26 C
Padang
Jumat, September 17, 2021
Beritasumbar.com

Menanam Kejujuran Di Lahan Kebohongan
M

Kategori -

Oleh: Dedi Mahardi
Inspirator-Inovator-Author

Ketika seseorang anak bayi lahir oleh siapapun orang tuanya atau di daerah manapun serta apapun suku bangsanya, didalam dirinya sudah tertanam sifat jujur, karena sifat jujur tersebut adalah suci. Ciri-ciri yang paling kentara dari kejujuran seorang anak kecil adalah ketika dia digendong oleh seseorang yang tidak dengan ikhlas atau sepenuh hati menggendongnya.

Sianak tahu bahwa yang menggendongnya tidak sepenuh hati atau tidak ikhlas sehingga dia menangis atau berontak. Tetapi sayang kemudian dalam perkembangannya, sifat jujur tersebut tercemar oleh lingkungan bermain atau oleh orang tua yang demi kepentingannya kemudian mengajarkan anaknya berbohong.

Sebenarnya kejujuran bukan saja sangat penting untuk kepribadian seseorang dan untuk membangun kehidupan bernegara atau bermasyarakat yang baik, tetapi juga sangat penting untuk kehidupan beragama. Karena hampir semuah ibadah dalam agama islam mengandung hikmah atau aspek kejujuran.

Seseorang yang batal sholatnya karena sesuatu yang keluar dari dalam tubuhnya yang tahu hanya dirinya sendiri dan malaikat serta Tuhan. Begitu juga dalam hal ibadah lainnya seperti kewajiban membayar zakat, seseorang menghitung sendiri jumlah zakatnya dan menghitung sendiri pencapaian syarat nisabnya. Ibadah berpuasa dan membaca dua kalimat syahadat, juga butuh kejujuran kepada diri sendiri dan kepada Tuhan Yang Maha Kuasa. Karena jika tidak jujur kepada diri sendiri dan kepada Tuhan maka bisa jadi membaca dua kalimat syahadatnya menjadi tidak sah, misalnya jika antara hati kecilnya tidak seperti apa yang diucapkannya.

Namun sayangnya kejujuran yang sangat berharga tersebut tidak tumbuh subur atau malah sulit tumbuh di negeri yang beridelogi Pancasila dengan sila pertamanya Ketuhanan Yang Maha Esa ini. Yang paling subur di sini adalah kebohongan dan pencitraan demi mendapatkan harta dan tahta, karena dengan harta dan tahta banyak orang bisa hidup bermewah-mewah bagai surga dunia.

Makanya film dan acara televisi di negeri ini yang laku atau yang  juga banyak penontonnya adalah acara-acara yang banyak memamerkan kemewahan. Karena sebagian besar masyarakat negeri ini sangat mengagungkan dan mencintai kemewahan tanpa peduli dengan bagaimana cara mendapatkan kemewahan tersebut. Tidak banyak media yang menampilkan acara-acara yang sifatnya mendidik atau mencerdaskan bangsa, walaupun semua tag line hampir semua mencerdaskan bangsa.

Padahal kata pemimpin negeri ini, negeri ini sedang menuju menjadi negeri maju atau sedang dibangun untuk menjadi Negara maju, sejahtera dan aman tenteram. Akan tetapi faktor yang membuat sebuah Negara menjadi maju, makmur, aman dan sejahtera yaitu kejujuran seperti yang telah terbukti di Negara Denmark dan beberapa Negara lainnya tidak dipupuk di negeri ini. Kejujuran bukan saja tidak dipupuk agar subur di negeri ini, bahkan cenderung dimatikan, sehingga penulis memberanikan diri menulis artikel dengan judul Menanam Kejujuran Di Lahan Kebohongan.

Pertanyaannya, Kenapa kejujuran tidak dipupuk agar subur di negeri ini? Bagaimana kejujuran bisa subur jika sebagian orang tua memberi makan anaknya atau membayar biaya pendidikan anaknya bukan dari uang hasil kejujuran. Orang tua yang ketika masuk kerja ke sebuah instansi dengan cara menyuap atau setelah bekerja mendapatkan penghasilan dari suatu kegiatan yang tidak jujur, seperti mendapat bonus dari hasil rekayasa prestasi dan sebagainya.

