24.8 C
Padang
Saturday, November 28, 2020
Beritasumbar.com

Nelayan Pariaman Keluhkan Kabut Asap
N

Kategori -

Pariaman – Sejumlah nelayan tradisional di Pariaman, Sumatera Barat, (Sumbar), mengeluhkan kabut asap yang melanda daerah itu yang membuat mereka tidak bisa melaut.

Madi (33) salah seorang nelayan tangkap ikan di Pariaman, Selasa, menyebutkan akibat kabut asap yang masih menyelimuti daerah itu nelayan banyak yang tidak melaut.

“Kami terpaksa untuk tidak melaut karena kabut asap sangat menganggu jarak pandang,” katanya.

Ia mengatakan, saat cuaca buruk ditambah kabut asap yang masih menyelimuti perairan di daerah itu sangat berpengaruh terhadap hasil tangkapan mereka. Minimnya jarak pandang akibat kabut asap nelayan tradisional setempat hanya bisa melaut paling jauh dua kilometer dari bibir pantai.

“Ikan yang paling banyak itu biasanya berada tengah laut, namun saat ini kami tidak bisa berlayar lebih jauh karena kami tidak memiliki alat panduan,” ucap dia.

Jural (27), nelayan setempat, juga mengungkapkan hal yang sama terkait kabut asap yang sangat menganggu para nelayan. Dikatakanya, akibat kabut asap mereka banyak yang beralih profesi karena desakan ekonomi.

“Jika tidak melaut kami terpaksa harus mencari mata pencarian lain seperti kuli bangunan dan mengojek,” katanya.

Selain itu, tambahnya akibat kabut asap satu minggu terakhir salah seorang nelayan setempat sempat tersesat selama tiga jam. Nelayan tersebut tersesat akibat jarak pandang yang semakin memburuk.

Terpisah, Wakil Walikota setempat, Genius Umar menyebutkan, pemeritah daerah itu telah menetapkan kondisi darurat bencana terhitung 23 Oktober hingga 1 November.

“Imbas kabut asap ini tidak hanya pada sisi kesehatan namun juga berimbas kepada sisi ekonomi,” kata dia.

Pemerintah setempat bersama Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) terkait akan membahas dan menindaklanjuti langkah yang akan dilakukan untuk meminimalisir dampak kabut asap terhadap masyarakat setempat.

Sementara itu Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) setempat, Definal menyebutkan, berdasarkan koordinasi dengan BMKG Kototabang Kabupaten Agam pada Selasa (27/10) Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) tercatat 425 UG/M3 kategori berbahaya.

Ia menjelaskan klasifikasi ISPU terbagi atas beberapa level, 1-50 UG/M3 kualitas baik, 51-150 UG/M3 level sedang, 151-350 UG/M3 kualitas tidak sehat.

“Jika kualitas udara sudah mencapai 351-420 UG/M3 sangat tidak sehat, dan 420 UG/M3 ke atas merupakan kualitas berbahaya,” katanya.

Dikatakanya, tentunya dengan cuaca dan situasi kabut asap yang masih fluktuatif akan menganggu jarak pandang dan berimbas kepada ekonomi nelayan. (Ant/OLeh Eko Fajri)

- Advertisement -

BERITA PILIHAN

Bumerang Microplastic Di Masa Pandemi

Oleh : Annisa Vitri, Arin Simatupang(Mahasiswa Jurusan Biologi, Fakultas MIPA, Universitas Andalas, Padang) Seperti yang kita ketahui dunia...

Tak Kunjung Penuhi Panggilan Polisi, HY Dijemput Paksa

Riau,- Akhirnya Oknum ustad kondang HY Resmi ditahan oleh unit Reskrim Polsek kota Pekanbaru pada 22 November 2020 dimapolsek kota Pekanbaru...

Ketum LPPKI Azwar Siri Dipercaya Sebagai Team Seleksi Calon Anggota BPSK Sumbar

Padang,BeritaSumbar.com,- Seleksi tertulis dan wawancara calon anggota Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen (BPSK) Provinsi Sumatra Barat dari unsur pemerintah yang dilaksanakan di Aula...

Pembelajaran Tatap Muka Harus Cegah Klaster Institusi Pendidikan

JAKARTA - Pembukaan kembali pembelajaran tatap muka dalam masa pandemi Covid-19 harus dilakukan dengan mengutamakan pencegahan penularan. Menurut Juru Bicara Satgas Penanganan...

