28 C
Padang
Minggu, Oktober 24, 2021
spot_imgspot_img
Beritasumbar.com

Ketum DPP ADKI Berkunjung Ke Limapuluh Kota
K

Kategori -
- Advertisement -

Limapuluh Kota,BeritaSumbar.com,- Bupati Limapuluh Kota Safaruddin Datuak bandaro Rajo terima kunjungan Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Asosiasi Desa Kreatif Indonesia (DPP ADKI) Fikri El Aziz di ruang kerja Kantor Bupati Sarilamak, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat (sumbar), Selasa (29/6/2021).

Didampingi oleh Ketua ADKI Sumbar Deni Asra dan Ketua ADKI Kabupaten Limapuluh Kota Rino Chandra. Dalam pertemuan itu, Firkri menjelaskan ADKI dibina langsung oleh Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno, Selain Sadiaga Wakil Menteri Desa PDTT Budi Arie Setiabudi sebagai Ketua Dewan Pembina ADKI. Hal itu tertuang dalam Surat Keputusan (SK) Nomor 007/SK/A/VI/2021 tentang Pengesahan DPP ADKI Masa Jabatan 2021- 2024.

“ADKI merupakan Asosiasi yang berfokus dalam pengembangan Potensi dan Pelaku Ekonomi Kreatif di Desa. Menciptakan lapangan kerja dari desa itu sendiri.” Kata Fikri.

Dijelaskan Fikri, diperlukan upaya kolaboratif dan terstruktur dalam mewujudkan kawasan kreatif di desa. ADKI tidak kerja sendiri. Penta-Helix sinergitas pemangku kepentingan yang terdiri dari Akademisi, perusahaan, pemerintah, media dan kelompok masyarakat dalam pengembangan desa kreatif yang maksimal dalam koordinasi dan realisasi. Seperti hal nya Akademisi yang akan memberikan konsep dan teori yang relevan dalam pengembangan desa kreatif berdasarkan studi yang telah dilakukan.

“Penta-Helix Sinergitas untuk mengembangkan desa kreatif, ada Kemenparekraf, kemendes dan PDTT, Kemenko Marves dan kementerian ESDM dari pemerintah untuk pengembangan desa kreatif. Selain itu ada seluruh media yang berpartisipasi.” Tambah Fikri.

Bupati Limapuluh Kota, Safaruddin Datuak Bandaro Rajo berharap ADKI mampu memberikan kontribusi pariwisata dan ekonomi kreatif terhadap ketahanan ekonomi Kabupaten Limapuluh Kota secara umum. Pemerintah daerah akan mematangkan regulasi yang mendukung pembangunan Kepariwisataan dan Ekonomi kreatif di daerah tersebut.

“Kita wajib mematangkan regulasi agar pembangunan pariwisata dan ekonomi kreatif ini jelas arahnya dan tujuannya. Semoga ADKI bisa menciptakan inovasi dan Kreativitas untuk menciptakan lapangan kerja di desa atau nagari hingga memberikan dampak baik kepada perekonomian masyarakat. Pemerintah daerah akan mendukung hal ini,” sebut Bupati.

Bupati menjelaskan, secara potensi alam yang berkaitan erat dengan adat budaya dan sejarah, Kabupaten Limapuluh Kota memiliki hal itu. Namun terkait infrastruktur penunjang pada setiap potensi tersebut menjadi persoalan saat ini. Pemerintah daerah saat ini sedang mencarikan solusi untuk hal itu.

“Infrastruktur jalan salahsatunya, ini sedang kami carikan solusi agar desa atau nagari yang memiliki potensi destinasi wisata dapat dijangkau dengan mudah oleh wisatawan.” jelas Bupati.

Sementara itu, Ketua ADKI Sumatera Barat Deni Asra menyebutkan, penandatangan MoU antara ADKI & Pemerintah Desa dalam Program Pendampingan Desa Kreatif terpadu sudah dilakukan. Sebanyak 46 desa di Indonesia sudah melakukan MoU. 6 desa di Sumbar, 3 Desa/Nagari di Kabupaten Limapuluh Kota, Yakni Nagari Koto Tinggi, Nagari Taram dan Nagari Harau. Desa tersebut akan dilakukan pendampingan penguatan kapasitas masyarakat Capacity Building dalam bentuk pelatihan, seminar, workshop hingga sebuah desa memiliki

“3 Desa atau Nagari di Kabupaten Limapuluh Kota sudah MoU, disini ADKI memiliki kewajiban untuk melakukan pendampingan secara terpadu. Kita akan fokuskan kepada sebuah pembinaan yang berkesinambunagan hingga desa dan masyarakatnya berada pada tatanan ekonomi baik pada sektor yang digarap dan bergerak,” sebut Deni.

Dalam kesempatan yang sama Ketua ADKI Kabupaten Limapuluh Kota, Rino Chandra menyampaikan, kerja keras ADKI untuk penciptaan desa kreatif di daerah merupakan tantangan dan langkah baru untuk menciptakan inovasi dan kreativitas di desa. Khusus untuk Kabupaten Limapuluh Kota, kreativitas, potensi destinasi maupun produk industri kreatif masyarakat sudah ada sejak dulu. Namun sesuai perkembangan zaman, bentuk pengelolaan, promosi, brand mark hingga pasar memiliki pergeseran ke arah yang moderen.

“Saat ini dituntut untuk memiliki relevansi eksternal. Tantangan utama adalah mindset. Akan banyak dilakukan identifikasi. Mulai dari mengidentifikasi potensi ekonomi kreatif, kondisi umum desa hingga kepada penguatan infrastruktur fisik dan infrastruktur digital sehingga tercipta pengembangan pariwisata dan ekraf berkelanjutan yang optimal.”Tutup Rino.

Pertemuan itu, dihadiri Ketua TP PKK Kabupaten Limapuluh Kota Ny Nevi Safaruddin, Sekretaris Daerah Widya Putra, Kepala Dinas Pariwista Pemuda dan Olahraga Nengsih S.pd, Plt. Kepala dinas perdagangan dan UMKM Ayu Mitria Fadri, S.Si. (tk/ft)

- Advertisement -
- Advertisement -

BERITA PILIHAN

- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -

Tulisan Terkait

- Advertisement -spot_img