Dari sisi lain sebagian besar orang tua tidak pernah memberikan penghargaan atau apresiasi atas kejujuran anaknya, apresiasi hanya diberikan jika anaknya berprestasi atau mendapat nilai yang baik, tak peduli bagaimana caranya mendapatkan nilai yang baik tersebut.

Pada kebanyakan istansi atau institusi, hampir semua manajemen tidak peduli dengan kejujuran atau malah bisa jadi kejujuran dianggap oleh sebagian bos sebagai benalu yang membahayakan. Kenapa demikian? Atasan yang senang dengan penghargaan atau reward yang akan membuat namanya terkenal serta karirnya bisa melesat tinggi, biasanya tak peduli bagaimana caranya mendapatkan reward tersebut.

Kalau perlu prestasi untuk mendapatkan reward tersebut direkayasa sedemikian rupa, sehingga kegagalan bisa saja disulap menjadi keberhasilan dengan cara menyembunyikan data atau kejadian yang sebenarnya. Belum lagi atasan yang hobi barang mewah atau kehidupan mewah berlebihan, yang mungkin tidak akan mencukupi jika dibiayai dari gaji atau penghasilan sang atasan. Atau kalaupun penghasilannya cukup tetapi dia tidak mau membiayai kehidupan mewahnya dari penghasilannya, tentu satu-satunya cara adalah mengakali uang perusahaan.

Dan itu semua biasanya dilakukan oleh anak buahnya, karena kolusi dan korupsi tidak bisa dilakukan oleh satu orang saja, tetapi harus beberapa orang yang bekerja sama. Mekanisme akuntansi dan mekanisme control hanya bisa dijebol dengan kerjasama oknum-oknum, bukan satu orang oknum. Kalau sudah seperti ini maka karyawan yang jujur akan dianggap sebagai virus penyakit atau sebagai orang yang tidak loyal atau sebutan-sebutan lainnya yang akan membuat si jujur tersingkir.

Begitu juga dengan kehidupan politik bangsa ini, dengan politik pencitraan dan money politic semuanya berbiaya tinggi yang bahkan tidak sebanding dengan nilai yang akan mereka dapat setelah mereka terpilih. Sehingga di negeri ini mungkin yang terbanyak kepala daerah dan pejabat Negara serta anggota dewan yang tertangkap korupsi, dibandingkan Negara tetangga atau Negara berkembang lainnya.

Nah biaya yang sudah dikeluarkan tersebut tentu harus dikembalikan, bagaimanapun caranya, karena sering juga terjadi biaya tersebut adalah pinjman. Hal ini diperparah karena masyarakatnya juga tidak peduli dengan yang namanya kejujuran, bagi mereka pembagian kaos, sarung atau sembako dan sebagainya lebih menarik dan penting dibandingkan nilai-nilai kepribadian calon pemimpin yang akan mereka pilih.

Sehingga tidak mengherankan jika ada nara pidana korupsi yang sedang dipenjara masih bisa terpilih kembali, atau anak atau keluarga dekat dari seorang koruptor besar dipilih lagi oleh rakyatnya untuk menjadi pemimpin.

Itu baru tiga contoh nyata dalam kehidupan berbangsa ini yang memperlihatkan sulit tumbuhnya kejujuran atau tidak diperlukannya kejujuran karena malah sering dianggap sebagai benalu yang merusak rimba kebohongan. Dan penulis sangat yakin, bahwa pada sektor atau lapisan sendi kehidupan lain bangsa ini juga seperti itu.

