23 C
Padang
Sabtu, Oktober 16, 2021
spot_imgspot_img
Beritasumbar.com

Ketum LPPKI Azwar Siri Dipercaya Sebagai Team Seleksi Calon Anggota BPSK Sumbar
K

Kategori -
- Advertisement -

Padang,BeritaSumbar.com,– Seleksi tertulis dan wawancara calon anggota Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen (BPSK) Provinsi Sumatra Barat dari unsur pemerintah yang dilaksanakan di Aula Kantor Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Sumatra Barat,
Pada Selasa 24/11/2020.

Dalam acara penjaringan seleksi calon anggota BPSK itu diikuti oleh 7 orang peserta yaitu 4 orang dari Kota Padang dan 3 orang dari Kota Solok dan semua calon anggota itu adalah sebagai pengganti antar waktu,karena anggota yang lama telah memasuki usia pensiun sesuai peraturan perundang-undangan.

Bagi anggota BPSK dari unsur pemerintah tersebut apabila telah memasuki usia pensiun tidak boleh lagi duduk menjabat sebagai anggota majelis BPSK mewakili unsur pemerintah. Maka dengan itu diadakan penggantian antar waktu dengan tetap melakukan prosedur dan memenuhi syarat administratif serta mengikuti tes tertulis dan wawancara.

Dalam kesempatan itu Azwar Siri,SH.Med.CPL Ketua Umum Lembaga Perlindungan dan Pemberdayaan Konsumen Indonesia (LPPKI) yang juga dipercaya oleh Pemerintah Provinsi Sumatra Barat sebagai anggota team seleksi calon anggota BPSK tersebut lebih jauh Azwar Siri menyampaikan bahwa semua calon mempunyai kemampuan dan kesempatan untuk menjadi anggota BPSK.

Apalagi calon anggota BPSK dari unsur pemerintah semua mempunyai peluang jadi ketua BPSK nantinya.
Maka dengan itu jika terpilih karena UU (Undang-Undang) menetapkan bahwa ketua BPSK haruslah yang berasal dari unsur pemerintah. Maka kami sebagai team seleksi harus sedikit selektif menseleksi para calon anggota tersebut.
ujarnya

Ditambahkan oleh Azwar Siri bahwa kita mencari yang terbaik diantara yang baik,karena penyelesaian perkara di BPSK justru berbeda dengan penyelesaian perkara di pengadilan. Kalau di BPSK itu sendiri lebih mengedepankan mediasi dengan mencari win-win solution bukanlah semata-mata hukum sebagai ukuran utama saja.

Akan tetapi penyelesaian kasus BPSK perlu kearifan,kebijaksanaan,dan kecerdasan,serta kesabaran yang cukup tinggi dalam menyelesaikan suatu sengketa perkara itu. Maka kita harus perlu sosok jiwa seperti niniak mamak di minangkabau yaitu “manimbang samo barek,maukua samo panjang, imbuh Azwar Siri. (Andra)

- Advertisement -
- Advertisement -

BERITA PILIHAN

- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -

Tulisan Terkait

- Advertisement -spot_img