27.1 C
Padang
Wednesday, November 25, 2020
Beritasumbar.com

Model Kepemimpinan Berkarakter dalam Konteks Manajemen Hubungan Masyarakat di Lembaga Pendidikan
M

Kategori -

Secara umum dalam era globalisasi menuntut supaya peran lembaga pendidikan untuk
memberikan manajemen dan layanan yang profesional kepada masyarakat. Masyarakat
sebagai pemakai lembaga pendidikan saat ini lebih kritis dan realitis dalam memilih lembaga
pendidikan yang lebih baik. Maka karna itu Lembaga pendidikan sekarang diharapkan agar
lebih berorientasi pada kebutuhan masyarakat sebagai pelanggannya dan lembaga pendidikan
dituntut untuk selalu melibatkan partisipasi masyarakat dalam mengelolanya.

Lembaga pendidikan dituntut agar meningkatkan kualitasnya dengan melalui sistem
pembaharuan yang dapat dipertanggung jawabkan kepada pemerintah dan masyarakat. Jika
lembaga pendidikan bisa melaksanakan pembaharuan sesuai dengan perkembangan zaman,
mampu menjaga mutu dan kepuasan masyarakat.

Maka dalam berbagai situasi dan kondisi apa pun lembaga pendidikan tersebut akan tetap eksis. Agar lembaga pendidikan dapat survive, maka perlu pemimpin yang memiliki karakter yang unggul dan prefesional. Karakter yang unggul merupakan strategi untuk menghadapi permasalahan yang dihadapi. Pemimpin dengan karakter yang unggul memiliki rasa tanggung jawab dan dapat diandalkan. Seluruh
perkataan, perbuatan dan tindakannya dapat dipertanggung jawabkan kepada seluruh anggota
masyarakat dan lembaga pendidikan yang dipimpinnya.

Menurut Saebani (2014: hal 27) mengungkapkan bahwa Kepemimpinan berasal dari
kata “pimpin” memuat dua hal pokok yaitu pemimpin adalah sebagai suatu subjek dan yang
dipimpin adalah sebagai suatu objek. Kata “pimpin” mengandung makna mengarahkan,
membina atau mengatur, menuntun, menunjukkan dan mempengaruhi. Pemimpin
bertanggung jawab baik itu secara fisik maupun spiritual terhadap keberhasilan kegiatan kerja
dari yang dipimpinnya.

Menurut pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa kepemimpinan merupakan
kegiatan mempengaruhi, mengarahkan dan mengkoordinasikan perilaku orang lain agar mau
bekerja sama untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan. Jika diterapkan dalam lembaga
pendidikan, kepemimpinan pendidikan merupakan kegiatan mempengaruhi, mengarahkan
dan mengkoordinasikan orang-orang yang terlibat dalam lembaga pendidikan untuk bekerja
sama secara aktif dan kreatif dalam mencapai tujuan.

Kepemimpinan berkarakter merupakan suatu kemampuan yang dimiliki pemimpin
dalam menciptakan, mengkomunikasikan, merumuskan, mensosialisasikan, dan
menginformasikan Serta mengimplementasikan pemikiran-pemikiran yang berasal dari
dirinya Atau sebagai hasil interaksi sosial diantara anggota organisasi atau lembaga sekolah
yang diyakini sebagai suatu cita-cita organisasi di masa depan yang harus bisa dicapai
melalui Komitmen dan usaha semua anggota lembaga pendidikan.

Manajemen humas ialah manajemen yang bertugas mengatur hubungan Lembaga
pendidikan dengan masyarakat. Manajemen humas mempunyai peranan yang sangat besar
bagi perkembangan lembaga pendidikan karena suatu lembaga pendidikan tidak mungkin
berkembang dengan Baik tanpa adanya hubungan baik dengan masyarakat sekitar apalagi
lembaga Pendidikan madrasah. Dalam hal ini manajemen hubungan masyarakat di lembaga
Pendidikan, peran pemimpin berkarakter adalah menjadi inspirator utama dalam
Menyampaikan informasi tentang lembaga pendidikan kepada bawahannya. Pentingnya

peran pemimpin berkarakter adalah agar menyusun rencana dan Mengimplementasikannya
sedemikian rupa sehingga informasi benar-benar sampai Kepada komunikan yang dituju dan
memberikan manfaat sesuai dengan yang diharapkan. Hal sangat utama dalam melaksanakan
aktifitas kepemimpinan dalam hubungan Masyarakat yaitu selalu diarahkan pada pencapaian
visi lembaga pendidikan.

Salah satu cara untuk melaksanakan pendidikan karakter melalui kepemimpinan yang
berkarakter adalah dengan memberikan keteladanan yang baik. Keteladanan adalah berupa
ucapan, tulisan, bahasa tubuh, sikap, dan tindakan positif yang dapat dicontoh oleh orang
lain. Keteladanan yang dicontohkan adalah karakter: (1) jujur, (2) memandang ke depan, (3)
memberi inspirasi, dan (4) cakap.

