26.2 C
Padang
Sabtu, Januari 16, 2021
Beritasumbar.com

Laut? Bukan, Ini Mata Air Gunung Sago di Payakumbuh
L

Kategori -

Selain alamnya yang hijau dan indah, Payakumbuh di Sumatera Barat juga memiliki pemandian bernama Batang Tabik. Airnya berasal dari mata air Gunung Sago. Snorkeling di sini, pemandangan bawah airnya seperti di laut!

Nuansa yang disajikan oleh pemandian air ini benar-benar alami dan jauh dari yang namanya wahana buatan tangan manusia. Justru hal tersebutlah yang menjadi daya tarik tersendiri dari pemandian ini.

Kejernihan air yang dimiliki oleh pemandian ini memang patut diacungi jempol. Air yang berasal dari sumber mata air, dan bukan dari air olahan atau sumur inilah yang membuat air di pemandian ini menjadi sangat jernih sekali.

Batang Tabik, sumber mata air di Kabupaten Lima Puluh Kota, yang Menurut cerita tradisional dari generasi ke generasi berasal dari danau Singkarak. Benar atau tidaknya belum diketahui secara pasti.

Yang jelas mata air ini mengalir terus tanpa henti. Tidak mengenal apakah itu musim kemarau atau penghujan, tetap jumlah airnya tak berkurang, mengalir sangat banyak.

Kata orang dahulu, ketika mata air itu menyembur dari tanah, lubang mata air itu dimasukkan sebuah batu yang amat besar ukurannya guna mengurangi debit air yang keluar. Bisa dibayangkan seperti apa besarnya.

Jika dulunya tidak ditutupi dengan batu besar itu, kemungkinan saat ini daerah yang disebut Batang Tabik itu mungkin berubah menjadi sebuah danau.

Di area Pemandian Batang Tabik, traveler bisa menemukan tiga buah kolam yang saling terhubung melalui parit-parit yang sengaja di buat. Kolam tersebut adalah kolam ibu, kolam anak-anak, dan kolam dewasa.

Kolam anak-anak lebih diperuntukkan untuk anak-anak, karena lebih dangkal. Sedangkan kolam dewasa, agak lebih dalam. Untuk dua kolam yang disebutkan terakhir tersebut, sudah modern dengan dasarnya dari keramik dan ada perosotan air.

Dan favorit saya adalah Kolam Ibu, bukan karena banyak ibu-ibu muda yang mandi dan berenang disini. Tetapi karena kolam ibu ini merupakan kolam yang langsung dialiri oleh mata air yang menjadi sumber air kolam ini.

Kolamnya masih alami dan tidak disemen atau pun dikeramik. Tetapi walaupun begitu, kita masih bisa melihat ke dasar kolam karena benar-benar jernih.

Entah apa nama ikan yang ada di mata air ini, tapi kami sepakat menyebut ikan ini dengan nama Ikan Larangan, sesuai dengan tulisan cukup besar di dinding pemandian.

Meski pun banyak ikan yang wara-wiri di sekitar kita, jangan khawatir airnya akan berbau amis dan kotor. Air dari mata air langsung masuk ke kolam ini, jadi airnya terus mengalir. Dengan begitu air kolam ini sangat bersih meski tidak pernah dibersihkan. Apa saja yang ada di dasar kolam yang tanpa semen ini bisa langsung terlihat dari atas.

Karena air yang ada di sini merupakan air yang bersih dan segar serta berasal dari perbukitan, sumber air ini juga dijadikan sumber air PDAM untuk memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat Payakumbuh (tentu bukan air yang berasal dari kolam ini ya).

Debit air yang di hasilkan dari sumber air ini adalah 80 liter per detik, cukup untuk memenuhi kebutuhan air sekitar 1700-an sambungan air di rumah-rumah serta beberapa fasilitas umum lainnya. Bahkan pada saat musim kemarau, Kota Payakumbuh dan sekitarnya sangat jarang kekurangan air.

Perhatikan cuaca saat mau berkunjung ke lokasi pemandian ini. Jika akan turun hujan, sebaiknya tunda dulu wisata Anda. Selain Anda merasa tidak nyaman berenang ketika hujan, biasanya suhu juga akan menjadi lebih dingin.

Biasanya saya lebih memilih pagi daripada sore hari. Karena kalau pagi udaranya semakin lama semakin hangat. Info saja, harga makanan di tempat ini agak sedikit lebih tinggi dari biasanya. (dtk travel/red)

- Advertisement -
- Advertisement -

BERITA PILIHAN

Hadapi Pemberian Vaksin, Payakumbuh Siapkan 49 Vaksinator

Payakumbuh, beritasumbar.com - Menghadap pemberian vaksin, Pemerintah Kota Payakumbuh melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat meyiapkan 49 tenaga vaksin. Petugas tersebut yang akan memberikan vaksin...
- Advertisement -

Momen Goro Di NDB, F-WIN Turun Tangan Bareng Nilmaizar

Momen langka terjadi di Kelurahan Nunang Daya Bangun (NDB). Wali Kota Riza Falepi dan Wakil Wali Kota Erwin Yunaz (F-Win) bersama mantan pelatih Tim Nasional Indonesia Nil Maizar turun lapangan bahu-membahu bergotong royong (Goro) bersama masyarakat setempat membersihkan pekarangan kantor lurah NDB, Jumat (08/01).

