24.5 C
Padang
Thursday, December 3, 2020
Beritasumbar.com

Liburan di Lembah Harau, Tak Perlu Merencanakan Aktivitas
L

Kategori -

Beberapa tahun kebelakang, Lembah Harau menjadi salah satu destinasi favorit di Sumatera Barat di kalangan wisatawan domestik maupun mancanegara.

Padahal, letaknya cukup jauh dari kota besar, sekitar 50 kilometer (km) dari Kota Bukittinggi dan lebih dari 100 km dari Bandara Minangkabau. Jangan heran kalau tidak banyak yang bisa kita lakukan di tempat ini.

Ingin berendam di sungai-sungai dangkal dengan arus tenang? Tidak ada sungai seperti itu di Lembah Harau. Air terjun yang dahulu airnya mengalir deras sepanjang tahun pun saat ini sudah kering, apalagi kalau datang di musim kemarau.

Memang ada beberapa titik panjat tebing yang bisa dijajal oleh wisatawan. Tapi, berapa banyak sih, wisatawan yang punya nyali untuk memanjat tebing yang tingginya lebih dari 50 meter itu?

Bagaimana dengan wisata kuliner di tempat-tempat instagramable? Nihil. Semua tempat makan adalah warung semi permanen milik warga sekitar dengan sajian seadanya.

Lepas maghrib, kawasan ini makin sunyi, tidak ada tempat nongkrong khas anak muda. Aktivitas pun sangat terbatas lantaran warga sekitar masih menjunjung tinggi nilai budaya dan agama.

Tapi justru di sinilah yang menjadi magnet Lembah Harau. Dengan segala keterbatasan itu, pengunjung bisa benar-benar merasakan indahnya alam Lembah Harau tanpa harus repot bertanya “Mau ngapain lagi?

Jika teman-teman berkunjung ke lembah itu, cobalah untuk bercengkerama dengan masyarakat sekitar agar tidak hanya bisa menikmati alamnya, tapi juga mengenal dengan baik budaya masyarakat sekitar.

Soal kuliner, cobalah mencicipi makanan di warung-warung sekitar, lihat cara pembuatannya, dan bukalah percakapan dengan pemilik warung. Mereka sangat terbuka dan jujur dengan wisatawan yang datang. Kehangatan mereka membuat kita serasa di tengah keluarga.

Jika ingin menginap, di dalam kawasan Lembah Harau sudah tersedia beberapa guest house. Tidak mewah memang, tapi sangat nyaman. Saat bangun di pagi hari, begitu keluar kamar, pengunjung akan disambut dengan tebing-tebing maha gagah yang tidak akan ditemukan di manapun juga.

Tanpa banyak aktivitas yang bisa dikerjakan artinya wisatawan tidak perlu repot untuk menenteng barang bawaan. Cukup bawa pakaian seperlunya, wisatawan sudah bisa menikmati keindahan Lembah Harau.

Hal yang tak kalah pentingnya, dengan tidak beragamnya aktivitas wisata artinya pengunjung tidak menghabiskan banyak uang. Tiket masuk hanya berkisar Rp 5.000.

Kemudian, untuk sekali makan dan minum paling mahal hanya menghabiskan paling banyak Rp25.000.

Dengan kesederhanaan ini, Lembah Harau menawarkan kita menjadi manusia seutuhnya. Ke sini berarti bisa meninggalkan hal-hal yang berbau akivitas khas metropolitan. Saatnya menikmati alam.

- Advertisement -

BERITA PILIHAN

Dosen UNAND Melakukan Program Kimitraan Masyarakat di Posyandu Anggrek 2 Sebarang Padang

Padang,- Pada saat ini masih ditemukan balita dengan kasus gizi kurang dan gizi buruk di kota Padang, karena penanganan masalah gizi kurang...

Jaga Sungai Dari Sampah, Dinas Lingkungan Hidup Laksanakan Goro

Payakumbuh ,BeritaSumbar.com,— Kepedulian terhadap sungai merupakan tanggung jawab yang harus dijaga dan dilakukan secara bersama-sama tanpa terkecuali. Pasalnya, tanpa keberadaan sungai yang...

