24.9 C
Padang
Jumat, Juli 30, 2021
Beritasumbar.com

Kontroversi Taman Nasional Komodo, Urgensi Antara Tempat Wisata atau Konservasi Komodo?
K

Oleh : Hafshah Mentari Zurisah ~ mahasiswi Program Studi S1 Biologi, FMIPA, Universitas Andalas.

Siapa yang tidak tahu Taman Nasional Komodo? Taman Nasional Komodo merupakan kawasan konservasi atau kawasan perlindungan satwa endemik komodo dan beragam satwa lainnya yang berlokasi di Pulau Rinca, Nusa Tenggara Timur.

Saat ini, taman nasional komodo cukup popular, tidak hanya satwa, Taman Nasional komodo juga memiliki keindahan alam yang memukau yang cocok menjadi destinasi wisata dan riset studi bagi peneliti. Taman nasional ini didirikan oleh pemerintanh Indonesia pada tahun 1980 guna melindungi komodo dan satwa endemik lain pada habitat aslinya agar tidak terganggu oleh berbagai aktivitas manusia yang merugikan.  Pada tahun 1991 Taman Nasional Komodo ini ditetapkan sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO karena komodo termasuk reptile purba terbesar yang masih ditemukan sampai saat sekarang

Namun demikian, seperti yang kita ketahui kini kawasan konservasi yang dijaga ketat dan dilindungi dalam ancaman serius dan menjadi perbincangan publik. Pasalnya kawasan konservasi ini dirancang untuk pembangunan tempat wisata ala Jurrasic Park oleh Pemerintah. Pembangunan ini mulai heboh diperbincangkan public setelah unggahan akun @KawanBaikKomodo yang memperlihatkan tampak seekor komodo yang sedang menghadang sebuah truk yang membawa material untuk pembangunan ke Pulau Rinca tersebut.

Banyak publik berpendapat bahwa komodo juga ikut menyuarakan ketidak setujuannya untuk membangun taman wisata di habitat asli mereka. Seperti yang sama-sama kita ketahui bahwasannya jika habitat komodo yang telah dijaga dengan sedemikian rupa ini dilakukan pembangunan, maka akan berdampak pada habitat komodo yang telah terancam punah ini. Hingga muncul taggar #SAVEKOMODO yang sempat trending di twitter serta petisi yang meminta Presiden Jokowi untuk mencabut izin pembangunan oleh investor asing atau swasta di Taman Nasional Komodo. Kita dapat melihat betapa pedulinya masyarakat Indonesia terhadap konservasi komodo ini.

Tidak hanya masyarakat Indonesia, namun masyarakat dunia ikut menyuarakan kepeduliannya terhadap komodo ini, melalui artikel dan media elektronik. Salah satunya Media Australia ABC News menyinggung upaya Pemerintah Indonesia soal rencana untuk menghabiskan 70 milyar Rupiah untuk pembangunan Pulau Rinca, yang mencakup Geopark seluas 1,3 hektar dan pusat informasi seluas 4.000 meter persegi, demikian disebutkan dalam artikel berjudul “Indonesia’s Jurassic Park Inspired Tourist Attraction Worries Komodo Dragon Fans”. Tidak hanya media asal Australia, media Thailand dalam situs Bangkok Post dengan artikel berjudul “Indonesia Says ‘Jurassic Park’ Project No Threat to Komodo Dragon” artkel ini menyoroti soal Kementerian Lingkungan Hidup Indonesia yang berusaha meredakan kemarahan masyarakat terhadap pembangunan proyek tersebut. “Gambar komodo, salah satu kadal terbesar didunia, menghalangi jalur kendaraan besar di pulau rinca, Indonesia, memicu luapan amarah tentang ancaman yang dirasakan terhadap habitat alami spesies yang rentan tersebut”, tulis Bangkok Post dikutip dari Liputan6.com.