Bagaimana memperbaikinya? Tentu diperlukan kesadaran bersama pemimpin dan rakyat bangsa ini, mulai dari diri sendiri dan hal-hal sederhana untuk selalu jujur dalam bersikap dan bertindak. Bagi pemimpin yang memiliki kewenangan dan hak memilih atau mengangkat bawahannya, dapat melakukan :

  1. Memilih atau mengangkat yang jujur atau paling tidak yang paling jujur dari yang lainnya.
  2. Memberi keteladanan selalu bersikap dan berkata jujur.
  3. Memberi penghargaan atas sikap jujur anak buah.
  4. Memberi hukuman atau punishment terhadap kebohongan atau penyelewengan.
  5. Membangun sistim dan aturan yang menutup atau mempersempit peluang berbuat tidak jujur.

Lalu bagaimana dengan masyarakat atau rakyat biasa ?

1.   Memilih dan menghormati pemimpin yang jujur.

2.   Berusaha selalu bersikap,bertindak dan berkata jujur.

3.   Memberikan penghargaan dan menghormati semua aktifitas yang mengandung kejujuran.

Perubahan ke arah yang baik memang membutuhkan pemimpin yang jujur dan punya kemaun yang kuat untuk membangun kejujuran. Pemimpin yang memiliki kemauan yang kuat untuk memunculkan orang-orang jujur di negeri ini kemudian menyebarkan atau mencangkoknya orang-orang jujur keberbagai institusi atau lembaga.

Sehingga orang-orang jujur tersebut menjadi teladan dan trigger untuk mulai menyuburkan kejujuran di semua elemen bangsa ini. Jika ada yang pesismis bahwa sulit menemukan orang jujur atau mustahil menemukan orang jujur sekarang ini, itu karena belum pernah dicoba atau komentar yang datang dari orang-orang yang menikmati kegiatan yang mengandung unsur ketidakjujuran saja.

            Demikian, semoga ada manfaatnya
Aamiiin ya rabbal alamin..

Jakarta, 10 Februari  2021

- Advertisement -
- Advertisement -

BERITA PILIHAN

Kadisdik Pasaman Barat jadi Narasumber Webinar Kemenkominfo

Pasaman Barat ,BeritaSumbar.com,— Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kemenkominfo RI) kembali menggelar Literasi Digital di Kabupaten Pasaman Barat, Rabu 18 Agustus 2021 lalu. Agenda itu dihelat secara virtual dalam sebuah webinar dengan narasumber berkompeten.
- Advertisement -

Di Acara Pisah Sambut Dandim 0306/50 Kota, Ini Harapan Bupati

Lima Puluh Kota, BeritaSumbar.com, - Pemerintah Daerah Kabupaten Lima Puluh Kota menyelenggarakan acara pisah sambut Komandan Kodim (Dandim) 0306/50 Kota dari Letkol Kav Ferry Stevanus Lahe, S.A.P., M.H kepada Letkol Inf Mochammad Denny Nurcahyono, S.H. bertempat di aula rumah dinas Bupati Lima Puluh Kota, Minggu (12/09/2021).

Forum Annisa DWP Kankemenag Kota Padang Panjang Gelar Kajian Jum’at Berkah

Padang Panjang, BeritaSumbar.com,_Kakankemenag Kota Padang Panjang Buya H. Alizar Datuak Sindo Nan Tongga beri tausyiah dalam kegiatan Jum'at Mubarakah Forum Annisa DWP Kankemenag Kota Padang Panjang di Aula Kankemenag, Jum'at (10/09/2021).
- Advertisement -

Tim Gagak Hitam Polres Padang Pariaman Tangkap Pelaku Curanmor

Padang Pariaman, beritasumbar.com - Tim Gagak Hitam Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Padang Pariaman menangkap dua pelaku pencurian sepeda motor (Curanmor). Kasat Reskrim Polres Padang Pariaman,...

Goro Hingga Tengah Malam, Pemkot dan Masyarakat Telah Bersihkan Pasar Bawah yang Terbakar

Bukittinggi, beritasumbar.com -- Setelah berjibaku, Minggu (12/9/2021), hingga tengah malam bergotong royong (Goro) membersihkan sisa-sisa kebakaran di Pasar Bawah Kota Bukittinggi, pasca kebakaran pada...
- Advertisement -

Tulisan Terkait

Jabatan Itu Amanah, Jangan Kau Minta Apalagi Beli

Rasulullah Nabi Muhammad SAW dalam sebuah hadis melarang umatnya untuk meminta jabatan. Rasulullah juga enggan memberikan jabatan kepada orang yang meminta jabatan dan rakus.

