26 C
Padang
Rabu, Mei 22, 2024
spot_imgspot_img
Beritasumbar.com

Olah Limbah Bawang Merah Menjadi Kompos
O

Kategori -
- Advertisement -

Oleh: Dr. Silvia Permata Sari, SP., MP.
Dosen Fakultas Pertanian, Universitas Andalas

Bawang merah merupakan salah satu bumbu masak penting bagi kaum ibu ibu. Tentu tanaman bawang punya limbah juga, karena tidak semua bagian tanaman bawang merah ini bisa dimanfaatkan untuk bumbu masak.

Ternyata limbah bawang merah ini bisa diolah menjadi pupuk kompos.

Berdasarkan hasil penelitian RPT Dr. Dini Hervani dan Dr. Silvia Tahun 2022, yang mengemukakan bahwa penggunaan limbah kulit bawang merah dapat digunakan sebagai zat pengatur tumbuh untuk stek tanaman anggur.

Selain itu media tanam yang bagus untuk pertumbuhan tanaman anggur adalah media tanam yang poros, dimana kita bisa mengkombinasikan tanah hitam dengan pasir, sekam dan kompos. Kompos digunakan sebagai tambahan nutiri bagi stek tanaman anggur tersebut.

Nah apa itu tanaman Anggur ? Jika anda mendengar satu kata “anggur”, apa yang terlintas di kepala anda? Yaitu tanaman buah luar negeri yang cantik asli Eropa, harganya mahal, dan buahnya berjuntai yang terdiri dari beberapa buah berbentuk bulat hingga elips dengan rasa daging yang asam manis dan segar.

Anggur merupakan salah satu tanaman yang hidup pada daerah dataran rendah, membutuhkan musim kemarau yang panjang (berkisar 4-7 bulan) agar dapat tumbuh dengan baik, intensitas cahaya matahari yang cukup tingi, suhu untuk tumbuh maksimal 310C dan suhu minimum 230C, kelembaban udara berkisar 75-80%, curah hujan sekitar 800 mm per tahun, dan jenis tanah tertentu yang dapat menunjang pertumbuhannya dengan baik.

Tanaman anggur merupakan salah satu tanaman yang bisa ditanam di perkarangan rumah. Apalagi menanamnya bisa dilakukan di dalam pot dengan perawatan yang kurang lebih sama dengan perawatan tanaman buah lainnya.

Buah anggur memang bukan berasal dari negeri tropis, namun tidak menutup kemungkinan pohonnya bisa tumbuh bahkan berbuah lebat di daerah tropis. Di Provinsi Sumatera Barat, tanaman anggur mulai diminati dan menjadi hobi sebagian masyarakat untuk dibudidayakan di perkarangan rumah, bahkan menjadi hobi sebagian masyarakat Kota Padang, Sumatera Barat.

Trend menanam anggur ini dapat ditemukan di beberapa Kecamatan di Kota Padang, seperti Kecamatan Lubuk Begalung, Kecamatan Lubuk Kilangan, Kecamatan Nanggalo, Kecamatan Padang Timur dan lain-lain. Bahkan di Kabupaten di Sumatera Barat itu dapat dijumpai di Kabupaten Solok, Kabupaten Payakumbuh, dan Kabupaten Padang Pariaman.

Biasanya masyarakat menanamnya di halaman rumah, yang fungsinya tidak hanya sebagai buah-buahan yang dibudidayakan di rumah tetapi juga sekaligus sebagai tanaman peneduh. Varietas tanaman anggur yang dibudidayakan pun beranekaragam, seperti varietas Ninel, Jupiter, akademik, dan lain-lainnya.

Menanam anggur di perkarangan rumah mungkin saja dilakukan, namun memerlukan keahlian atau keterampilan khusus karena tanaman anggur membutuhkan perawatan khusus agar bisa menghasilkan buah. Itu karena tanaman anggur bukan buah yang berasal asli dari Indonesia, maka diperlukan perawatan khusus agar tanaman anggur dapat berbuah.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan adalah teknologi perbanyakannya, pemilihan media tanam yang cocok, penggunaan zat pengatur tumbuh, serta teknik pemeliharaan yang tepat.

#SPS#Dosen PertanianOrganik#CalonProfMudaAmin.

- Advertisement -
- Advertisement -

BERITA PILIHAN

- Advertisement -
- Advertisement -

Tulisan Terkait

- Advertisement -spot_img