Komodo memiliki habitat yang terbatas dan eksistensinya terancam punah akibat pemanasan global dan kenaikan permukaan laut. Para peneliti meminta pemerintah untuk segera memperbarui praktik konservasi komodo berdasarkan perubahan iklim. “Perubahan iklim kemungkinan besar akan menyebabkan penurunan drastic atas ketersediaan habitat bagi komodo dalam beberapa dekade” kata pimpinan studi Dr. Alice Jones dikutip dari PR Bandung Raya.com. Berdasarkan studi terbaru dari Universitas Adelaide di Australia, kepunahan komodo secara local diprediksi akan terjadi di tiga dalam lima habitat komodo. Saat ini diperkirakan tersisa 4.000 komodo di Taman Nasional Komodo. Menurut Dr. Alice Jones, Strategi konservasi komodo saat ini tidak cukup unuk mencegah penurunan spesies komodo dalam menghadapi perubahan iklim. Hal ini dikarenakan perubahan iklim akan menambah efek negaif dari populasi komodo yang sudah sedikit.  

Jika dilakukan pembangunan besar-besaran di habitat komodo yang sudah semakin rentan ini, sangat disayangkan dan tidak menutup kemungkinan bahwa spesies kadal terbesar ini akan mencapai titik kepunahan. Dengan tidak adanya tindakan konservasi yang dilakukan segera, potensi risiko kepunahan komodo akan semakin tinggi. Apalagi jika tidak dilakukan tindakan konservasi dengan segara dan dilakukan pembangunan yang pastinya akan lebih mengganggu habitat asli komodi, maka resiko kepunahan komodo akan lebih tinggi lagi.

Jadi, apakah sekarang yang perlu dilakukan pemerintah adalah pembangunan sebuah kawasan wisata yang belum tentu dapat menjaga resiko-resiko yang membahayakan spesies serta semakin merusak habitat komodo? Atau yang perlu dilakukan adalah, tindakan konservasi yang intens untuk menjaga habitat hewan endemik Indonesia komodo agar tidak semakin mendekati kepunahan dan kerusakan habitatnya?

- Advertisement -
- Advertisement -

BERITA PILIHAN

Wakosma 6A desak SEMA STIT SB Pariaman agar Segera melakukan Pemilihan

Pariaman,BeritaSumbar.com,-Wakil kosma 6A Mahasiswa Pendidikan Agama Islam (Wakosma 6A-PAI), Bima Putra meminta agar pihak Senat Mahasiswa (Sema) Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Syekh Burhanuddin (STIT SB) Pariaman dan rektorat segera melakukan pemilihan Ketua Dewan Eksekutif Mahasiswa (Dema) periode baru agar terciptanya regenerasi kepemimpinan.
- Advertisement -

MTsN 5 Padang Pariaman Gelar Kegiatan Madrasah Berbagi di Momen Idul Adha.

Padang Pariaman, beritasumbar.com,- "Bahagia itu bersama, bukan sendiri. Senang itu bersama, bukan sendiri. Bahagia itu sesungguhnya sederhana, ketika digapai bersama". Itulah ungkapan yang terucap, oleh Dra. Lismaini Amir, M.Si. Kepala Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 5 Padang Pariaman, ketika disambangi awak media di ruang kerjanya usai penyerahan bantuan paket sembako kepada beberapa murid-muridnya.

Kakankemenag Padang Panjang Saksikan Penandatangan Kontrak Pembangunan Gedung Kelas Baru MTsN Kota Padang Panjang

Padang Panjang, BeritaSumbar.com,_Kakankemnag Kota Padang Panjang H. Gusman Piliang menyaksikan Penandatangan Kontrak Pembangunan Gedung Kelas Baru MTsN Kota Padang Panjang oleh Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dengan Direktur Pelaksana Pekerjaan Proyek dan Konsultan Pengawas di Mushalla Kampus II MTsN Kota Padang Panjang di Jalan A. Yani Kelurahan Ngalau, Kecamatan Padang Panjang Timur, Kota Padang Panjang, Senin, (26/07/2021)
- Advertisement -

Turnamen Hercules Cup II Digelar

Sijunjung, Berita Sumbar--Sebanyak 16 ( Enam Belas) Club bola berlaga pada turnamen Hercules Cup ll Tanjung Ampalu, kecamatan Koto Vll Kabupaten Sijunjung, pertandingan perdana di mulai pada Minggu (25/7) dilapangan bola kaki Tuna Karya Tanjung Ampalu.

