatkan erosi tanah akibat kurangnya naungan dari pohon di tepi sungai. Contoh lainnya adalah menurunnya jumlah populasi macan tutul dan singa di kawasan Afrika yang menyebabkan populasi baboon menjadi berlimpah. Hal ini mengakibatkan baboon menginvasi populasi manusia. Dan yang lebih mengejutkan lagi, baboon ini membawa parasit usus kepada populasi manusia.

Dan tentunya pengaruh dari menurunnya populasi hiu juga telah diamati oleh para peneliti. Dengan menurunnya jumlah populasi hiu menyebabkan melimpahnya populasi ikan duyung (herbivora). Akibatnya, padang rumput laut hancur oleh ikan duyung yang tumbuh secara liar yang tentunya merusak keseimbangan ekosistem dan terganggunya rantai makanan pada ekosistem laut sehingga ikan duyung harus mencari alternatif lain setelah kehancuran padang rumput laut. Tidak hanya ikan duyung saja yang bergantung pada rumput laut, tetapi juga hewan lain seperti penyu, hiu martil, dan bahkan hiu kepala sekop (Bonnethead) meski masih dalam penelitian.

Dengan dampak yang telah muncul belakangan ini, sebaiknya kita dapat memulai upaya perbaikan dan pengawasan terkait hal ini. Kita dapat upayakan dari hal-hal yang dekat dengan kita, misalnya dengan menyosialisasikan kepada masyarakat akan pentingnya konservasi sumber daya ikan yang diatur dalam UU RI No. 45 tahun 2009. Karena pada kebanyakan kasus, para pelaku tidak memiliki pemahaman akan dampak yang ditimbulkan di waktu yang akan datang. Dengan demikian, maka akan timbul rasa kesadaran akan pentingnya eksistensi suatu jenis makhluk hidup terhadap ekosistem.

Kemudian, mungkin kita dapat mengupayakan penggunaan alternatif lain untuk semua produk yang menggunakan bahan dari hiu ini, jika memungkinkan dapat dikembangkan dalam bentuk sintetis. Kita sebaiknya menggunakan bahan lain yang jumlahnya masih berlimpah dan dapat digunakan secara berkesinambungan. Kita juga dapat menghindari mengonsumsi produk berbahan hiu ini untuk mendukung menurunnya kegiatan ilegal yang hanya memikirkan keuntungan pribadi saja. Dan yang terakhir, tidak memandang hewan ini sebagai hewan yang mengancam bagi manusia, sehingga kegiatan pembunuhan secara besar-besaran tidak dapat terjadi lagi.

- Advertisement -
- Advertisement -

BERITA PILIHAN

Kerugian Capai Angka 600 Juta lebih, Pemko Siap Bantu Ponpes Cahaya Islami

Musibah kebakaran yang menimpa Asrama Putri Pondok Pesantren Cahaya Islam di Lingkungan Padang Kaduduak Kelurahan Tigo Koto Diate yang terjadi pada Sabtu (16/1) dini hari sekitar pukul 01.10 WIB menyebabkan 124 santriwati dan 20 orang ustadzah harus dirumahkan.
- Advertisement -

Edward DF Anggota F-PPP Bantu Turnamen Bolavoli Salincam HARMAS

Edward DF anggota Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (F-PPP) DPRD Kota Payakumbuh memberikan bantuan pada panitia Turnamen Bolavoli Salincam HARMAS Balai Panjang Kecamatan Lareh Sago Halaban

Mimpi bertemu sang Ayah, “Sang Datuk” nya anak-anak; Ceracau soal Wanita hingga Virus Corona

Lama tak berjempa dengan beliau, seingat kami sejak kasus Aksi Panas 4 Maret 2004 bersama Forum Aksi Demokrasi Arus Bawah Univ. Negeri Padang yang berujung di tahannya 20 aktivis UNP oleh sang Rektor waktu itu, beliau mangkat pas seminggu sebelum usai kami dibebas tahankan tepatnya 4 Mei 2004; baru sekali beliau datang dalam mimpi panjang. Entah apa hikmahnya gerangan, hanya Allah SWT yang lebih tahu.
- Advertisement -

Sidang Di Lokasi Perkara, PN Batusangkar Periksa Objek Sengketa

Tanah Datar, beritasumbar.com - Guna menentukan dan pemeriksaan Objek sengketa,Pengadilan Negeri Batusangkar melakukan sidang di lahan perkara yang terletak di Pinggang Bukik Gunung Seribu...

