23 C
Padang
Selasa, Maret 2, 2021
Beritasumbar.com

Ke depan Sulit Dihindari, Presiden Jokowi Tegaskan Indonesia Belum Bergabung TPP
K

Kategori -

Jakarta – Presiden Joko Widodo (Jokowi) meluruskan pandangan sebagian masyarakat, yang seolah-olah sudah menilai dirinya mengambil keputusan membawa Indonesia bergabung dengan kelompok kerjasama Trans Pacific Partnership atau TPP.

“Waktu bertemu dengan Presiden Barrack Obama, saya sampaikan bahwa Indonesia bermaksud akan ikut TPP. Sekali lagi, “bermaksud akan”. Jadi sebetulnya masih jauh, bukan “akan”. Kalau “akan” sudah agak dekat,” kata Presiden Jokowi saat memberikan arahan pada Rapat Pimpinan TNI, di Mabes TNI Cilangkap, Jakarta, Rabu (16/12).

Presiden menyebutkan kehati-hatiannya itu juga diungkapkannya dalam pemilihan bahasa yang digunaannya saat bertemu Presiden Barrack Obama, di Gedung Putih, Washington DC, Amerika Serikat, akhir Oktober lalu. “Sampai Inggrisnya kemarin kita pilih “intend to join“, sampai tanya bolak balik ke Bu Menteri (Menlu, red) bukan “will join“. Pemilihan kata-kata saja nanti kalau keliru bisa repot,” ungkapnya.

Menurut Presiden Jokowi, keinginannya agar Indonesia ikut dalam TPP adalah bagian dalam membawa negeri ini menghadapi kita menghadapi tantangan-tantangan baru paska perang dingin. Ia mengingatkan, konstelasi politik ekonomi berubah sangat cepat sekali. Gelombang perdagangan bebas, gelombang integrasi ekonomi kawasan, lanjut Presiden, juga sama. Sangat cepat sekali.

“Ini nantinya juga akan membawa perubahan-perubahan di setiap negara. Ini juga yang harus kita ketahui dan harus kita waspadai,” tutur Presiden Jokowi.

Oleh sebab itu, menurut Presiden Jokowi, semuanya harus dikalkulasi, semuanya harus dihitung secara detil. Apa yang untung kalau kita ikut sebuah blok, apa yang tidak menguntungkan, hitungannya harus detil.

Tak Bisa Menolak

Dalam acara yang dihadiri oleh 182 perwira tinggi TNI itu, Presiden Jokowi mengingatkan, visi ke depan negara, tidak bisa lagi yang namanya menolak, atau berkata tidak. Ia menunjuk contoh Masyarakat Ekonomi ASEA (MEA) yang akan berlaku pada Januari 2016.

“Apakah kita bisa sekarang mengatakan, saya belum siap, Indonesia belum siap, apakah bisa? Apakah bisa mengatakan, Indonesia menolak tidak akan bergabung dengan Masyarakat Ekonomi ASEAN bisa? Tidak bisa,” kata Presiden Jokowi menjawab pertanyaannya.

Karena itu, lanjut Presiden, nantinya juga begitu, EFTA di EU, Uni Eropa, RCEP bloknya Cina, TPP bloknya Amerika.

Untuk itu, Presiden Jokowi menyarankan sekarang ini yang penting kita bekerja harus detil, berkalkulasi harus detil. Bukan ragu, khawatir, masuk ini kita untung atau tidak. “Bukan seperti itu. Harus dihitung, mana yang harus kita perbaiki, sektor mana yang harus diperbaharui, tekad mana yang masih perlu kita dorong. Menurut saya yang paling penting itu. Sudah tidak bisa,” tegasnya.

Presiden Jokowi menunjuk contoh, misalnya kita masuk ke TPP atau ke EFTA yang EU, negara lain sudah gabung. TPP itu Malaysia sudah gabung, Vietnam sudah gabung, Singapura gabung, Brunei gabung, mereka sudah masuk duluan.

“Kita belum. Artinya apa? Begitu produk kita masuk ke bloknya TPP, dikenai pajak 15-20 persen. Yang sudah masuk blok, nol. Artinya, barang kita tidak akan bisa masuk ke sana. Jadi stop produksi di Indonesia bisa akan kejadian. Ini yang harus dihitung,” tutur Presiden Jokowi.