Lembaga pendidikan merupakan sistem terbuka terhadap lingkungan termasuk
masyarakat yang menjadi pendukungnya. Sebagaimana sistem yang terbuka, lembaga
pendidikan selalu siap untuk menerima warga masyarakat, terhadap ide-ide yang
disampaikan, kebutuhan-kebutuhan mereka dan terhadap nilai-nilai yang ada di masyarakat.
Sebaliknya masyarakat juga membuka diri untuk menerima dan mengakomodir aktivitas-
aktivitas lembaga pendidikan. Lembaga pendidikan dapat belajar dari masyarakat. Guru-guru
dan peserta didik dapat mencari pengalaman belajar, dan praktek dilingkungan masyarakat.
Antara lembaga pendidikan dan masyarakat harus terjadi hubungan dan komunikasi dua arah
untuk bisa saling memberi dan menerima (Vidarta, 1988: 191).

Menurut E. Mulyasa (2003:164), model manajemen hubungan lembaga pendidikan
dengan masyarakat merupakan seluruh proses kegiatan yang direncanakan dan diusahakan
secara sengaja dan bersungguh-sungguh, disertai dengan pembinaan secara kontinyu untuk
mendapatkan simpati dari masyarakat pada umumnya, dan khususnya masyarakat yang
berkepentingan langsung dengan lembaga pendidikan. Simpati masyarakat akan tumbuh
melalui upaya-upaya sekolah dalam menjalin hubungan secara intensif dan proaktif di
samping membangun citra lembaga yang baik.

Tujuan humas yang dirangkum dari beberapa sumber dalam Elfridawati, Diantaranya
adalah : (a) untuk melanjutkan dukungan yang lebih baik dan kuat (b) untuk menunjukkan
kemajuan yang Positif (c) untuk meningkatkan Program-program pendidikan dan (d) untuk
Mempromosikan konsep-konsep sekolah dan mempererat hubungan dengan orang tutu
(Dhuhani, 2016: 39).

Hubungan kerja sama sekolah dengan masyarakat sangat penting. tugas yang harus
dilakukan bidang Hubungan masyarakat adalah memberikan penjelasan tentang kebijakan
sekolah, Situasi, dan perkembangan sekolah. Menampung saran-saran dan pendapat
Masyarakat untuk memajukan sekolah. Membantu mewujudkan kerja sama dengan
Lembaga-lembaga terkait dan lembaga yang berhubungan dengan dunia usaha dan Dunia
industri.

Model kepemimpinan berkarakter dapat dipahami sebagai upaya untuk mengungkap
Kepribadian dan karakter pemimpin dalam menjalankan kepemimpinannya. Karakter
Tersebut dapat dicontohkan langsung, sekaligus menjadi teladan bagi pengikutnya, sehingga
Menimbulkan kepatuhan dan kepengikutan secara sukarela dalam mencapai tujuan.
Pencapaian kepemimpinan berkarakter ada empat macam yakni, jujur, Memiliki visi yang
baik, mampu menjadi trendsetter dan cerdas.

Karakter jujur dalam diri seorang pemimpin bila diimplementasikan dalam Lembaga
pendidikan akan menghasilkan kepercayaan. Nilai kepercayaan merupakan suatu Faktor
penting dalam hubungan interpersonal dan kesuksesan sekolah. Misalnya, Terkait dengan

masalah finansial. Kepala sekolah sangat memperhatikan aturan Penggunaan dana sekolah
sesuai dengan pedoman dan bersikap transparan dalam Penggunaan tersebut baik kepada
guru, wali siswa maupun komite sekolah. Kejujuran ini secara tidak langsung akan membawa
dampak yang luar biasa terhadap nilai kepercayaan orang Pada kepemimpinannya.

Karakter pemimpin harus mampu menjadi trendsetter, berarti pemimpin Harus
mampu mengimplementasikan karakter dirinya sebagai seorang yang menjadi Pusat perhatian
dengan memberikan keteladanan penegakkan disiplin dalam Kehadiran dan komitmen waktu
mengajar. Selain itu, pengembangan professional Dan personal kepala sekolah juga
menentukan gambaran dirinya sebagai orang yang Menyukai kemajuan dan pandai bertukar
informasi. Bila hal ini dilakukan kepala Sekolah, maka akan memperkuat motivasi guru,
menciptakan komunitas belajar yang bagus dan memberi wewenang pada mereka dengan
menyerahkan tugas-tugas dan Tanggung jawab.

Pemimpin berkarakter dapat menggunakan pendekatan yang humanis Terhadap
komunitas dalam membangun koordinasi baik dengan guru, staf, komite Sekolah, orang tua
atau siswa secara rutin. Memberi kesempatan kepada komunitas Sekolah untuk memberikan
pendapat dan saran untuk perkembangan sekolah adalah salah satu cara pembangunan
lembaga pendidikan yang efektif.

Dalam frame manajemen hubungan masyarakat di lembaga pendidikan, peran
Menyampaikan informasi merupakan jantung kualitas lembaga pendidikan. Penyampaian
atau penyebaran informasi harus dirancang sedemikian rupa sehingga Informasi benar-benar
sampai kepada komunikan yang dituju dan memberikan Manfaat sesuai dengan yang
diharapkan.

