31 C
Padang
Rabu, Januari 20, 2021
Beritasumbar.com

Napak Tilas Nagari Koto Gadang, Tanah Leluhur Boy Rafli Amar
N

Kategori -

PADANG (4/1/2021),- Ketua Umum Gema Santri Nusa KH. Akhmad Khambali, SE, MM bersama elemen Santri, Aktivis, Jurnalis dan Tokoh Intelektual Sumatera Barat Melakukan Napak Tilas di Nagari Koto Gadang yg sdh byk Melahirkan Tokoh Nasional dan salah Satunya adalah Komjen Pol Dr.Drs.H. Boy Rafli Amar Dt Rangkayo Basa Kepala BNPT RI.

Ahli Minangkabau yang juga antropolog dan sosiolog Indonesia, Dr Mochtar Naim menemukan, di antara 2.666 orang yang berasal dari Koto Gadang pada 1967, sebanyak 467 atau 17,5% merupakan lulusan universitas.

Di antaranya, 168 orang jadi dokter, 100 orang jadi insinyur, 160 orang jadi sarjana hukum dan kira-kira 10 orang doktorandus ekonomi dan bidang-bidang ilmu kemasyarakatan lainnya. Kemudian, pada 1970, 58 orang lagi lulus universitas.

Jadi, merujuk hasil penelitian Mochtar Naim itu, dengan 525 orang lulusan universitas (tidak termasuk mereka yang bergelar sarjana muda), Koto Gadang yang punya penduduk kurang dari 3.000 tak terkalahkan barangkali oleh desa mana saja, bahkan tidak oleh masyarakat-masyarakat yang telah maju lainnya di dunia.

Tradisi intelektualitas yang sangat kuat dari nagari (desa) seluas 268 hektare yang terletak di Kecamatan IV Koto, Kabupaten Agam, Sumatera Barat itu, juga mengalir kuat dalam darah Boy Rafli Amar. Pendidikan tingkat doktoral, dituntaskannya dari Universitas Padjajaran, Bandung pada 2019 lalu selain pendidikan di kepolisian seperti Sespimti (2011) dan Lemhannas PPSA (2013).

Diketahui, Boy Rafli beribukan seorang bundo kanduang dari Nagari Koto Gadang yang bersuamikan pria dari Kabupaten Solok, Sumatera Barat. Sama dengan kakeknya yang juga seorang sastrawan angkatan Balai Pustaka, Aman Datuk Madjoindo, Boy Rafli Amar juga mendapat gelar adat dari Suku Koto, kaum dari sang ibunda.

Pada tanggal 29 November 2013, Boy Rafli dilewakan (diangkat/disahkan-red) sebagai kepala kaum suku Koto, Nagari Koto Gadang, dengan gelar adat, Datuak Rangkayo Basa.

Kuatnya tradisi intelektualitas dari Nagari Koto Gadang ini, juga mewarnai perjalanan bangsa Indonesia. Tercatat 17 tokoh yang sudah diakui pemerintah sebagai pahlawan nasional, 7 di antaranya berasal dari Kabupaten Agam. Hebatnya lagi, tiga di antaranya, merupakan keturunan dari Nagari Koto Gadang.

Para tokoh itu yakni Perdana Menteri pertama Sutan Syahrir. Kemudian, politisi legendaris yang juga Menteri Luar Negeri pertama, H Agus Salim. Tokoh pejuang hak-hak wanita yang juga wartawan wanita pertama di republik ini, Rohana Kudus, juga lahir dari negeri ini (Rohana Kudus ini merupakan kakak kandung satu ayah dengan Sutan Syahrir-red).

Tradisi bidang keilmuan ini, juga sudah mengakar kuat dari Koto Gadang ini jauh sebelum zaman sebelum kemerdekaan RI.

Syekh Ahmad Khatib Al Minangkabawi, imam mazhab Syafii di Masjidil Haram, di Makkah Almukaramah, juga seorang tokoh dunia yang juga terlahir dari rahim bundo kanduang di nagari yang berada di pinggir Kota Bukittinggi itu.

Putra-putri dari Nagari Koto Gadang ini, juga pernah jadi menteri di masa Orde Lama maupun Orde Baru. Puluhan di antaranya menjadi pejabat tinggi negara di berbagai bidang. Tercatat sembilan putra Koto Gadang pernah menjadi Duta Besar RI di berbagai belahan dunia.