Karena itu, lanjut Presiden Jokowi, kita harus mempersiapkan di dalam negeri, persiapan-persiapan itu yang semua harus tahu. Jangan lagi yang namanya ke depan kita memberikan proteksi, memberikan perlindungan, memberikan subsidi yang berlebihan karena itu memanjakan, karena itu akan menjadikan kita malas dan tidak mampu berkompetisi.

“Visi ke depan adalah visi kompetisi, visi persaingan, tidak ada yang lain. Baik SDMnya disiapkan, dalam segala hal, SDMnya disiapkan. Produknya disiapkan, strategi besar negara disiapkan, semuanya harus siap. Sekali lagi, tidak ada kata lain,” papar Presiden Jokowi seraya menyebutkan, kalau kita masih memakai pola-pola lama, cara-cara lama, tradisi-tradisi lama, tahu-tahu kita bisa kelibas dan hilang, karena arus barang, arus orang keluar masuk, nantinya kita sudah harus bisa diperkirakan dari sekarang.

Tiongkok – Amerika

Dalam kesempatan itu Presiden Jokowi juga menyinggung rivalitas kekuatan besar antara Amerika – Tiongkok. Menurut Presiden, negara kita Indonesia, berada pada pusaran pertarungan itu.

Apa yang harus kita lakukan, apa yang harus kita kerjakan? “Menurut saya, ambil keuntungan yang sebesar-besarnya dari rivalitas ini. Manfaatkan rivalitas ini untuk national interest kita, untuk kepentingan nasional kita. Baik dari sisi ekonomi, baik dari sisi politik, ambil keuntungan-keuntungan itu,” tutur Presiden Jokowi.

Presiden lantas mengemukakan, di awal-awal dirinya dilantik, orang-orang sempat melihatnya akan membawa Indonesia lebih condong kepada Tiongkok, kepada China, semua melihat, dunia melihat itu. Kita di dalam negeri juga melihat itu, karena dirinya sudah ke Beijing dua kali dan belum pernah ke Amerika Serikat sama sekali.

Padahal, lanjut Presiden Jokowi, tidak seperti itu. Saat dirinya ke Amerika Serikat bertemu Presiden Obama dan menyampaikan kita bermaksud akan bergabung dengan TPP, barulah berubah pandangan-pandangan dunia terhadap Indonesia.

“Saya kira yang paling penting hanya satu, kepentingan nasional. Tidak ada yang lain,” kata Presiden Jokowi seraya menuturkan, rivalitas persaingan pengaruh negara-negara besar itu ke depan akan semakin meningkat, terutama yang berkaitan dengan South China Sea akan meningkat, terutama dengan penguasaan akses sumber daya maritim, akses energi, akses pangan.

Rapat Pimpinan TNI yang mengambil tema “Meningkatkan loyalitas, moralitas dan integritas sebagai landasan dalam mewujudkan TNI yang kuat, hebat, profesional dan dicintai rakyat” itu dihadiri oleh Menko Polhukam Luhut B Panjaitan, Menlu Retno Marsudi, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo, Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki, Mentan Andi Amran Sulaiman, KSAD Jenderal TNI Mulyono, KSAU Marsekal TNI Agus Supriatna, dan KSAL Laksamana TNI Ade Supandi.(DND/AGG/ES)

- Advertisement -
- Advertisement -

BERITA PILIHAN

Pelanggaran Netralitas ASN-Wali Nagari Di Limapuluh Kota Selama Pilkada 2020, Ini Rinciannya

Sarilamak, beritasumbar.com - Selama pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2020 di Kabupaten Limapuluh Kota Sumatera Barat, empat pelanggaran yang melibatkan Aparatur Sipil Negara (ASN)...
- Advertisement -

Gubernur Sumbar Lantik 11 Kepala Daerah, Pesan Tunaikan Janji & Jaga Harmonisasi

Gubernur Sumatera Barat (Sumbar) Mahyeldi, melantik 11 pasangan bupati wakil bupati dan Walikota wakil walikota se-Sumbar, di Auditorium Gubernuran Sumbar, Jumat (26/2/2021). Pelantikan dilaksanakan dengan protokol kesehatan ketat.

Rakor Kepala Daerah se-Sumbar, Gubernur Apresiasi Daerah Dengan Capaian Vaksinasi 100 Persen

Dalam rangka percepatan pembangunan Sumatera Barat (Sumbar), hari pertama setelah serah terima jabatan, Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi dan Audy Joinaldi langsung menggelar rapat koordinasi dengan bupati dan walikota se-Sumbar, di Aula Kantor Gubernur Sumbar, Jumat (26/2/2021).
- Advertisement -

Tugas Perdana Marfendi Jadi Wawako Bukittinggi, Hadiri Acara PIF

Bukittinggi, beritasumbar.com -- Wakil wali kota Bukittinggi, Marfendi menghadiri acarakomunitas pencinta Pajero Indonesia Family (PIF) Ranah Minang Chapter (RMC) pada hari pertamanya menjabat sebagai...