Keefektifan penyebaran informasi lembaga Pendidikan ditentukan oleh Penyebaran
visinya. Pihak berkepentingan yang menerima informasi visi sekolah akan Memiliki
pemahaman yang sama tentang pengembangan sekolah. Hal ini akan Berdampak terhadap
terealisasinya program-program sekolah karena mendapatkan dukungan dari semua anggota
komunitas sekolah.

Oleh : Zulfadri
Mahasiswa Jurusan Manajemen Pendidikan Islam IAIN Batusangkar

- Advertisement -

BERITA PILIHAN

Dicokok KPK, Ini Sepak Terjang Edhy Prabowo di KKP

Jakarta - Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo ditangkap oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron membenarkan hal tersebut. "Iya...

Galeri 28 Inovasi Dari SD Negeri 28 Payakumbuh

Payakumbuh ,BeritaSumbar.com,- Wakil Wali Kota Payakumbuh Erwin Yunaz meresmikan galeri 28 sebagai inovasi dari SD Negeri 28 Payakumbuh menuju Sekolah Adiwiyata tingkat...

Wawako Sapa Anak-Anak Mengaji Di Masjid Makmur NDB

Payakumbuh --- Wakil Wali Kota Erwin Yunaz memang berbeda, hobinya blusukan kemana saja di Kota Payakumbuh membuatnya dekat dengan siapa saja. Kalau...

Dua Minggu Menghilang,Juragan Padi Di Temukan Meninggal Dunia, Diduga Gantung Diri.

Tanah Datar,beritasumbar.com - Dua minggu pergi dari rumah,juragan padi di Kecamatan Lintau Buo Kabupaten Tanah Datar di temukan tidak bernyawa dan sudah...

DPP Surosowan Indonesia Bersatu, Bertekad Kuatkan Kearifan Lokal dan Khasanah Budaya

BOGOR - Bangsa Indonesia ini lahir terdiri dari berbagai Suku, adat- istiadat, budaya, agama, dan memiliki kearifan lokal dimasing-masing daerah. Bangsa Indonesia...
- Advertisement -

Tulisan Terkait

Nauclea Orientalis, Bunga Yang Mirip Virus Corona.

Oleh: Lidia Gusvita Nasra ~ Mahasiswa Biologi, Universitas Andalas, Padang Tak hanya perkembangan kasus virus corona yang dibicarakan saat...

Kontroversi Taman Nasional Komodo, Urgensi Antara Tempat Wisata atau Konservasi Komodo?

Oleh : Hafshah Mentari Zurisah ~ mahasiswi Program Studi S1 Biologi, FMIPA, Universitas Andalas. Siapa yang tidak tahu Taman...

DIKLATSAR Pecinta Alam Penting Bagi Pendaki Modern Maupun Pendaki Pemula

Oleh : SEPTIANI (Raff 400 Tst) ~ Mahasiswa Jurusan Biologi, FMIPA, Universitas Andalas. Diklatsar Pecinta Alam, sebuah kata yang...

Waspada, Rumpon Asing Si Pembawa Masalah di Perairan Indonesia

Oleh : Dika Putri Sehati dan Shania Refka Fandesti ~ Mahasiswa Biologi, FMIPA, Universitas Andalas. Laut Natuna merupakan salah...

2021 Tatap Muka, Selamat Tinggal Kuliah Daring

Oleh : Niken Februani dan Siska Yuningsih ~ Mahasiswa Biologi FMIPA Universitas Andalas Sudah hampir 10 bulan semenjak Presiden...

Bumerang Microplastic Di Masa Pandemi

Oleh : Annisa Vitri, Arin Simatupang(Mahasiswa Jurusan Biologi, Fakultas MIPA, Universitas Andalas, Padang) Seperti yang kita ketahui dunia...

Mahyeldi Audy Punya Kedekatan Dengan Pemerintah Pusat

Oleh Reido Deskumar Mahyeldi Audy tidak hanya memiliki visi misi dan program unggulan yang handal, akan tetapi juga memiliki...

Asman Abnur Sebaiknya Mundur Sebagai Ketua Umum DPP IKA Unand

Oleh Reido Deskumar (Alumni Fakultas Teknik Universitas Andalas) Atmosfer Pilgub Sumbar semakin “angek”. Terlebih soal dukung mendukung yang diberikan...

Corona Minggat, Keluarga Tanaman Rimpang Mampu Mengusir Virus, Benarkah?

Apa kabar vaksin? Huru hara masyarakat akan datangnya vaksin yang tak kunjung memiliki anginbaik, sehingga membuat masyarakat benar-benar mampu untuk beradaptasi...

Peran Media Sosial dalam Membentuk Karakter Anak

Media Sosial kini menjadi sebuah hal yang tergolong penting bagi kehidupan seseorang sehari-hari, meskipun pendapat tersebut mungkin dicekal banyak pihak namun bila...
- Advertisement -