Koto Gadang juga melahirkan 10 jenderal dalam ketentaraan nasional. Tak terhitung lagi mereka yang menjadi pejabat lokal, pemimpin di berbagai perusahaan terkenal, intelektual, dan seniman.

Sebut saja, pelukis Usman Effendi yang turut mendirikan Taman Ismail Marzuki, puluhan arsitek, ahli hukum, dokter, ahli-ahli kemasyarakatan juga lahir dari desa yang terletak di ujung jalan dari arah Kabupaten Agam ini.

Kegemilangan Nagari Koto Gadang di masa silam, memang tinggal jadi sebuah sejarah di masa saat ini. Tapi, bekal sejarah gemilang ini, jadi modal besar bagi sosok Komjen Pol Dr Drs Boy Rafli Amar MH gelar Datuak Rangkayo Basa memimpin korps Bhayangkara sebagai Tribata 1.

Perwira tinggi Polri yang sejak 6 Mei 2020 menjabat sebagai Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme ini, punya segudang pengalaman yang mumpuni sebagai salah seorang kandidat Kapolri. Lulusan Akpol 1988 ini, berpengalaman dalam bidang reserse.

Mantan Kapoltabes Padang pada 2008 yang juga penyuka gado-gado itu, dipercaya sebagai Wakil Komandan Kontingen Garuda XIV. Boy merasakan sejumlah pengalaman mengesankan saat bertugas selama satu tahun di negara itu. Ia memiliki banyak teman dari berbagai negara dan bisa bertukar pikiran. (*)

- Advertisement -
- Advertisement -

BERITA PILIHAN

Silaturahmi Dengan Paguyuban Jawa Di Payakumbuh, Ini Kata Walikota

Wali Kota Riza Falepi menerima kunjungan dari perwakilan masyarakat suku jawa yang berada di Kota Payakumbuh yang dikenal dengan nama Paguyuban Saduluran Ngapak dan Paguyuban Pakuwojo di Pendopo Rumah Dinas Wali Kota Payakumbuh, Minggu (17/1).
- Advertisement -

Nagari Koto Tuo Wakili Sijunjung Lomba Kampung Tangguh Tingkat Sumbar

Nagari Koto Tuo Kecamatan IV Nagari, Kabupaten Sijunjung dinilai Tim Kampung Tangguh Provinsi Sumatera Barat, Jumat (15/1). Nagari Koto Tuo mewakili kabupaten Sijunjung dalam penilaian Kampung Tangguh yang akan bersaing dengan nagari lain di Sumbar.

Sopir 2 Dan Kernet Bus ALS Dibekuk Jajaran Polres Sijunjung

Jajaran Satreskrim Polres Sinjujung akhirnya berhasil ungkap kasus kematian salah seorang warga Tanjuang Gadang beberapa hari Lalu. Dua orang Pelaku pembunuh OK (40) berhasil dibekuk. Sementara dua lainnya masih masuk daftar pencarian orang.
- Advertisement -

Polsek Lintau Buo Lakukan Pemantaun Sekolah Bersama Forkopimca

Tim Gugus Covid 19 Kecamatan Lintau Buo Di Bawah Pimpinan Bapak Camat Lintau Buo Drs.Agusril, Didampingi Oleh Waka Polsek Lintau Buo Ipda Budi Indra Sani,Danramil 04 Lintau Buo Pelda Endrik Goba Dan Kepala UPT Puskesmas Lintau Buo Dr. Reg Adil. Dalam Kegiatan Tim Gugus Covid 19 Lintau Buo Melakukan Pengecekan Kesiapan SMA Negeri 2 Lintau Buo Dalam Melaksanakan Pembelajaran Tatap Muka Yang Telah Berjalan Selama 5 Hari .

Melalui Disperkim, Pemko Payakumbuh Lanjutkan Program peningkatan Kualitas RTLH

Pemerintah Kota (Pemko) Payakumbuh melalui Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman (Perkim) Kota Payakumbuh kembali lanjutkan program kegiatan bantuan swadaya peningkatan kualitas Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di Payakumbuh untuk tahun 2021.
- Advertisement -

Tulisan Terkait

Nofrijal Hidupkan Wisata Kuliner Lewat Gowes Wes Wes

Suasana pagi di Kota Padang dihidupkan oleh olahraga bersepeda yang dikenal dengan gowes. Saat ini komunitas bersepeda tumbuh bagaikan jamur di musim penghujan, dipicu pandemi Covid-19 yang tengah melanda Sumatera Barat dan Indonesia pada umumnya sejak Maret 2020 lalu.

