24.8 C
Padang
Kamis, Agustus 5, 2021
Beritasumbar.com

Laut? Bukan, Ini Mata Air Gunung Sago di Payakumbuh
L

Kategori -

Selain alamnya yang hijau dan indah, Payakumbuh di Sumatera Barat juga memiliki pemandian bernama Batang Tabik. Airnya berasal dari mata air Gunung Sago. Snorkeling di sini, pemandangan bawah airnya seperti di laut!

Nuansa yang disajikan oleh pemandian air ini benar-benar alami dan jauh dari yang namanya wahana buatan tangan manusia. Justru hal tersebutlah yang menjadi daya tarik tersendiri dari pemandian ini.

Kejernihan air yang dimiliki oleh pemandian ini memang patut diacungi jempol. Air yang berasal dari sumber mata air, dan bukan dari air olahan atau sumur inilah yang membuat air di pemandian ini menjadi sangat jernih sekali.

Batang Tabik, sumber mata air di Kabupaten Lima Puluh Kota, yang Menurut cerita tradisional dari generasi ke generasi berasal dari danau Singkarak. Benar atau tidaknya belum diketahui secara pasti.

Yang jelas mata air ini mengalir terus tanpa henti. Tidak mengenal apakah itu musim kemarau atau penghujan, tetap jumlah airnya tak berkurang, mengalir sangat banyak.

Kata orang dahulu, ketika mata air itu menyembur dari tanah, lubang mata air itu dimasukkan sebuah batu yang amat besar ukurannya guna mengurangi debit air yang keluar. Bisa dibayangkan seperti apa besarnya.

Jika dulunya tidak ditutupi dengan batu besar itu, kemungkinan saat ini daerah yang disebut Batang Tabik itu mungkin berubah menjadi sebuah danau.

Di area Pemandian Batang Tabik, traveler bisa menemukan tiga buah kolam yang saling terhubung melalui parit-parit yang sengaja di buat. Kolam tersebut adalah kolam ibu, kolam anak-anak, dan kolam dewasa.

Kolam anak-anak lebih diperuntukkan untuk anak-anak, karena lebih dangkal. Sedangkan kolam dewasa, agak lebih dalam. Untuk dua kolam yang disebutkan terakhir tersebut, sudah modern dengan dasarnya dari keramik dan ada perosotan air.

Dan favorit saya adalah Kolam Ibu, bukan karena banyak ibu-ibu muda yang mandi dan berenang disini. Tetapi karena kolam ibu ini merupakan kolam yang langsung dialiri oleh mata air yang menjadi sumber air kolam ini.

Kolamnya masih alami dan tidak disemen atau pun dikeramik. Tetapi walaupun begitu, kita masih bisa melihat ke dasar kolam karena benar-benar jernih.

Entah apa nama ikan yang ada di mata air ini, tapi kami sepakat menyebut ikan ini dengan nama Ikan Larangan, sesuai dengan tulisan cukup besar di dinding pemandian.

Meski pun banyak ikan yang wara-wiri di sekitar kita, jangan khawatir airnya akan berbau amis dan kotor. Air dari mata air langsung masuk ke kolam ini, jadi airnya terus mengalir. Dengan begitu air kolam ini sangat bersih meski tidak pernah dibersihkan. Apa saja yang ada di dasar kolam yang tanpa semen ini bisa langsung terlihat dari atas.

Karena air yang ada di sini merupakan air yang bersih dan segar serta berasal dari perbukitan, sumber air ini juga dijadikan sumber air PDAM untuk memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat Payakumbuh (tentu bukan air yang berasal dari kolam ini ya).

Debit air yang di hasilkan dari sumber air ini adalah 80 liter per detik, cukup untuk memenuhi kebutuhan air sekitar 1700-an sambungan air di rumah-rumah serta beberapa fasilitas umum lainnya. Bahkan pada saat musim kemarau, Kota Payakumbuh dan sekitarnya sangat jarang kekurangan air.

Perhatikan cuaca saat mau berkunjung ke lokasi pemandian ini. Jika akan turun hujan, sebaiknya tunda dulu wisata Anda. Selain Anda merasa tidak nyaman berenang ketika hujan, biasanya suhu juga akan menjadi lebih dingin.

Biasanya saya lebih memilih pagi daripada sore hari. Karena kalau pagi udaranya semakin lama semakin hangat. Info saja, harga makanan di tempat ini agak sedikit lebih tinggi dari biasanya. (dtk travel/red)

- Advertisement -
- Advertisement -

BERITA PILIHAN

Kakankemenag Padang Panjang Lantik Emi Ratna Aprilana Sebagai Kasi Penmad

Padang Panjang,BeritaSumbar.com,_Kakankemenag Kota Padang Panjang Drs. H. Gusman Piliang, MM lansung pimpin Pelantikan dan Serah Terima Jabatan Kepala Seksi Pendidikan Madrasah pada Kantor Kementerian Agama Kota Padang, Senin (02/08/2021)
- Advertisement -

Kuliah Daring, Belajar Sambil Bekerja Di Masa Pandemi

Penerapan Kuliah Daring berawal sejak pandemi Covid-19 pada bulan Maret tahun 2020 di Indonesia, dimana segala aktivitas perkuliahan di lakukan melalui Program Daring, adapun beragam fitur media sosial di gunakan untuk bertatap muka guna kegiatan tersebut antara lain ; Zoom Meeting, Google Meet, WAG, E-Learning,serta aplikasi media lainnya.

