24 C
Padang
Senin, Oktober 25, 2021
spot_imgspot_img
Beritasumbar.com

Mencari sosok Pimpinan KNPI Sumbar
M

Kategori -
- Advertisement -

Sejarah membuktikan, Minangkabau merupakan Laboratorium cendikiawan, politisi, bahkan juga ada pengusaha. Sumatera Barat secara Pemerintahan, tidak kehilangan figur baik itu ditingkat Nasional bahkan sampai mancanegara. Tapi hari ini, semua itu tinggal cerita. Sesekali kita buka buku, untuk membanggakan diri bahwa Sumatera Barat pernah jaya.

Itukan dulu. Dulu ketika anak-anak muda hari ini masih belia bahkan ada yang belum lahir. Sekarang zaman berubah, musim berganti. Kejayaan itu tampak semakin memudar. Tidak bisa dipungkiri, Pemuda Minang mengalami degradasi. Baik itu degradasi moral, maupun degradasi perjuangan. Sudah mulai hilang pendengaran kita, tokoh minang yang dilahirkan dari Rahim Surau dan Lapau-Lapau di minangkabau ini.
KNPI sebagai wadah berhimpun OKP serta Manifestasi dari pergerakan pemuda, tentunya menjadi harapan untuk melakukan perubahan-perubahan. Melahirkan tokoh-tokoh dan mencetak generasi minang hebat dan handal. Dalam waktu dekat ini, DPD KNPI Sumbar akan melakukan Musprov untuk mencari sosok pemimpin muda baru. Karena periodesasi kepengurusan sebelumnya akan berakhir.

Maka dengan itu. Melalui momentum Musprov KNPI Sumbar, harapannya tentu dapat “Mambangkik Batang Tarandam”. Elok Nagari dek Pangulu, elok tapian dek nan mudo, rancak musajik dek tuanku. Begitulah pepatah minang menggambarkan, betapa pentingnya peran pemuda di Minangkabau. Baik buruk Nagari dimasa yang akan datang, bergantung kepada anak-anak mudanya.

Momentum Musprov KNPI Sumatera Barat, seyogyanya bukan sekedar ajang untuk membuktikan eksistensi diri pribadi. Membuktikan kekuatan. Berlagak keliling kampung. Yang lebih parahnya, Pemuda Minang sudah masuk kejurang kelam dan primitif.

Tapi lebih kepada nilai-nilai. Bahwa Ketua DPD KNPI Sumatera Barat kedepannya mampu menjemput masa-masa kejayaan yang hilang itu. Mengaktifkan kembali Laboratorium otak yang dulunya pernah ada. Saling membesarkan. Tidak besar sendiri, hebat sendiri dan jaya sendiri. Tapi karena bersama maka akan menjadi. “Gadang karano di anjuang, Tinggi karano dilambuak”.
(Harbi Hanif Burdha)

- Advertisement -
- Advertisement -

BERITA PILIHAN

- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -

Tulisan Terkait

- Advertisement -spot_img