3 Siswa SMPN 1 Payakumbuh Berhasil Masuk Seleksi GSI Timnas Pelajar U-15

Payakumbuh ,BeritaSumbar.com,- Prestasi luar biasa ditorehkan oleh 3 orang siswa SMPN 1 Payakumbuh berhasil masuk seleksi Timnas Pelajar U-15 setelah mengikuti Gala...

Heboh Beredar Beras Bergambar Kandidat, Bawaslu Tanah Datar Bergerak

Tanah Datar,BeritaSumbar.com,-Santer beredarnya informasi penyebaran diduga " beras politik" dimedia sosial FB Sontak membuat warga kabupaten Tanah Datar heboh.

Dosen UNAND Melakukan Program Kimitraan Masyarakat di Posyandu Anggrek 2 Sebarang Padang

Padang,- Pada saat ini masih ditemukan balita dengan kasus gizi kurang dan gizi buruk di kota Padang, karena penanganan masalah gizi kurang...
- Advertisement -

Tulisan Terkait

Gamaik Kolaborasi Hoyak Pasar Ekraf 2020 Payakumbuh

Payakumbuh, BeritaSumbar.com - Grup Musik Gamaik Mandayu asal Kota Padang tampil dalam pasar ekonomi kreatif (Ekraf) 2020 di Agam Jua Art and...

Kontroversi Taman Nasional Komodo, Urgensi Antara Tempat Wisata atau Konservasi Komodo?

Oleh : Hafshah Mentari Zurisah ~ mahasiswi Program Studi S1 Biologi, FMIPA, Universitas Andalas. Siapa yang tidak tahu Taman...

DIKLATSAR Pecinta Alam Penting Bagi Pendaki Modern Maupun Pendaki Pemula

Oleh : SEPTIANI (Raff 400 Tst) ~ Mahasiswa Jurusan Biologi, FMIPA, Universitas Andalas. Diklatsar Pecinta Alam, sebuah kata yang...

Bagurau Merah Putih 24 Jam Non Stop

Padang,BeritaSumbar.com,-Malam bagurau merah putih 24 Jam Nonstop merupakan sebuah kegiatan yang diinisiasi oleh gerakan malam bagurau owek owek. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai wujud memperingati...

Berkunjung Ke Objek Wisata Kapalo Banda Taram Berikut Syarat Dan Ketentuannya

Limapuluh Kota,BeritaSumbar.com,-Pasca diberlakukannya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) beberapa objek wisata di Luak Limopuluah kembali dibuka untuk umum. Seperti objek wisata Kapalo banda yang...

Touring Gabungan Dan Berbagi Bantuan Sosial Ala NR Sumbar – Riau

Pariaman,beritasumbar.com, Ratusan Motor Besar yang tergabung dalam Komunitas Nmaxs Riders (NR) Se-Sumbar dan Riau melaksanakan Touring Gabungan sekaligus Bhakti Sosial kepada Anak Panti Asuhan...

Oleh oleh “Ane” Kota Pariaman diserbu pembeli

Pariaman, beritasumbar.com, Perkembangan Wisata di Kota Pariman setiap Tahun, Bulan, Minggu, bahkan hari terus berkembang pesat. Minat kunjungan wisatawan ke Kota Pariaman terus meningkat setiap...

Puncak Pato, Surga Luhak Nan Tuo Dari Lintau

BeritaSumbar.com,-Tidak ada yang tidak tahu dengan puncak pato, sebuah kampung yang berada diketinggian antara lintau dan sungayang. Hari ini, mungkin sudah banyak orang yang terlupa...

Dr. Astrid Pratidina Susilo, Sp. An : "Kota Payakumbuh Nyaman, Makanannya Enak"

Limapuluh Kota,BeritaSumbar.com, ~ "Hampir satu tahun di sini, saya sangat terkesan dengan Payakumbuh. Kotanya nyaman, orangnya ramah, makanannya enak. Benar kata filosofi, 'airnya jernih,...

SAIL NIAS 2019 TARIK PERHATIAN DUNIA

JAKARTA | DR. YUSPAN ZALUKHU, S.H., M.H, sangat senang dan bangga sebagai Putra Kepulauan Nias, hal tersebut ia sampaikan saat ditemui dikantornya dijalan MT....
- Advertisement -