BNPT dan YHPB bersama Pemuda-Mahasiswa Berikan Bantuan pada Mahasiswa Perantauan dan Masyarakat Terdampak Covid-19

Badan Nasional Penanggulangan Terorisme Republik Indonesia (BNPT RI) bekerjasama dengan Yayasan Harmoni Pemersatu Bangsa (YHPB) membuat gerakan bakti sosial, bertajuk ‘Pemuda dan Mahasiswa Bergerak untuk Indonesia Harmoni: Bakti Sosial kepada Mahasiswa Perantauan se-Indonesia di wilayah Jakarta, Depok, Tangerang, Bekasi (Jadetabek), dan masyarakat terdampak pandemi Covid-19’.
- Advertisement -

MENUJU MEJA MAKAN

Cerita Berseri: Seribu Asa untuk Bahagia #Seri 5/1000cerita Oleh : H. Nofrijal, MA Penyuluh Keluarga Berencana Ahli Utama (PUMA)IV-e Kembali ke meja makan, pernah menjadi “trendy topic” pada tahun...

Mewujudkan Zona Integritas, Kakankemenag Lakukan Pembinaan ASN

Padang Panjang,BeritaSumbar.com,_Selesai acara Pelantikan Pejabat dan Serah Terima Jabatan Kepala Seksi Penmad Kankemenag Kota Padang Panjang, acara dilanjutkan dengan Pembinaan ASN dilingkungan Kemenag Kota Padang Panjang tentang Zona Integritas (ZI) oleh Kakankemenag H.Gusman Piliang didampingi oleh Kasubbag TU H. Bustami di Aula Kankemenag, Senin, (02/08/2021)
- Advertisement -

Tulisan Terkait

Kampung Adat Terpopuler Versi API Itu Berasal Dari Kabupaten Limapuluh Kota

Labuan Bajo, beritasumbar.com - Kementerian Pariwisata RI anugerahkan Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat (Sumbar) dengan Anugerah  Pesona Indonesia (API) tahun 2020 yakni juara dua kategori Kampung...

HWK Sumbar Tampil di Konser Minang Bersuara II bersama Seniman dari 5 Negara

PADANG (BeritaSumbar.com)– Eksplorasi seni dan budaya dapat menjadi salah satu cara mengatasi banyak permasalahan. Seni dan budaya juga bermanfaat untuk menyukseskan program Pemerintah dalam...

BPNB Sumbar Sosialisasikan Persiapan Pemajuan Kebudayaan Nagari Koto Gadang Koto Anau

Nagari Koto Gadang Koto Anau yang berada di kaki Gunung Talang, Kabupaten Solok, Sumatera Barat, pernah jadi daerah yang kaya dengan hasil cengkehnya. Kekayaan daerah tersebut membuat kolonial Belanda pernah berdiam di sana. Perkembangan kerajaan di Minangkabau hingga perjuangan bangsa sebelum dan awal kemerdekaan juga punya catatan tersendiri bagi daerah tersebut.

Kapur IX Dan Pesona Wisata Alamnya

Saat ini wisata alam baik dalam bentuk tracking, adventure atau olahraga alam sangat banyak digandrungi masyarakat. Spot spot wisata baru jadi sasaran saat ada waktu libur. Kabupaten Limapuluh Kota yang memiliki 13 kecamatan dengan 79 nagari sangat banyak memiliki lokasi untuk wisata alam tersebut. Seperti halnya Kecamatan Kapur IX.

Jalan Puncak Pato Lintau Berubah Menjadi Objek Wisata Dadakan

Tanah Datar, beritasumbar.com- Puluhan warga masyarakat sekitar Kecamatan Lintau Buo Utara dengan Kecamatan Sungayang ramai mendatangi Jalan Puncak Pato karena menjadi objek wisata dadakan...

Warga sekitar kumpulkan donasi untuk menangkan Kampung Sarugo di API Award

Limapuluh Kota, beritasumbar.com - Guna memenangkan perkampungan wisata Kampung Saribu Gonjong (Sarugo) di Anugerah Pesona Indonesia (API) Award 2020 sebagai Kampung Adat Terpopuler warga...

Solok Selatan Luncurkan Seragam Daerah Bagi ASN Dan Pelajar

Padang Aro, beritasumbar.com - Pemerintah Kabupaten Solok Selatan melalui Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) meluncurkan motif baju seragam daerah untuk Aparatur Sipil Negara (ASN)...

Kadis Pariwisata Payakumbuh: Ekraf Dapat Menjadi Ajang Promosi Makanan Tradisional

Payakumbuh, BeritaSumbar.com - Kehadiran Pasar ekonomi kreatif (ekraf) di Kota Payakumbuh selain dapat menjadi ajang promosi wisata juga dapat menjadi ajang promosi untuk makanan...

Gamaik Kolaborasi Hoyak Pasar Ekraf 2020 Payakumbuh

Payakumbuh, BeritaSumbar.com - Grup Musik Gamaik Mandayu asal Kota Padang tampil dalam pasar ekonomi kreatif (Ekraf) 2020 di Agam Jua Art and Culture Cafe,...

Kontroversi Taman Nasional Komodo, Urgensi Antara Tempat Wisata atau Konservasi Komodo?

Oleh : Hafshah Mentari Zurisah ~ mahasiswi Program Studi S1 Biologi, FMIPA, Universitas Andalas. Siapa yang tidak tahu Taman Nasional Komodo? Taman Nasional Komodo merupakan...
- Advertisement -