IKM Baruah Gunuang Terbentuk

Limapuluh Kota,BeritaSumbar.com,-Dua puluh dua orang mahasiswa yang berasal dari Nagari Baruah Gunuang yang merupakan perwakilan dari berbagai kampus di Indonesia menghadiri kegiatan first gathering dalam pembentukan keluarga mahasiswa di nagari dengan nama Ikatan Keluarga Mahasiswa Baruah Gunuang (IKMB).
- Advertisement -

Tulisan Terkait

Mengenal Politik Praktis & Pragmatisme

Dalam praktik perebutan maupun mempertahankan sebuah kekuasaan Politik Praktis dan Pragmatisme seolah menjadi dua hal yang sulit dipisahkan, khususnya di negara Demokrasi seperti Indonesia.

Filosofi Lidi

Dari filosofi pohon kelapa yang sangat banyak manfaatnya, bahkan hampir seluruh bagian tanaman kelapa tersebut memberi manfaat untuk kehidupan manusia. Manusia sebagai makhluk yang paling sempurna tentu seharusnya juga memberi manfaat dan berperan menjaga bumi dan lingkungan setelah mengambil manfaat untuk kehidupan. Sesuai juga dengan perintah Tuhan dalam ajaran agama bahwa tujuan Tuhan menurun-kan manusia ke muka bumi ini adalah untuk beribadah dan berbuat yang bermanfaat.

Raih Keridhaan Allah melalui Etos Kerja

Dalam Manajemen Pendidikan Islam, etos kerja (semangat/motivasi kerja) dilandasi oleh semangat beribadah kepada Allah Swt. Maksudnya, bekerja tidak sekedar memenuhi kebutuhan duniawi melainkan juga sebagai pengabdian kepada Allah Swt,

Rugi Rasa Untung

Apakah beberapa fenomena terbalik yang terjadi ditengah masyarakat bangsa ini atau mungkin juga ditengah masyarakat dunia adalah pertanda bahwa kiamat sudah dekat ? Wallahu a’lam bishawab hanya Allah pencipta langit dan bumi yang tahu persis.

Mengatur Konflik dengan Teknik Mind Mapping

Konflik. Ketika kita mendengar kata itu, kebanyakan orang akan membayangkan seperti perang, rusuh, gontok-gontokan, atau orang yang berkelahi antarkampung. Tidak, sebenarnya konflik bisa dimulai dari sesuatu yang kecil. Kalau menurut psikologi, konflik itu bisa dimulai dari ketika kita merasa ada perbedaan, entah perbedaan pendapat atau perasaan tentang sesuatu hal.

DPW PTPI Sumbar Buka Bimbel & Bimtes CPNS 2021 Online

Dewan Pimpinan Wilayah Perkumpulan Trainer Profesional Indonesia Wilayah Sumatera Barat (DPW PTPI Sumbar) resmi membuka kegiatan Bimbingan Belajar (BIMBEL) dan Bimbingan Test CPNS 2021...

BUMN Berburu di Kebun Binatang

Sangat menarik menyimak perjalanan PT POS Indonesia sebuah perusahaan BUMN yang pionir dalam bidang jasa pengiriman barang dan serta pengiriman uang dalam bentuk wesel.

Kita Pancasila

Bangsa yang besar adalah bangsa yang memiliki komitmen dan memahami buah pemikiran dan cara pandang hidup yang disarikan para pendiri bangsa. Mereka telah membuat rumusan atau intisari yang digali dari jiwa bangsa ini, dari ruh bangsa ini, dari sikap hidup bangsa ini, yang berbhineka dan penuh nilai-nilai luhur.

Menanamkan Pendidikan Karakter Kepada Anak Sejak Dini

Pendidikan karakter memiliki peranan penting dalam dunia pendidikan dan sangat menarik untuk diteliti, terutama karena pendidikan karakter berorientasi pada pembentukan karakter siswa.

Pentingnya Penggunaan Dan Pemanfaatan Teknologi Ditengah Pandemi

Pandemi covid 19 merupakan tantangan bagi kita sampai saat ini bagaimana kita menyikapinya dalam melaksanakan berbagai kegiatan. Mulai dari bidang pendidikan, ekonomi, politik, sosial dan lainnya. Seluruhnya merasakan dampaknya.
- Advertisement -