Pelantikan Ketua TP-PKK Sebelas Kabupaten/kota di Sumbar, Istri Wako Bukittinggi Paling Muda

Padang, beritasumbar.com -- Ketua TP - PKK untuk 11 Kabupaten/kota di Sumatera Barat (Sumbar), dilantik serentak di Auditorium Gubernur berlangsung khidmat, Jumat (26/2/2021). Pelantikan ini...
- Advertisement -

Tulisan Terkait

Selama Menjabat Bupati dan Wakil Bupati Lima Puluh, Safaruddin Dt. Bandaro Rajo-Rizki Kurniawan Nakasri Janji tak Akan Terpecah

Sarilamak, beritasumbar.com - Selama menjabat Bupati dan Wakil Bupati Lima Puluh Kota, Sumatera Barat Safaruddin Dt. Bandaro Rajo dan Rizki Kurniawan Nakasri berjanji tidak akan...

Pemko Bukittinggi Programkan Subuh Berjamaah Setiap Jumat

Bukittinggi, beritasumbar.com -- Pemerintah Kota Bukittinggi, memprogramkan setiap hari Jumat hingga tahun 2024 nanti, waji menyelenggarakan subuh berjemaah. Hal itu disampaikan Wali Kota Bukittinggi, Erman...

PD PII Padang Dilantik; SKB 3 Menteri Kembali Menuai Tantangan

Polemik SKB tiga Menteri kembali menuai tantangan berat dari berbagai elemen di Sumatera Barat, selain tokoh ulama dan tokoh adat; saat ini juga di...

Wako Bukittinggi Erman Safar Buktikan Janji dan Komitmennya

Bukittinggi, beritasumbar.com -- Sering memang, seseorang setelah duduk di tahta yang telah didapat, bakal banyak lupa apa yang telah dijanjikan. Penyakit lupa, terkadang harus...

Dilantik Jadi Wako dan Wawako Bukittinggi, Erman Safar – Marfendi Minta Doa Masyarakat

Padang, beritasumbar.com -- Hari ini, Bukittinggi telah resmi memiliki wali kota dan wakil wali kota baru. Dilantik langsung Gubernur Sumbar, Erman Safar - Marfendi...

Presiden Jokowi Lantik Mahyeldi-Audi bersama Dua Gubernur dan Wagub lainnya, Masa Bakti Hingga 2024

Jakarta, beritasumbar.com - Presiden Joko Widodo melantik tiga pasang gubernur dan wakil gubernur terpilih pada Kamis, (25/2), dimana pelantikan tersebut berlangsung di Istana Negara,...

Dirujuk ke RS M Djamil, Pasien Lutut Besar Dibezuk Danlantamal Padang

Bukittinggi, beritasumbar.com -- Bintang Herlambang (18), pasien lutut membesar sebesar bola kaki karena kanker stadium 4, akhirnya dirujuk ke Rumah Sakit M. Djamil Padang...

BNPT Angkat Novel ‘Si Doel Anak Jakarta’ Versi Original Jadi Webseries untuk Media Pendidikan Toleransi

Novel Si Doel Anak Jakarta versi original yang ditulis oleh Aman Datuk Madjoindo yang diterbitkan oleh Balai Pustaka pada tahun 1932 akan dijadikan webseries oleh Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT). Pesan webseries tersebut lebih menitikberatkan pada kesalehan, jiwa sosial, dan toleransi anak-anak Betawi.

Lutut Membesar Sebesar Bola Kaki, Ini Penyebabnya

Bukittinggi, beritasumbar.com -- Miris, rupanya lutut membesar sebesar bola kaki dialami Bintang Herlambang (18), yang kini tengah dirawat di Rumah Sakit Yarsi Bukittinggi, karena...

Kecelakaan di Pendakian Kodok Palupuh, 20 Penumpang Nyaris Tewas

Bukittinggi, beritasumbar.com -- Sebanyak 20 penumpang bus PO Family BA 7983 DU nyaris tewas, setelah bus hilang kendali di Simpang Pendakian Kodok, Jorong Batang...
- Advertisement -