Pakan Sinayan Perdana Gelar Musrenbang Di Tahun 2021

Mengawali tahun 2021, Kelurahan Pakan Sinayan Payakumbuh Barat menggelar kegiatan Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) di Tingkat Kelurahan, Senin, 11 Januari 2021.
- Advertisement -

Upacara Dan Tabur Bunga Peringatan Tragedi Titian Dalam

Kendati gerimis, namun upacara tabur bunga dalam rangka peringatan peristiwa gugurnya 9 Syuhada di Titian Dalam di Kenagarian Pandam Gadang, Kecamatan Gunuang Omeh, Senin (11/1) kemaren tetap berlangsung hikmat dan lancar.

Polri Ambil Langkah Cepat Antisipasi Peningkatan Kasus Covid-19

Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) segera mengambil langkah cepat sebagai antisipasi melonjaknya jumlah kasus terkonfirmasi dan kematian akibat COVID-19 periode 1-14 Januari 2021.
- Advertisement -

Tulisan Terkait

Warga sekitar kumpulkan donasi untuk menangkan Kampung Sarugo di API Award

Limapuluh Kota, beritasumbar.com - Guna memenangkan perkampungan wisata Kampung Saribu Gonjong (Sarugo) di Anugerah Pesona Indonesia (API) Award 2020 sebagai Kampung Adat Terpopuler warga...

Solok Selatan Luncurkan Seragam Daerah Bagi ASN Dan Pelajar

Padang Aro, beritasumbar.com - Pemerintah Kabupaten Solok Selatan melalui Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) meluncurkan motif baju seragam daerah untuk Aparatur Sipil Negara (ASN)...

Kadis Pariwisata Payakumbuh: Ekraf Dapat Menjadi Ajang Promosi Makanan Tradisional

Payakumbuh, BeritaSumbar.com - Kehadiran Pasar ekonomi kreatif (ekraf) di Kota Payakumbuh selain dapat menjadi ajang promosi wisata juga dapat menjadi ajang promosi untuk makanan...

Gamaik Kolaborasi Hoyak Pasar Ekraf 2020 Payakumbuh

Payakumbuh, BeritaSumbar.com - Grup Musik Gamaik Mandayu asal Kota Padang tampil dalam pasar ekonomi kreatif (Ekraf) 2020 di Agam Jua Art and Culture Cafe,...

Kontroversi Taman Nasional Komodo, Urgensi Antara Tempat Wisata atau Konservasi Komodo?

Oleh : Hafshah Mentari Zurisah ~ mahasiswi Program Studi S1 Biologi, FMIPA, Universitas Andalas. Siapa yang tidak tahu Taman Nasional Komodo? Taman Nasional Komodo merupakan...

DIKLATSAR Pecinta Alam Penting Bagi Pendaki Modern Maupun Pendaki Pemula

Oleh : SEPTIANI (Raff 400 Tst) ~ Mahasiswa Jurusan Biologi, FMIPA, Universitas Andalas. Diklatsar Pecinta Alam, sebuah kata yang tak asing didengar. Sebuah prosesi yang...

Liburan di Lembah Harau, Tak Perlu Merencanakan Aktivitas

Beberapa tahun kebelakang, Lembah Harau menjadi salah satu destinasi favorit di Sumatera Barat di kalangan wisatawan domestik maupun mancanegara. Padahal, letaknya cukup jauh dari kota...

Bagurau Merah Putih 24 Jam Non Stop

Padang,BeritaSumbar.com,-Malam bagurau merah putih 24 Jam Nonstop merupakan sebuah kegiatan yang diinisiasi oleh gerakan malam bagurau owek owek. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai wujud memperingati...

Berkunjung Ke Objek Wisata Kapalo Banda Taram Berikut Syarat Dan Ketentuannya

Limapuluh Kota,BeritaSumbar.com,-Pasca diberlakukannya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) beberapa objek wisata di Luak Limopuluah kembali dibuka untuk umum. Seperti objek wisata Kapalo banda yang...

Touring Gabungan Dan Berbagi Bantuan Sosial Ala NR Sumbar – Riau

Pariaman,beritasumbar.com, Ratusan Motor Besar yang tergabung dalam Komunitas Nmaxs Riders (NR) Se-Sumbar dan Riau melaksanakan Touring Gabungan sekaligus Bhakti Sosial kepada Anak Panti Asuhan...
- Advertisement -