Dukung PBM Tatap Muka, DPRD Payakumbuh: Terapkan Prokes Secara Ketat

Payakumbuh, beritasumbar.com - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Payakumbuh, mendukung rencana pemerintah kota setempat yang akan melaksanakan Proses Belajar Mengajar (PBM)...
- Advertisement -

Tulisan Terkait

SMP Muhammadiyah 6 Padang Ukir Prestasi Lewat Pembinaan Bakat Siswa

Keberadaan Sekolah Menengah Pertama (SMP) Muhammadiyah 6 Padang termasuk salah satu sekolah yang diperhitungkan di Sumatera Barat, karena prestasi yang diraih oleh para siswanya di berbagai ajang perlombaan. Selain membekali dengan ilmu agama, sekolah ini juga membina dan menyalurkan bakat dan keterampilan para siswanya.

Temukan Pungli Di Padang Panjang, Segera Lapor Ke Rumah Aspirasi

Padang Panjang, beritasumbar.com - Kepala Kejaksaan Negeri Kota Padang Panjang Dwi Indrayati, SH, MH melalui Kasi Perdata dan Tata Usaha Negara, Minang...

Dua Minggu Menghilang,Juragan Padi Di Temukan Meninggal Dunia, Diduga Gantung Diri.

Tanah Datar,beritasumbar.com - Dua minggu pergi dari rumah,juragan padi di Kecamatan Lintau Buo Kabupaten Tanah Datar di temukan tidak bernyawa dan sudah...

Bappeda Sumbar Gelar FGD di Payakumbuh Timur untuk Susun Profil Daerah Irigasi Batang Agam

Payakumbuh, BeritaSumbar - Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Sumatera Barat menggelar fokus grup diskusi (FGD) dalam rangka penyusunan profil sosial ekonomi teknik...

Pasar Ekraf Payakumbuh Berikan Peluang Bagi Pelaku Kuliner Tradisional Saat Pandemi Covid-19

Payakumbuh, Beritasumbar.com - Pasar ekonomi kreatif (ekraf) di Kota Payakumbuh, Sumatera Barat tidak hanya untuk promosi wisata, tapi juga berdampak kepada pelaku...

Zusneli Zubir Saat Seminar BPNB Sumbar Angkat Keberadaan Kerajaan Jambu Lipo di Sijunjung

Berdasarkan memori kolektif dan tradisi yang masih lestari di tengah masyarakat Kanagarian Lubuk Tarok, Kabupaten Sijunjung, Provinsi Sumatera Barat, terungkap, bahwa pernah berdiri Kerajaan Jambu Lipo di daerah tersebut. Dra. Zusneli Zubir, M.Hum., Ketua Tim Peneliti bersama para anggotanya: Efrianto, SS., dan Rismadona, S.Sos. melaporkan hasil kajian mereka tentang keberadaan Kerajaan Jambu Lipo pada Seminar Hasil Kajian Nilai Budaya, digelar oleh Balai Pelestarian Nilai Budaya Provinsi Sumatera Barat (BPNB Sumbar) pada Senin 16 - 17 November 2020 di Kyriad Bumiminang Hotel, Jalan Bundo Kanduang No. 20 - 28, Padang.

Meski Defisit Anggaran, Payakumbuh Tetap Alokasikan Insentif Guru Mengaji-Tahfiz

Payakumbuh, beritasumbar.com- Meski mengalami defisit anggaran pada 2021 karena adanya pemotongan akibat Pandemi Covid-19, Pemerintah Kota Payakumbuh memastikan tetap menganggarkan intensif bagi...

Tingkat Pelayanan Kesehatan Di Payakumbuh Empat kali Jumlah Penduduk

Payakumbuh, beritasumbar.com -Tingkat pelayanan kesehatan di Kota Payakumbuh melebihi jumlah penduduk, bahkan angkanya mencapai empat kali lipat dari jumlah penduduk 138.000 jiwa,...

Ratna Dewi Pettalolo Resmikan Pusat Layanan Informasi Publik Bawaslu 50 Kota

Limapuluh Kota, beritasumbar.com – Komisioner Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) RI Ratna Dewi Pettalolo mengunjungi Luak Limopuluah dalam rangka kunjungan kerja sekaligus meresmikan...

Peminat KPPS Di Kecamatan VII Koto Padang Pariaman Melimpah

Padang Pariaman, beritasumbar.com -Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Kecamatan VII Koto Sungai Sariak menyerahkan hasil seleksi calon Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) oleh...
- Advertisement -