29.4 C
Padang
Minggu, Juni 20, 2021
Beritasumbar.com

Liburan di Lembah Harau, Tak Perlu Merencanakan Aktivitas
L

Kategori -

Beberapa tahun kebelakang, Lembah Harau menjadi salah satu destinasi favorit di Sumatera Barat di kalangan wisatawan domestik maupun mancanegara.

Padahal, letaknya cukup jauh dari kota besar, sekitar 50 kilometer (km) dari Kota Bukittinggi dan lebih dari 100 km dari Bandara Minangkabau. Jangan heran kalau tidak banyak yang bisa kita lakukan di tempat ini.

Ingin berendam di sungai-sungai dangkal dengan arus tenang? Tidak ada sungai seperti itu di Lembah Harau. Air terjun yang dahulu airnya mengalir deras sepanjang tahun pun saat ini sudah kering, apalagi kalau datang di musim kemarau.

Memang ada beberapa titik panjat tebing yang bisa dijajal oleh wisatawan. Tapi, berapa banyak sih, wisatawan yang punya nyali untuk memanjat tebing yang tingginya lebih dari 50 meter itu?

Bagaimana dengan wisata kuliner di tempat-tempat instagramable? Nihil. Semua tempat makan adalah warung semi permanen milik warga sekitar dengan sajian seadanya.

Lepas maghrib, kawasan ini makin sunyi, tidak ada tempat nongkrong khas anak muda. Aktivitas pun sangat terbatas lantaran warga sekitar masih menjunjung tinggi nilai budaya dan agama.

Tapi justru di sinilah yang menjadi magnet Lembah Harau. Dengan segala keterbatasan itu, pengunjung bisa benar-benar merasakan indahnya alam Lembah Harau tanpa harus repot bertanya “Mau ngapain lagi?

Jika teman-teman berkunjung ke lembah itu, cobalah untuk bercengkerama dengan masyarakat sekitar agar tidak hanya bisa menikmati alamnya, tapi juga mengenal dengan baik budaya masyarakat sekitar.

Soal kuliner, cobalah mencicipi makanan di warung-warung sekitar, lihat cara pembuatannya, dan bukalah percakapan dengan pemilik warung. Mereka sangat terbuka dan jujur dengan wisatawan yang datang. Kehangatan mereka membuat kita serasa di tengah keluarga.

Jika ingin menginap, di dalam kawasan Lembah Harau sudah tersedia beberapa guest house. Tidak mewah memang, tapi sangat nyaman. Saat bangun di pagi hari, begitu keluar kamar, pengunjung akan disambut dengan tebing-tebing maha gagah yang tidak akan ditemukan di manapun juga.

Tanpa banyak aktivitas yang bisa dikerjakan artinya wisatawan tidak perlu repot untuk menenteng barang bawaan. Cukup bawa pakaian seperlunya, wisatawan sudah bisa menikmati keindahan Lembah Harau.

Hal yang tak kalah pentingnya, dengan tidak beragamnya aktivitas wisata artinya pengunjung tidak menghabiskan banyak uang. Tiket masuk hanya berkisar Rp 5.000.

Kemudian, untuk sekali makan dan minum paling mahal hanya menghabiskan paling banyak Rp25.000.

Dengan kesederhanaan ini, Lembah Harau menawarkan kita menjadi manusia seutuhnya. Ke sini berarti bisa meninggalkan hal-hal yang berbau akivitas khas metropolitan. Saatnya menikmati alam.

- Advertisement -
- Advertisement -

BERITA PILIHAN

Satu Orang Meninggal dan Tiga Bebas Isolasi Di Payakumbuh

Payakumbuh,BeritaSumbar.com,- Dinas Kesehatan Kota Payakumbuh kembali mengumumkan tambahan satu orang masyarakat positif Covid-19 yang meninggal dunia pada Senin (14/06).
- Advertisement -

Jalin Silahturahmi Dalam Pandemi Covid-19,Lintus Cup I Digelar

Tanah Datar,Beritasumbar.com - Dalam rangka ajang menjalin silahturahmi sesama pecinta olah raga Bulu Tangkis pada masa Pandemi Covid-19, Masyarakat di Kecamatan Lintau Buo Utara gelar Open Turnamen Lintus Cup I, Rabu 16/06/2021 di Gedung Olah Raga PB Lintus, Jorong Kota Nagari Tepi Selo.

Tebing Sunga Tergerus, Tiga Rumah Dan Satu Masjid Terancam Roboh Di Sijunjung

Sijunjung, BeritaSumbar.com,--Kantor Walinagari, Tiga Rumah Penduduk dan masjid Baitul Makmur Nagari Mundam Sakti Kecamatan IV Nagari Kabupaten Sijunjung, terancam roboh karena bangunan ini berdiri dipinggir sungai, tergerus oleh aliran Batang Palangki, kata Walinagari Mundam Sakti Dayusmar, diruang kerjanya dihadapan komisi ll DPRD, sekretarus Dinas PUPR kabupaten Sijunjung, Jumat (18/6) Untuk itu kami perlu melaporkan kondisi ini kepada Komisi ll DPRD serta Dinas PUPR kabupaten Sijunjung, sebelum terjadi musibah bagi warga Mundam Sakti.
- Advertisement -