Kunjungan Komunitas Bundo Kanduang Saniangbaka Kabupaten Solok ke Padang Disambut Orasi Kebudayaan

Kedatangan Komunitas Bundo Kanduang Saniangbaka tersebut disambut orasi kebudayaan, bertajuk 'Sinergitas Pelestarian dan Pemajuan Kebudayaan Minangkabau' yang digelar di Aula Gedung Museum Adityawarman, Jalan Diponegoro No. 10 Padang.

Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Barat Rilis Website Sekolah Luar Biasa se-Sumatera Barat

Sehubungan dengan diwajibkannya setiap sekolah memiliki website, Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Barat meluncurkan website Sekolah Luar Biasa (SLB) se-Sumatera Barat Barat pada Senin, 21 Desember 2020 dari pukul 09.00 - 12.00 WIB di Gedung 3 Baltekkomdik Dinas Pendidikan Provinsi Sumbar.

Sumbar Raih Penghargaan Provinsi Sangat Inovatif

Jelang akhir masa jabatannya, Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno seakan tanpa henti menorehkan prestasi berskala nasional, khususnya guna meningkatkan daya saing daerah.

Didampingi Unand, Payo Akan Kembangkan Jeruk Dan Konservasi Bunga Bangkai

Pandemi Covid19 yang terjadi di akhir tahun 2019 telah menyebabkan berbagai masalah baik di sektor kesehatan, sosial, pendidikan, ekonomi, pariwisata dan banyak sektor lainnya. Hingga saat ini lebih dari 75.5 juta orang telah terinfeksi dengan total kematian 1.6 juta jiwa diseluruh dunia. Krisis dan resesi akan terjadi jika pertumbuhan ekonomi tidak kunjung mengalami peningkatan.

Hidroponik 55 siap unggul dalam produksi sayuran sehat dan berkembang menuju kawasan Eco-eduwisata

Sayuran hidroponik adalah sayuran yang tumbuh dengan bantuan cairan yang mengandung mineral yang diperlukan oleh sayuran untuk tumbuh. Berbeda dengan sayuran lainnya yang membutuhkan tanah untuk tumbuh, tanaman hidroponik hanya membutuhkan air bermineral untuk tumbuh. Air yang digunakan untuk menanam sayuran ini pun bisa didaur ulang.

FAPERTA Unand Berhasil Bibitkan Bunga Bangkai

Indonesia dikenal sebagai negara dengan keanekaragaman hayati tertinggi didunia (megabiodiversi). Secara biogeografis yang terletak diantara dua samudra dan dua benua menyebabkan Indonesia mempunyai keanekaragaman hayati yang sangat tinggi, diduga lebih tinggi dibandingkan Brazil jika keanekaragaman hayati indonesia baik di daratan maupun di lautan telah teridentifikasi.

BWS Sumatera V Padang Lakukan Serah Terima Pekerjaan Pelaksanaan P3-TGAI Tahap IV TA 2020

Hari ini BWS Sumatera V Padang kembali melaksanakan serah terima pekerjaan P3-TGAI Tahap IV TA 2020. Kegiatan ini merupakan penyerahan aset berupa saluran irigasi tersier yang diwakili oleh 40 P3A yang terlibat pada tahap IV yang tersebar pada 8 kabupaten di Provinsi Sumatera Barat.

HRS Ditahan, PMM Minta Jangan Pertontonkan Ambisi Berburuan Kursi Kapolri

Polisi Secara resmi menahan Habib Rizieq Shihab, tersangka kasus dugaan penghasutan dan melawan petugas terkait kerumunan di Petamburan, Jakarta Pusat (Jakpus). Sebelum melakukan penahanan, polisi menyatakan telah memenuhi hak Habib Rizieq di dalam pemeriksaan.

Terkait Penembakan 6 Anggota Laskar FPI HMI Cabang Padang Minta Tegakkan Hukum Seadil-adilnya

Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Padang dalam hal ini disampaikan oleh Almaizet Putra selaku Wakil Sekertaris Umum Bidang Peguruan Tinggi Kepemudaan (PTKP) mengutuk keras atas penembakan yang dilakukan oleh oknum pihak kepolisian Negara Kesatuan Republik Indonesia terhadap enam orang anggota Front Pembela Islam (FPI).
- Advertisement -