Dosen Unand Beri Pelatihan Teknik Relaksasi benson Untuk Mengatasi Gangguan Tidur Pada Lansia

Dosen Universitas Andalas dari Fakultas Keperawatan, memberikan pelatihan tentang “Teknik Relaksasi Benson Untuk Mengatasi Gangguan Tidur Pada Lansia” Kegiatan ini dilaksanakan di Panti jompo Wisma Cinta Kasih kota Padang. Dosen-dosen tersebut ialah Gusti Sumarsih Agoes, S.Kp, M.Biomed, Ns. Arif Rohman Mansur, M.Kep dan Ns. Windy Freska, M.Kep

Manajemen Kesehatan Diri Di Masa Pandemi Covid-19

Pandemik merupakan penyebaran luas (mendunia) penyakit baru yang disebabkan agen biologis. Pandemik memiliki beberapa karakteristik yaitu merupakan penyakit baru (paling sering: zoonosis, penyakit akibat virus), penyebaran tingkat global dan sebagian besar mayarakat tidak memiliki kekebalan tubuh.

Gorengan Politik

Pernah mencoba makan goreng pisang? Bagaimana, enak bukan? Apalagi dimakan saat hari hujan ditemani segelas kopi bersama kawan, sensasinya sungguh nikmat sekali. Momen indah, yang ingin terus terulang.

Yang Heboh Sudah Terbiasa Bikin Heboh

Tadi malam agak beda pula informasinya. Pemberitaan di salah satu media online menyebutkan KPK sedang OTT di Sumbar. Bahkan langsung mengarah kepada Pemprov Sumbar. “Bakalisiak” pula semua orang dibuatnya. Sehingga yang tenang jadi heboh.

Buya Mahyeldi Profesional Lantik Pejabat

Agaknya dua puluh empat jam gerak-gerik Buya Mahyeldi selalu di pantau. Diperhatikan betul, tak berkedip mata dibuatnya. Kebijakanya selalu di sorot dan di preteli satu persatu. Sepertinya terlalu berlebihan akan tetapi diambil saja sisi positifnya. Banyak yang perhatian kepada Buya Mahyeldi

Era Industri 4.0 Dikhawatirkan Menggerus Nilai-Nilai Kemanusiaan

Jakarta,BeritaSumbar.com. – Dunia pendidikan saat ini sedang mengalami masalah yang serius. Dengan perubahan Ilmu Pendidikan dan Teknologi (Iptek) yang sangat cepat dan kompleks.

Pemberdayaan PKK Dalam Meningkatkan Self Management Terkait Pandemik Covid-19 Di Jorong Bansa

Pandemik Covid 19 berdampak pada perubahan berbagai aspek kehidupan baik dimensi bio, psiko, sosio, ekonomi, spiritual dan kultural. Infeksi virus SARS-CoV-2 (coronavirus) sebagai penyakit infeksi baru yang belum diketahui obatnya, menyerang secara tiba-tiba dengan penularan dan penyebaran progresif yang cepat mengakibatkan kecemasan dan ketakutan hampir diseluruh lapisan masyarakat.

Surat Untuk Pejabat Daerah Kabupaten Solok

Bismillahirrohmanirrahim. Dengan segala ketulusan ketulusan dan kecintaan kepada Kabupaten Solok, demi kesetiaan serta pengabdian kepada Ibu Pertiwi. Semuanya berlalu begitu saja tanpa rasa berdosa merayakan kemerdekaan di ruang rapat paripurna DPRD Kabupaten Solok 18 Agustus 2021.

Fakultas Pertanian Unand Bangun Kawasan Konservasi Bunga Bangkai di Tilatang Kamang Kabupaten Agam

Bunga bangkai raksasa (Amorphophallus titanum Becc.) merupakan spesies bunga terbesar di dunia dengan ukuran bisa mencapai lebih dari 2 meter dengan diameter lebih dari 1 meter.
- Advertisement -