Pasca Penetapan Zona Merah di Kabupaten Padang Pariaman, Polsek Nan Sabaris Gelar Operasi Yustisi

Padang Pariaman, beritasumbar.com,-Dalam upaya pencegahan dan pengendalian Covid-19 di Kecamatan Ulakan Tapakih (Ultap), Kabupaten Padang Pariaman pasca penetapan zona merah oleh Satgas Covid-19 Provinsi Sumatera Barat, yang berlaku selama satu Minggu, sejak tanggal 13 - 19 Juni 2021. Jajaran Polsek Nan Sabaris dan Koramil 07 Pauh Kambar bersama Pemerintah Kecamatan Ulakan Tapakih dan Puskesmas Ulakan, melakukan Operasi Yustisi di lokasi-lokasi strategis dan beresiko tinggi terhadap penyebaran Covid-19.

Curah Hujan Tinggi Sebabkan Sejumlah Jalan Di Sijunjung Rusak-Terban

Sijunjung, beritasumbar.com - Curah hujan yang tinggi beberapa waktu terakhir, membuat beberapa titik jalan di Kabupaten Sijunjung rusak dan ada juga yang terban. Sekretaris Dinas PUPR...
- Advertisement -

Tulisan Terkait

Kampung Adat Terpopuler Versi API Itu Berasal Dari Kabupaten Limapuluh Kota

Labuan Bajo, beritasumbar.com - Kementerian Pariwisata RI anugerahkan Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat (Sumbar) dengan Anugerah  Pesona Indonesia (API) tahun 2020 yakni juara dua kategori Kampung...

HWK Sumbar Tampil di Konser Minang Bersuara II bersama Seniman dari 5 Negara

PADANG (BeritaSumbar.com)– Eksplorasi seni dan budaya dapat menjadi salah satu cara mengatasi banyak permasalahan. Seni dan budaya juga bermanfaat untuk menyukseskan program Pemerintah dalam...

BPNB Sumbar Sosialisasikan Persiapan Pemajuan Kebudayaan Nagari Koto Gadang Koto Anau

Nagari Koto Gadang Koto Anau yang berada di kaki Gunung Talang, Kabupaten Solok, Sumatera Barat, pernah jadi daerah yang kaya dengan hasil cengkehnya. Kekayaan daerah tersebut membuat kolonial Belanda pernah berdiam di sana. Perkembangan kerajaan di Minangkabau hingga perjuangan bangsa sebelum dan awal kemerdekaan juga punya catatan tersendiri bagi daerah tersebut.

Kapur IX Dan Pesona Wisata Alamnya

Saat ini wisata alam baik dalam bentuk tracking, adventure atau olahraga alam sangat banyak digandrungi masyarakat. Spot spot wisata baru jadi sasaran saat ada waktu libur. Kabupaten Limapuluh Kota yang memiliki 13 kecamatan dengan 79 nagari sangat banyak memiliki lokasi untuk wisata alam tersebut. Seperti halnya Kecamatan Kapur IX.

Jalan Puncak Pato Lintau Berubah Menjadi Objek Wisata Dadakan

Tanah Datar, beritasumbar.com- Puluhan warga masyarakat sekitar Kecamatan Lintau Buo Utara dengan Kecamatan Sungayang ramai mendatangi Jalan Puncak Pato karena menjadi objek wisata dadakan...

Warga sekitar kumpulkan donasi untuk menangkan Kampung Sarugo di API Award

Limapuluh Kota, beritasumbar.com - Guna memenangkan perkampungan wisata Kampung Saribu Gonjong (Sarugo) di Anugerah Pesona Indonesia (API) Award 2020 sebagai Kampung Adat Terpopuler warga...

Solok Selatan Luncurkan Seragam Daerah Bagi ASN Dan Pelajar

Padang Aro, beritasumbar.com - Pemerintah Kabupaten Solok Selatan melalui Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) meluncurkan motif baju seragam daerah untuk Aparatur Sipil Negara (ASN)...

Kadis Pariwisata Payakumbuh: Ekraf Dapat Menjadi Ajang Promosi Makanan Tradisional

Payakumbuh, BeritaSumbar.com - Kehadiran Pasar ekonomi kreatif (ekraf) di Kota Payakumbuh selain dapat menjadi ajang promosi wisata juga dapat menjadi ajang promosi untuk makanan...

Gamaik Kolaborasi Hoyak Pasar Ekraf 2020 Payakumbuh

Payakumbuh, BeritaSumbar.com - Grup Musik Gamaik Mandayu asal Kota Padang tampil dalam pasar ekonomi kreatif (Ekraf) 2020 di Agam Jua Art and Culture Cafe,...

Kontroversi Taman Nasional Komodo, Urgensi Antara Tempat Wisata atau Konservasi Komodo?

Oleh : Hafshah Mentari Zurisah ~ mahasiswi Program Studi S1 Biologi, FMIPA, Universitas Andalas. Siapa yang tidak tahu Taman Nasional Komodo? Taman Nasional Komodo merupakan...
- Advertisement -