Asik Ngelem Dan Bawa Sajam, 3 Pemuda Diamankan Satpol PP Payakumbuh

Menindaklanjuti laporan warga dengan adanya beberapa remaja yang kedapatan sedang mabuk akibat menghisap lem Banteng sehingga sering meresahkan sampai terjadi perkelahian, pada Selasa (19/1) dini hari sekitar pukul 02.00, Tim Penegak Peraturan Daerah Kota Payakumbuh bergerak cepat mengamankan 3 orang pemuda di depan Mesjid Muhammadiyah, pusat Kota Payakumbuh.
- Advertisement -

Tulisan Terkait

Mimpi bertemu sang Ayah, “Sang Datuk” nya anak-anak; Ceracau soal Wanita hingga Virus Corona

Lama tak berjempa dengan beliau, seingat kami sejak kasus Aksi Panas 4 Maret 2004 bersama Forum Aksi Demokrasi Arus Bawah Univ. Negeri Padang yang berujung di tahannya 20 aktivis UNP oleh sang Rektor waktu itu, beliau mangkat pas seminggu sebelum usai kami dibebas tahankan tepatnya 4 Mei 2004; baru sekali beliau datang dalam mimpi panjang. Entah apa hikmahnya gerangan, hanya Allah SWT yang lebih tahu.

Darurat Gempa Majene! Segera Bantu Saudara Terdampak!

Dilansir laman resmi BNPB, Data per Jumat (15/1), pukul 06.00 WIB, BPBD Mamuju melaporkan korban meninggal dunia 3 orang dan luka-luka 24. Sebanyak 2.000 warga mengungsi ke tempat yang lebih aman. Sedangkan kerugian material berupa kerusakan, antara lain Hotel Maleo dan Kantor Gubernur Sulbar mengalami rusak berat (RB). Jaringan listrik masih padam pascagempa.

Melahirkan Kepercayaan Masyarakat Untuk di Vaksinasi

Untuk lahirkan Kepercayaan Masyarakat Pada Vaksin Covid-19 pemerintah perlu lebih transparan soal vaksin Covid-19, terutama pada aspek keamanan dan biaya.

Waspadai ! Perbudakan Intelektual dibalik Akreditasi Perguruan Tiggi

Perguruan Tinggi / Kampus adalah salah satu wadah pendidikan yang sangat berperan penting untuk kemajuan peradaban bangsa dengan mencetak para intelektual yang berkualitas. Melalui keilmuan yang dimilikinya mereka akan terjun kemasyarakat untuk menyelesaikan berbagai problem yang dihadapi.

Menkes: Bantu para Tenaga Medis dengan Patuhi Protokol Kesehatan

Upaya keras pemerintah dalam menghadapi dan menangani pandemi Covid-19 di sisi hilir tidak akan lengkap bila tanpa dibarengi dengan upaya di sisi hulu atau pencegahan. Maka itu, kesadaran seluruh pihak untuk melakukan upaya proaktif mencegah penyebaran Covid-19 amat diharapkan.

Keuntungan Berbisnis Kotoran

Mungkin agak tekesan jorok istilah keuntungan berbisnis kotoran ini kita dengar. Tapi hal ini sangat membantu meningkatkan ekonomi para petani. Kotoran disini yang dimaksud adalah kotoran binatang ternak seperti sapi, kambing, kerbau atau lainnya yang banyak di pelihara masyarakat.

Universitas Bung Hatta Padang Tekan MoU dengan Yayasan Madani

Kamis 17 Desember 2020, bertempat di ruang Rektorat Universitas Bung Hatta Padang telah ditanda tangani kesepakatan atau MOU antara universitas Bung Hatta Padang dengan Yayasan Madani yang mempelopori gerakan Kembalikan Marwah Minangkabau.

Politik Dinasti dan Gerbang Meritokrasi

Bagi banyak individual, tata aturan kekerabatan tidaklah secara teoritis mengesampingkan aturan politik. Menurut definisi morgan terdahulu, kekerabatan megatur keadaan socitas dan yang kedua mengatur civitas. Atau menggunakan terminologi yang sering digunakan sekarang ini yang pertama merujuk pada struktur-struktur respositas dan kedua merujuk pada dikotomi yang jelas.

Simalakama Pandemi: Liburan atau Stay at Home?

Oleh : Niken Februani dan Siska Yuningsih - Mahasiswa Biologi FMIPA Universitas Andalas Corona sudah menjadi beban dunia sejak pertama kalinya China melaporkan adanya penyakit...

Budidaya Sri Rejeki, Pilihan Bisnis Santai Namun Menjanjikan Saat Pandemi

Oleh: Iga Permata Hany & Jelita Putri Adisti Mari mengenal salah satu jenis tumbuhan yang sedang marak dibudidayakan dikalangan ibu-ibu saat ini, siapa lagi kalau...
- Advertisement -